TUBAN, Tugujatim.id – Lima Proyek Strategis Nasional (PSN) kembali menjadi perhatian utama dalam pembahasan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Tuban 2025–2029.
Ketua Panitia Khusus (Pansus) DPRD Tuban Siswanto menyebutkan, proyek strategis nasional tersebut harus terus diperjuangkan karena menyangkut hajat hidup masyarakat dan daya saing wilayah ke depan.
“Lima proyek ini bukan barang baru, tapi urgensinya semakin tinggi. Maka kami dorong masuk dalam RPJMD untuk dikawal serius,” ujar Siswanto dalam rapat lanjutan pansus.
Baca Juga: Ketua DPRD Kota Malang Soroti Peran Penting Ranperda RPJMD Wali Kota
Kelima proyek strategis nasional yang dimaksud meliputi Tol Demak–Tuban, Tol Tuban–Bojonegoro–Ngawi, Waduk Jabung Ring Dyke, Waduk Long Storage Jadi, serta reaktivasi jalur kereta api. Semua proyek ini dianggap sebagai penopang pertumbuhan kawasan, terutama karena mendukung PSN besar lainnya seperti Kilang Minyak Tuban.
Menurut Bendahara Fraksi Kebangkitan Bangsa DPRD Tuban ini, keberadaan infrastruktur ini akan mendorong pemerataan ekonomi dan mempercepat mobilitas masyarakat maupun logistik.
“Apalagi kereta api dan jalan tol bisa memperkuat jaringan transportasi menuju kawasan industri,” ujarnya.
Pemkab Siap Kawal Usulan ke Tingkat Pusat
Menanggapi hal itu, Wakil Bupati Tuban Joko Sarwono menyatakan kesiapan pemerintah daerah untuk mengawal berbagai usulan strategis ke tingkat pusat. Termasuk percepatan penanganan banjir melalui pembangunan tanggul dan revitalisasi daerah aliran Sungai Bengawan Solo.
“Kami sudah turun ke lapangan bersama Pak Bupati dan OPD. Masalah banjir di Plumpang sampai Widang ini butuh solusi besar dan PSN bisa menjadi jawabannya,” ujar Joko.
Selain membahas infrastruktur darat, pemkab juga menyoroti kondisi abrasi laut utara Tuban yang kian mengkhawatirkan. Penanganan Kali Kening dan proyek Long Storage Jadi dinilai mendesak, mengingat dampak lingkungan yang mulai dirasakan warga pesisir.
Wabup menyebut, meski beberapa proyek sudah masuk Perpres No 33 era Presiden Jokowi, prosesnya sempat melambat karena penyesuaian anggaran nasional. Namun, pihaknya tetap konsisten memperjuangkannya ke pemerintah pusat.
“Kami sudah ajukan ke kementerian teknis, dan prosesnya terus berjalan. Jangan sampai terhenti karena ini menyangkut keselamatan masyarakat,” tegasnya.
Pemkab menyambut baik rencana kunjungan lapangan dari sejumlah kementerian, termasuk Kementerian PUPR dan Kementerian Perhubungan, pada Juni mendatang. Kunjungan itu bertepatan dengan masa reses DPR RI sehingga diharapkan mempercepat pengambilan keputusan.
“Nanti ada tinjauan lapangan langsung dari pusat. Kami akan tunjukkan titik-titik krusial agar mereka bisa lihat sendiri kebutuhan mendesaknya,” ungkap Joko.
Dengan proses Pembahasan Raperda RPJMD yang masih berjalan, pemkab berharap ada penyelarasan yang kuat antara perencanaan daerah dan program nasional. Selain infrastruktur fisik, sektor kesehatan dan pendidikan juga turut menjadi bagian yang akan didorong dalam skema pembangunan jangka menengah.
“Kami ingin RPJMD 2025–2029 ini selaras dengan semangat pembangunan nasional, tidak berjalan sendiri-sendiri,” ujar Wabup Joko Sarwono.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Bagus Rachmad Saputra
Editor: Dwi Lindawati








