Tugujatim.id – Persoalan perundungan, baik secara verbal, fisik, maupun siber, tidak hanya menyisakan memar di tubuh, tetapi juga meninggalkan luka psikologis mendalam yang sulit disembuhkan. Lalu apa saja dampak bagi korban perundungan?
Yuk, kita kulik lebih lanjut apa saja trauma yang dialami korban perundungan yang dinilai sangat berbahaya. Jadi, stop aksi perundungan kepada siapa pun ya karena itu bukan candaan!
1. Depresi dan Kecemasan Berlebihan
Salah satu jejak trauma yang paling umum adalah munculnya depresi dan kecemasan yang berlebihan. Para korban seringkali merasa putus asa, kehilangan minat pada hal-hal yang dulu mereka sukai, dan terus-menerus dihantui rasa khawatir.
Pikiran negatif seolah menjadi teman sehari-hari, membuat mereka sulit untuk melihat sisi terang dari kehidupan.
Baca Juga: Apel Besar Hari Pramuka Tuban: Bullying dan Tawuran Pelajar Mengikis Nasionalisme
2. Rasa Tidak Berharga dan Kehilangan Percaya Diri
Korban seringkali merasa tidak berharga, kurang menarik, atau tidak pantas mendapatkan kebahagiaan. Keyakinan diri mereka terkikis habis, digantikan oleh keraguan dan rasa malu yang mendalam.
3. Menarik Diri dan Sulit Bersosialisasi
Pengalaman pahit sebagai korban perundungan seringkali membuat korban takut untuk berinteraksi dengan orang lain. Mereka menarik diri dari lingkungan sosial, menghindari keramaian, dan merasa canggung saat berada di dekat orang lain. Lingkaran pertemanan mereka mengecil, bahkan menghilang, karena sulitnya membangun koneksi baru.
4. Trust Issue
Korban perundungan seringkali memiliki kesulitan untuk percaya pada orang lain, bahkan pada teman atau keluarga terdekat. Pikiran bahwa orang lain akan menyakiti atau mengkhianati mereka selalu menghantui, menjadikan mereka sulit percaya pada orang lain.
5. Gangguan Fisik
Dampak trauma perundungan tidak hanya memengaruhi mental, tetapi juga fisik. Stres yang berkepanjangan dapat memicu berbagai gangguan fisik seperti sakit kepala, gangguan pencernaan, insomnia, hingga melemahnya sistem imun tubuh. Dan tubuh seolah memberikan sinyal bahaya, mencoba beradaptasi dengan kondisi mental yang penuh tekanan.
Luka-luka ini bukanlah hal sepele. Tapi pengingat pahit yang terus-menerus muncul, mengganggu kehidupan korban dalam berbagai cara.
Penting bagi kita semua untuk menyadari bahwa trauma akibat perundungan adalah masalah serius yang memerlukan perhatian dan penanganan. Dukungan dari orang terdekat dan lingkungan yang aman sangat dibutuhkan agar para korban bisa menemukan jalan keluar dari trauma nya dan kembali percaya pada diri sendiri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Novia Hilmiasari/Magang
Editor: Dwi Lindawati








