BLITAR, Tugujatim.id – Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Blitar melayangkan peringatan serius kepada pemkot terkait lambatnya serapan belanja daerah 2026. Hingga April lalu, realisasi serapan anggaran Kota Blitar tercatat masih minim di bawah angka 30 persen.
Anggota Komisi III DPRD Kota Blitar dari Fraksi PKB Totok Sugiarto menyebut realisasi belanja daerah sejauh ini belum berdampak pada pembangunan fisik karena masih didominasi oleh pos pengeluaran rutin.
Baca Juga: IPAL Bermasalah, 28 SPPG di Blitar Dihentikan Sementara oleh BGN
“Berdasarkan informasi terkini per April 2026, capaian serapan atau realisasi belanja ini kurang dari 30 persen. Nah, itu pun masih didominasi belanja pegawai. Untuk belanja modal, ini masih jauh dari harapan kami,” ujar Totok kepada Tugujatim.id.
Dia pun mendesak Pemkot Blitar mempercepat belanja modal sektor konstruksi. Langkah ini penting guna menghindari penumpukan proyek di akhir tahun yang berisiko menurunkan kualitas pengerjaan.
Khawatir Proyek Menumpuk di Akhir Tahun
Totok merinci, percepatan harus dilakukan pada total belanja modal sebesar Rp60 miliar serta pos belanja barang dan jasa yang mencapai Rp386 miliar agar roda perekonomian daerah berputar optimal.
Sesuai data yang dihimpun, komponen belanja modal yang harus dikebut meliputi anggaran jalan, jaringan, dan irigasi Rp24,5 miliar; gedung dan bangunan Rp21 miliar; peralatan dan mesin Rp11,3 brittle; serta pengadaan tanah Rp2,9 miliar.
Keterlambatan ini dinilai mengkhawatirkan karena Pemkot Blitar memikul tanggung jawab menuntaskan 10 proyek strategis tahun ini. Di antaranya revitalisasi Sirkuit Sentul Rp8,1 miliar, outbound Gedog Ecopark Joko Pangon tahap 3 Rp4 miliar, dan Blitar Trade Center (BTC) Rp2,5 miliar.
Totok mewanti-wanti agar seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) segera mengeksekusi program kerja yang ada.
“Untuk belanja modal utamanya dari sektor kegiatan kegiatan konstruksi untuk segera didahulukan. Jangan sampai terjadi penumpukan anggaran di akhir tahun atau bendol mburi,” tandasnya.
Targetkan Juni-Juli Semua Proyek Fisik Berjalan
Sementara itu, Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin menjelaskan, rendahnya serapan belanja modal terjadi karena mayoritas OPD masih menyelesaikan tahapan perencanaan.
Pria yang akrab disapa Mas Ibin ini mengakui proyek fisik belum terlihat di lapangan. Namun, dia memastikan proses lelang akan segera berjalan dalam waktu dekat.
Baca Juga: Sekolah Rakyat Kota Blitar Bakal Tampung 150 Siswa “Titipan” dari Malang dan Batu
“Memang teman-teman OPD butuh waktu pada tahap perencanaan, sekarang akan naik ke tahapan lelang. Saya minta dipercepat. Mei lalu, tahapannya memang fokus ke perencanaan,” ungkapnya.
Meski ada kendala teknis yang memicu penjadwalan ulang (reschedule) beberapa proyek, Mas Ibin menargetkan seluruh pengerjaan fisik mulai berjalan pada periode Juni hingga Juli mendatang.
“Target saya, seluruh pengerjaan pasti sudah harus dilaksanakan Juni-Juli. Sehingga nanti saat perubahan anggaran keuangan (PAK), pengerjaan yang tidak maksimal atau ada efisiensi anggaran saat lelang bisa segera dialihkan agar September lebih maksimal,” tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Moch. Luki Azhari
Editor: Dwi Lindawati








