TUBAN, Tugujatim.id – Sebanyak 80 Kasus kecelakaan kerja di Tuban sepanjang 2024. Dari jumlah tersebut perjalanan menuju dan pulang dari tempat kerja masih menjadi faktor dominan dalam kecelakaan kerja di wilayah ini. Angka ini sedikit menurun atau selisih satu kasus dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang mencapai 81 kasus.
Berdasarkan data dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Timur, 45 dari total kasus tersebut merupakan kecelakaan lalu lintas yang terjadi saat pekerja berada dalam perjalanan. Sementara itu, 35 insiden lainnya berlangsung di area kerja, dengan dua kasus di antaranya berujung pada kematian.
Pengawas Tenaga Kerja Disnakertrans Jatim Subkorwil Tuban, Erny Kartikasari mengungkapkan, salah satu korban meninggal dunia secara mendadak di tempat kerja, sedangkan korban lainnya mengalami luka bakar fatal saat memperbaiki peralatan.
“Rata-rata kecelakaan ini disebabkan oleh human error, selain juga kondisi peralatan dan tempat kerja yang belum memenuhi standar keamanan,” jelasnya, Rabu (15/1/2025).
Erny menekankan, faktor kelalaian pekerja masih menjadi tantangan utama dalam mengurangi angka kecelakaan kerja. Sebagian besar insiden disebabkan oleh kurangnya perhatian terhadap prosedur keselamatan.
Hal ini menunjukkan perlunya pendekatan yang lebih strategis dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya keselamatan kerja.
Dalam upaya mengatasi persoalan ini, pihaknya terus melakukan berbagai langkah pencegahan. Program edukasi dan pelatihan keselamatan kerja digencarkan, baik untuk pekerja maupun pelaku usaha.
“Kami rutin memberikan sosialisasi terkait pentingnya membangun budaya K3 di lingkungan kerja,” tambahnya.
Selain itu, Erny juga mengingatkan, upaya menekan angka kecelakaan kerja membutuhkan kerja sama dari semua pihak, termasuk pengusaha yang harus memastikan tempat kerja mereka aman dan sesuai standar.
“Kami selalu mendorong pemilik usaha dan tenaga kerja untuk menjadikan K3 sebagai prioritas utama dalam aktivitas sehari-hari,” pungkasnya.
Meskipun jumlah kecelakaan kerja menurun, tantangan besar masih ada. Khususnya untuk mengurangi kecelakaan saat perjalanan kerja, diperlukan sinergi antara pemerintah, perusahaan, dan para pekerja dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman dan mendorong disiplin di jalan. Ke depan, langkah-langkah ini diharapkan mampu menciptakan perubahan positif bagi keselamatan kerja di Tuban.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter : Mochamad Abdurrochim
Editor: Darmadi Sasongko








