6 Cara Perangi Limbah Industri Fast Fashion

6 Cara Perangi Limbah Industri Fast Fashion

  • Bagikan
Pakaian fast fashion menjadi salah satu penyumbang limbah/tugu jatim
Pakaian fast fashion menjadi salah satu penyumbang limbah. (Foto: Pexels)

Tugujatim.id – Industri fashion menjadi salah satu sektor penyumbang limbah bagi lingkungan, terutama fast fashion. Fast fashion adalah konsep bisnis yang memproduksi pakaian dalam jumlah banyak dan cepat. Produksi besar ini pada akhirnya menghasilkan limbah yang tidak sedikit dan mencemari lingkungan.

Globalcitizen memaparkan penelitian yang dilakukan Labfresh tentang limbah fast fashion. Riset ini menemukan bahwa 57,1 persen limbah fast fashion dari 15 negara di seluruh Eropa berakhir di tempat pembuangan sampah.

Kondisi ini sangat merusak lingkungan, terutama untuk jenis pakaian polyester. Polyester adalah jenis pakaian yang terbuat dari bahan plastik dan limbahnya tidak dapat terurai dengan sempurna.

Jika bahan plastik ini tidak terdaur ulang dengan baik, akan berubah menjadi mikroplastik yang dapat merugikan lingkungan dan satwa liar. Pada tahun 2021, World Economic Forum melaporkan bahwa industri fast fashion menghasilkan 5 persen dari emisi gas rumah kaca global.

Nah, bagaimana cara mengatasi persoalan tersebut? Langkah awal mengatasi persoalan tersebut menurut Fashion Transparency Index dimulai dari meningkatkan kesadaran retailer global untuk memahami konsep kebijakan lingkungan yang ada.

Kemudian industri fashion tingkat makro harus membuat retailer memasok bahan yang lebih ramah lingkungan. Kemudian konsumen juga harus berpatisipasi aktif termasuk mendukung gerakan sustainable fashion dengan beberapa cara berikut ini:

1. Pilih Fashion yang Sustainable

Sebelum membeli pakaian hendaknya kenali terlebih dahulu brand yang dipilih. Lalu, pastikan pakaian yang dibeli terbuat dari bahan yang ramah lingkungan.

2. Beli Barang Kualitas Tinggi dengan Jumlah Sedikit

Memilih baju dengan kualitas tinggi memang butuh mengeluarkan uang lebih banyak, akan tetapi jika barang tersebut dapat difungsikan dalam waktu yang lama, hal itu sama sekali tidak merugikan.

3. Donasikan Pakaian Yang Masih Layak Pakai

Jika ada kesempatan untuk melakukan donasi pakaian layak pakai. Berikan pakaian-pakain tersebut pada yang membutuhkan. Mungkin saja pakaian-pakai tersebut akan lebih berguna bagi orang lain.

4. Beli Barang dari Thrift Shop

Toko ini menjual baju-baju bekas dengan kualitas bagus dan menawarkan gaya-gaya yang unik. Thrift shop juga banyak ditemui di platform belanja online.

5. Mendaur Ulang Bahan Tekstil

Meskipun daur ulang bahan tekstil masih sedikit dilakukan oleh industri fashion. Akan tetapi, brand seperti Madewell, Levi’s, and H&M sudah menerapkannya. Mereka menawarkan untuk mengolah bahan tekstil lama dari konsumen untuk disulap menjadi produk yang baru.

6. Alih Fungsikan Pakaian Lama

Pakaian yang sudah tidak bisa digunakan lagi dapat dialih fungsikan. Sebagai contoh baju yang sudah robek dapat digunting dan dijadikan sebagai kain lap untuk mengurangi penggunaan kertas tisu sekali pakai.

Penulis: Rizki NurfaizahEditor: Herlianto. A
  • Bagikan