MALANG, Tugujatim.id – Di tengah banyaknya cafe modern dan tempat nongkrong kekinian yang bermunculan, keberadaan angkringan di Kota Malang tetap memiliki daya tarik tersendiri. Suasana yang sederhana, harga makanan yang ramah di kantong, serta nuansa hangat yang tercipta saat berkumpul bersama teman membuat angkringan masih menjadi pilihan favorit berbagai kalangan.
Bukan hanya mahasiswa, pekerja kantoran hingga warga lokal juga kerap menjadikan angkringan sebagai tempat untuk beristirahat sejenak setelah menjalani aktivitas sehari-hari. Menikmati aneka sate, nasi kucing, kopi hangat, hingga berbincang santai di malam hari menjadi pengalaman sederhana yang masih banyak dicari hingga sekarang.
Baca Juga: Hidden Gems Cafe Nganjuk yang Estetik, Cozy, dan Wajib Dikunjungi Tahun 2026
Deretan Angkringan di Kota Malang Jadi Favorit Tahun 2026
Di berbagai sudut Kota Malang, angkringan juga berkembang dengan konsep yang semakin beragam. Ada yang mempertahankan nuansa tradisional khas Yogyakarta, ada pula yang menghadirkan suasana lebih modern tanpa menghilangkan ciri khas angkringan itu sendiri.
1. Angkringan 22
Angkringan 22 menjadi salah satu tempat nongkrong malam yang cukup populer di kawasan Blimbing. Suasana santai dengan pilihan menu yang beragam membuat tempat ini sering menjadi tujuan mahasiswa maupun pekerja untuk bersantai setelah beraktivitas.
Lokasi: Jl. Laksda Adi Sucipto No.120, Blimbing, Kec. Blimbing, Kota Malang, Jawa Timur
Jam operasional: 19.00–01.00 WIB
Harga menu: Rp1.000–Rp25.000
2. Angkringan Idjen
Berada di kawasan Ijen yang terkenal sebagai salah satu ikon Kota Malang, Angkringan Idjen menawarkan suasana nongkrong yang nyaman dengan lingkungan yang teduh. Tempat ini cukup ramai pada malam hari karena sering menjadi titik berkumpul mahasiswa, komunitas, hingga warga sekitar.
Lokasi: Utara Museum Brawijaya, Jl. Retawu, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur
Jam operasional: 18.30–01.00 WIB
Harga menu: Rp2.000–Rp15.000
3. D Gunung Angkringan
D Gunung Angkringan menawarkan konsep yang sedikit berbeda dibanding angkringan pada umumnya. Area yang lebih luas dan suasana yang nyaman membuat tempat ini cocok untuk nongkrong bersama keluarga maupun teman dalam jumlah besar.
Lokasi: Perum Bulan Terang Utama Blok UJ No.33, Madyopuro, Kec. Kedungkandang, Kota Malang, Jawa Timur
Jam operasional: 11.00–23.00 WIB
Harga menu: Rp25.000–Rp50.000
4. Angkringan Jogja Galunggung
Bagi pencinta suasana angkringan khas Yogyakarta, tempat ini bisa menjadi pilihan menarik. Menu yang sederhana dengan harga terjangkau serta suasana yang akrab membuat banyak pengunjung betah menghabiskan waktu hingga larut malam.
Lokasi: Jl. Galunggung No.58M, Gading Kasri, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur
Jam operasional: 17.17–01.30 WIB
Harga menu: Rp1.000–Rp25.000
5. Angkringan Podjok
Angkringan Podjok menjadi salah satu tempat yang cukup dikenal di kawasan Merjosari. Dengan jam operasional yang panjang, tempat ini sering dijadikan lokasi untuk nongkrong santai, berdiskusi, hingga mengerjakan tugas bersama teman.
Lokasi: Jl. Mertojoyo No.318, Merjosari, Kec. Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur
Jam operasional: 08.00–00.00 WIB
Harga menu: Rp1.000–Rp25.000
6. Angkringan Malioboro Suhat
Kawasan Soekarno-Hatta memang dikenal sebagai salah satu pusat aktivitas mahasiswa di Malang. Tidak heran jika Angkringan Malioboro Suhat cukup ramai dikunjungi, terutama pada malam hari ketika banyak mahasiswa mencari tempat makan sekaligus bersantai.
Lokasi: Jl. Soekarno Hatta No.83, Mojolangu, Kec. Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur
Jam operasional: 18.00–02.00 WIB
Harga menu: Rp1.000–Rp25.000
7. Angkringan 19
Bagi yang gemar berburu kuliner malam, Angkringan 19 bisa menjadi pilihan menarik karena buka hingga dini hari. Suasananya yang santai membuat tempat ini sering menjadi tujuan untuk mengobrol, menikmati kopi, atau sekadar melepas penat setelah aktivitas panjang.
Lokasi: Jl. Patimura No.71A, Klojen, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur
Jam operasional: 20.30–04.00 WIB
Harga menu: mulai Rp1.000 per menu
Tempat Sederhana yang Selalu Punya Cerita
Daya tarik angkringan di Kota Malang tidak hanya terletak pada harga makanannya yang terjangkau. Banyak orang datang karena suasana yang tercipta di tempat-tempat seperti ini terasa lebih santai dan akrab. Tidak ada kesan terburu-buru, sehingga pengunjung bisa menikmati waktu bersama teman maupun keluarga dengan lebih nyaman.
Bagi sebagian mahasiswa, angkringan juga menjadi tempat untuk berdiskusi dan bertukar cerita setelah menjalani perkuliahan. Sementara bagi pekerja, suasana sederhana yang ditawarkan menjadi cara untuk melepas penat sebelum kembali beraktivitas keesokanharinya.
Perkembangan tempat nongkrong di Malang memang terus berjalan dari tahun ke tahun. Namun, angkringan di Kota Malang tetap mampu mempertahankan eksistensinya di tengah perubahan tren tersebut.
Suasana hangat, harga yang bersahabat, dan konsep yang sederhana membuat angkringan tetap memiliki penggemar dari berbagai kalangan. Mulai dari mahasiswa, pekerja, hingga komunitas, banyak yang masih memilih angkringan sebagai tempat untuk menikmati malam dengan cara yang lebih santai dan berkesan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Annisa Syalsyavia/Magang
Editor: Dwi Lindawati








