Tugujatim.id – Dalam beberapa tahun terakhir, brand lokal Indonesia semakin menunjukkan geliat yang menarik. Tidak hanya menghadirkan desain yang mengikuti tren global, sejumlah label juga berhasil mengangkat kembali kekayaan tekstil tradisional seperti batik, tenun, hingga lurik ke dalam gaya yang lebih modern dan mudah dikenakan.
Menariknya, banyak di antaranya tidak memosisikan diri sebagai luxury brand dengan harga tinggi, melainkan sebagai label dengan market level menengah hingga terjangkau yang tetap menawarkan identitas kuat dan estetika yang relevan bagi generasi muda.
Baca Juga: Akhirnya, Batik Tulis Tenun Gedog Tuban Resmi Kantongi Sertifikat Indikasi Geografis
Tren ini menunjukkan bahwa wastra Nusantara tidak lagi identik dengan busana formal atau acara adat semata. Sejumlah brand lokal berhasil mengolah motif tradisional menjadi busana yang lebih kasual, minimal, dan fleksibel dipadukan dengan gaya sehari-hari.
Kehadiran marketplace, media sosial, dan platform e-commerce juga membuat brand-brand ini lebih mudah diakses oleh konsumen di berbagai kota. Bagi banyak anak muda, mengenakan batik atau kain tradisional kini bukan hanya bentuk apresiasi terhadap budaya, tetapi juga bagian dari ekspresi gaya personal.
Wastra Nusantara Masuk Lemari Anak Muda Lewat Brand Lokal
Lima brand lokal ini mulai dari Assojar, Sejauh Mata Memandang, IKAT, dan LEKAT dikenal menghadirkan sentuhan budaya Indonesia dalam desainnya, dengan harga yang relatif terjangkau serta akses pembelian yang cukup mudah. Yuk, simak penjelasannya!
1. Assojar

Assojar termasuk salah satu brand batik modern yang cukup populer di kalangan konsumen muda. Produk-produknya banyak ditemukan di marketplace dan media sosial, sehingga mudah menjangkau pembeli dari berbagai daerah. Brand ini juga dikenal sebagai salah satu label yang sukses memanfaatkan e-commerce untuk memperluas pasar, bahkan hingga ke luar negeri.
Ciri khas Assojar terletak pada pendekatan desainnya yang memadukan motif batik klasik dengan siluet kontemporer. Potongan busananya cenderung sederhana dan minimal, sehingga batik terlihat lebih santai dan tidak terlalu formal. Pendekatan ini membuat produknya cocok dipakai untuk kegiatan sehari-hari, mulai dari ke kantor hingga acara semi-formal.
Sebagian besar produk Assojar berada di kisaran Rp150.000 hingga Rp350.000, tergantung pada jenis pakaian dan detail desainnya. Produk Assojar dapat dibeli melalui berbagai marketplace seperti Shopee dan Tokopedia, serta melalui akun resmi brand di media sosial. Beberapa koleksinya juga kerap hadir di bazar atau pop-up market fashion lokal.
2. Sejauh Mata Memandang

Brand ini cukup dikenal di kalangan pencinta fashion lokal, terutama di komunitas yang tertarik pada batik modern dan sustainable fashion. Koleksi-koleksinya sering muncul dalam berbagai peragaan busana dan acara mode di Indonesia.
Keunikan Sejauh Mata Memandang terletak pada motif batiknya yang banyak terinspirasi dari alam dan lingkungan Indonesia, seperti laut, hutan, dan ekosistem pesisir. Pendekatan ini membuat setiap koleksi terasa memiliki cerita tersendiri. Selain itu, brand ini juga dikenal memperhatikan aspek keberlanjutan dalam proses produksinya.
Produk dari brand ini umumnya berada di kisaran Rp400.000 hingga Rp1.000.000, tergantung jenis pakaian dan koleksi yang dirilis. Koleksi Sejauh Mata Memandang dapat dibeli melalui toko online resmi, beberapa platform e-commerce, serta melalui pop-up store yang sering hadir di event fashion dan lifestyle di kota besar.
3. IKAT Indonesia

Didirikan oleh desainer Didiet Maulana, IKAT Indonesia termasuk salah satu brand yang konsisten memopulerkan kain tenun dan ikat dari berbagai daerah di Indonesia. Brand ini cukup dikenal luas dan sering tampil dalam berbagai acara mode nasional.
IKAT Indonesia menonjolkan kain tenun tradisional sebagai elemen utama desainnya. Kain-kain tersebut berasal dari berbagai daerah seperti Nusa Tenggara, Sulawesi, dan Sumatra, lalu diolah menjadi busana modern yang tetap mempertahankan karakter asli tekstilnya.
Produk dari IKAT Indonesia biasanya berada di kisaran Rp500.000 hingga Rp1.500.000, tergantung pada jenis kain dan kompleksitas desain. Koleksinya dapat dibeli melalui butik resmi, website brand, serta beberapa department store yang menjual produk fashion lokal.
4. Oemah Etnik

Oemah Etnik dikenal sebagai salah satu brand yang cukup aktif menghadirkan koleksi busana etnik kontemporer. Label ini memiliki basis penggemar tersendiri di kalangan konsumen yang menyukai batik modern dengan sentuhan desain unik.
Brand ini sering memadukan batik dengan desain yang lebih eksperimental, seperti potongan asimetris, permainan layer, atau perpaduan warna yang lebih berani. Hasilnya adalah busana etnik yang tetap berakar pada tradisi tetapi terlihat lebih segar.
Produk Oemah Etnik umumnya berada di kisaran Rp300.000 hingga Rp800.000. Koleksinya bisa ditemukan melalui Instagram resmi brand, marketplace, serta beberapa butik atau reseller fashion lokal.
5. LEKAT

Brand ini didirikan oleh desainer muda Dea Valencia dan dikenal cukup aktif di berbagai platform digital. LEKAT memiliki basis pelanggan yang cukup kuat di kalangan anak muda yang tertarik pada batik dengan desain modern.
Lekat berfokus pada reinterpretasi motif batik klasik dengan gaya minimalis. Potongan busananya cenderung clean dan modern, sehingga lebih mudah dipadukan dengan berbagai gaya outfit sehari-hari.
Harga produk LEKAT umumnya berada di kisaran Rp250.000 hingga Rp700.000, tergantung pada jenis produk dan koleksi. Produk LEKAT dapat dibeli melalui website resmi, akun Instagram brand, serta beberapa marketplace dan event bazar fashion.
Kehadiran brand-brand lokal ini menunjukkan bahwa wastra Nusantara dapat terus berkembang mengikuti zaman tanpa kehilangan identitas budayanya. Melalui pendekatan desain yang lebih modern serta harga yang relatif terjangkau, mereka berhasil membawa batik, tenun, dan tekstil tradisional ke ranah gaya hidup yang lebih luas. Bagi banyak konsumen muda, mengenakan busana dengan unsur budaya kini bukan hanya soal tradisi, tetapi juga bagian dari tren fashion yang relevan dan mudah diakses.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Maulida N/Magang
Editor: Dwi Lindawati








