9 Ciri The Hollow Man, Manusia Modern yang Terjebak dalam Masa Lalu, Apa Kamu Termasuk?

The Hollow Man. (Foto: Pixabay/Tugu Jatim)
Ilustrasi orang kecewa. (Foto: Pixabay)

MALANG, Tugujatim.id – Pernahkah Anda merasa seperti terjebak dalam kerangkeng ketidakpastian? Bahkan, Anda merasa tidak bisa menerawang masa depan dan selalu terjebak dalam masa lalu? Barangkali kamu termasuk salah satu jenis manusia, yaitu the hollow man atau manusia kosong.

The hollow man itu orang yang kehilangan makna, selalu resah setiap kali harus mengambil keputusan dan lain-lainnya. Gagasan the hollow man dicetuskan Rollo May.

Dia mendefinisikan hollow man sebagai manusia yang terjebak dalam kerangkeng ketidakpastian. Hollow man sebenarnya seorang manusia modern, tapi hatinya selalu terjebak di masa lalu. Karena terjebak dalam ketidakpastian, mereka menjadi manusia modern yang rapuh, sulit mengambil keputusan, selalu goyah, dan tak mampu memutuskan jalan hidupnya sendiri.

Berdasar gagasan hollow man tersebut, May kemudian menjelaskan masalah-masalah yang kerap ditemui manusia modern saat ini. Berikut ini Tugu Jatim akan merangkum masalah-masalah manusia modern yang dilansir dari gagasan May.

1. Kehampaan

Kehampaan adalah kondisi saat seorang manusia tak tahu apa lagi yang diinginkannya. Karena tak punya langkah lagi, mereka cenderung menjadi manusia yang outer-directed atau hanya mengikuti jejak-jejak langkah orang lain.

2. Kesepian

Siapa yang tidak pernah merasakan kesepian yang sangat khas dengan manusia modern. Kesepian diakibatkan dari sebuah keterasingan. Hal itu disebabkan diri sendiri dengan cara menarik diri atau keterasingan yang disebabkan alienasi oleh kelompok masyarakat.

3. Kecemasan

Rasa ini ditandai dengan adanya pemikiran yang takut kehilangan. Biasanya hal ini disebakan adanya perubahan traumatik yang terjadi sebelumnya.

4. Ketakutan

Siapa yang tak memiliki ketakutan? Semua orang pasti memilikinya. Seorang hollow man takut akan kesendirian.

May menuliskan sebuah ketakutan dalam bukunya yang berbunyi: “Aku dan bayanganku, sendiri, tak punya seorang juga ‘tuk menjadi curahan isi hati.” Inilah ketakutan yang dimaksud oleh May sebagai ketakutan manusia modern.

5. Kekhawatiran

May menjelaskan ciri-ciri kekhawatiran yang dimaksud yaitu: berkaitan dengan masa depan, hal yang membuat seseorang gelisah, bentuk pesimistis tanpa pengharapan.

6. Hilangnya Arti Diri

Kembali merujuk lirik Lagu Pejalan, “Siapakah kita ini manusia?” Begitulah yang dihadapi manusia modern, kehilangan arti diri.

7. Hilangnya Bahasa

Media komunikasi melalui bahasa memang digunakan untuk berinteraksi. Tapi, bahasa kehilangan maknanya sebagai penyampai isi hati. Bahasa terlalu lugas untuk menyampaikan “aku cinta kamu”. Hilangnya “rasa” bahasa tersebut membuat percakapan-percakapan manusia menjadi hampa.

8. Hilangnya Keterikatan dengan Alam

Manusia modern tak hanya kehilangan keterikatan dirinya dengan dirinya sendiri, tapi juga kehilangan keterikatan dengan alam. Hilangnya hutan-hutan Kalimantan menunjukkan bahwa manusia telah hilang ikatan dengan hutan.

9. Hilangnya Tragedi Kehidupan

Hidup manusia diisi banyak tragedi. Setiap tragedi menambah isi, nilai, dan kepercayaan diri baru kepada manusia. Bukankah kitab suci juga menceritakan tragedi agar umat setelahnya lebih bertakwa? Itu berarti tragedi sangat diperlukan dalam membentuk manusia yang tangguh. Hilangnya tragedi membuat seorang manusia tetap kosong dan hampa.

 

 


Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugujatim , Facebook Tugu Jatim
Youtube Tugu Jatim ID , dan Twitter @tugujatim