Tugujatim.id – Gula adalah komponen umum dalam diet banyak orang di seluruh dunia. Meskipun begitu, ada banyak mitos yang beredar tentang efek gula pada kesehatan.
Artikel ini akan membahas beberapa mitos tentang gula dan menjelaskan fakta-fakta berdasarkan penelitian ilmiah dan jurnal terpercaya. Berikut 5 mitos mengenai gula yang harus kamu ketahui.
- Mengkonsumsi Gula Menyebabkan Hiperaktif pada Anak
Faktanya tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim bahwa gula menyebabkan hiperaktivitas pada anak-anak.
Sebuah meta-analisis dari beberapa studi yang diterbitkan dalam Journal of the American Medical Association (JAMA) menyimpulkan bahwa gula tidak mempengaruhi perilaku atau kinerja kognitif anak-anak.
Efek hiperaktif yang dilaporkan oleh orang tua mungkin lebih berkaitan dengan harapan mereka daripada gula itu sendiri.
- Gula Alami Lebih Sehat daripada Gula Tambahan
Tubuh tidak membedakan antara gula alami dan gula tambahan pada tingkat molekuler. Keduanya diserap dan diproses dengan cara yang sama.
Namun, makanan yang mengandung gula alami seperti buah juga mengandung serat, vitamin, dan mineral yang bermanfaat bagi kesehatan.
Studi dalam Nutrients menunjukkan bahwa konsumsi gula tambahan dalam jumlah besar dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan, seperti obesitas dan penyakit jantung .
- Mengkonsumsi Gula Menyebabkan Diabetes Tipe 2
Diabetes tipe 2 disebabkan oleh kombinasi faktor genetik dan gaya hidup, termasuk diet yang buruk, kurangnya aktivitas fisik, dan obesitas. Mengkonsumsi gula secara berlebihan dapat berkontribusi pada penambahan berat badan, yang merupakan faktor risiko untuk diabetes tipe 2.
Namun, gula itu sendiri tidak secara langsung menyebabkan diabetes. Penelitian dalam Diabetes Care menunjukkan bahwa moderasi dan diet seimbang adalah kunci untuk pencegahan diabetes .
- Gula Menyebabkan Kerusakan Gigi Secara Langsung
Gula memang berkontribusi terhadap kerusakan gigi, tetapi bukan gula itu sendiri yang merusak gigi. Bakteri di dalam mulut mengkonsumsi gula dan menghasilkan asam yang merusak enamel gigi.
Oleh karena itu, kebersihan mulut yang baik dan membatasi konsumsi makanan manis adalah cara terbaik untuk mencegah kerusakan gigi.
Studi dalam Journal of Dental Research menunjukkan bahwa frekuensi konsumsi gula lebih berpengaruh pada kerusakan gigi daripada jumlah gula yang dikonsumsi .
- Menghindari Semua Gula Adalah Cara Terbaik untuk Menurunkan Berat Badan
Menghindari gula tambahan dapat membantu menurunkan berat badan, tetapi menghindari semua sumber gula, termasuk buah dan produk susu, tidak diperlukan dan dapat menyebabkan kekurangan nutrisi penting.
Penelitian dalam American Journal of Clinical Nutrition menunjukkan bahwa diet seimbang yang mencakup buah, sayuran, protein, dan karbohidrat kompleks adalah cara terbaik untuk mencapai dan mempertahankan berat badan yang sehat.
Penting untuk memeriksa klaim tentang gula melalui sumber yang terpercaya dan penelitian ilmiah. Mitos seringkali didasarkan pada ketidakpahaman atau ketakutan, sementara fakta bisa diverifikasi melalui bukti yang sahih.
Memahami perbedaan ini membantu kita membuat keputusan yang lebih baik untuk kesehatan kita dan keluarga.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Ghanis Nugraha Adhi Murya/Magang
Editor: Imam Abu Hanifah








