9 Istri Presiden Sukarno dan Kisahnya

9 Istri Presiden Sukarno dan Kisahnya

  • Bagikan
9 istri presiden Soekarno, (dari kanan) Oetari, Inggit Garnasih, Fatmawati, Hartini, Kartini Manoppo, Ratna Sari Dewi, Haryati, Yurike, dan Heldy Djafar./tugu jatim
9 istri presiden Soekarno, (dari kanan atas) Siti Oetari, Inggit Garnasih, Fatmawati, Hartini, Kartini Manoppo, Ratna Sari Dewi, Haryati, Yurike, dan Heldy Djafar. (Foto : Edited Gabriel Jhon)

Tugujatim.idPresiden pertama Indonesia, Ir. Sukarno tercatat secara resmi pernah menikah sembilan 9 kali. Sebagian masyarakat Indonesia mungkin hanya mengetahui Fatmawati sebagai satu-satunya istri Bung Karno. Namun, sebenarnya Fatmawati adalah istri ketiga Sang Proklamator.

Sembilan istri Sukarno tersebut antara lain,  Siti Oetari, Inggit Garnasih, Fatmawati, Hartini, Ratna Sari Dewi, Haryati, Yurike Sanger, Kartini Manoppo, dan Heldy Djafar. Kali ini akan dibahas istri-istri Bung Karno dan kisah cintanya.

1. Siti Oetari Tjokroaminoto

Istri pertama Sukarno bernama Siti Oetari Tjokroaminoto. Oetari merupakan putri HOS Tjokroaminoto, guru yang paling disegani oleh Sukarno sendiri. Sukarno dan Oetari menikah pada tahun 1921 di Surabaya, Jawa Timur. Saat menikah, Sukarno berumur 21 tahun. Sedangkan Oetari masih berumur 16 tahun.

Pernikahan mereka tidak berjalan baik dan akhirnya bercerai. Sukarno merasa tidak cocok dengan Oetari yang masih kekanak-kanakan. Pernikahan itupun bukan karena cinta, tetapi Sukarno menikahi Oetari untuk meringankan beban keluarga Tjokro, yang saat itu ibu Oetari, Suharsikin sedang sakit parah. Setelah bercerai dengan baik-baik, Sukarno meninggalkan Surabaya dan pindah ke Bandung.

2. Inggit Garnasih

Sukarno pindah ke Bandung untuk melanjutkan pendidikan di Technische Hoogeschool te Bandoeng (yang kini dikenal Institut Teknologi Bandung) pada tahun 1921. Dia bertemu dengan Inggit Garnasih. Saat itu Inggit masih merupakan istri sah Sanusi, saudagar dan anggota pergerakan Syarikat Islam Indonesia yang merupakan pemilik rumah di mana Sukarno ngekos selama di Bandung.

Di rumah kos tersebutlah tumbuh benih-benih cinta Sukarno dan Inggit. Saat itu Inggit berusia 13 tahun lebih tua. Keduanya menikah pada 24 Maret 1923 setelah Sanusi menceraikan Inggit.

Selama hampir 20 tahun Sukarno mengalami suka duka dengan Inggit memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Saat Sukarno dibuang ke Ende dan Bengkulu, Inggit adalah istri setia yang terus mendampingi Bung Karno. Sayangnya, Inggit tak bisa memberikan Sukarno anak, sementara itu sang Proklamator menginginkannya. Dia menaruh hati pada Fatmawati. Akhirnya, keduanya bercerai tahun 1943 karena Inggit tidak mau dimadu. Dua tahun kemudian Indonesia merdeka.

3. Fatmawati

Fatmawati merupakan Istri ketiga Sukarno yang lebih dikenal luas oleh masyarakat Indonesia karena berjasa menjahit bendera pusaka merah putih. Ketika masa pembuangan Sukarno di Bengkulu, Sukarno bertemu Fatmawati yang juga anak angkatnya saat itu.

Sukarno masih suami sah Inggit. Hubungan keduanya kemudian membuat pernikahan Sukarno dengan Inggit berakhir. Sukarno berusia 42 tahun ingin menikahi Fatmawati yang saat itu berusia 20 tahun.

Setelah menikah, Fatmawati juga menjadi Ibu Negara pertama RI. Dari pernikahan itu, mereka dikaruniai lima orang anak, yakni Guntur Soekarnoputra, Megawati Soekarnoputri, Rachmawati Soekarnoputri, Sukmawati Soekarnoputri, dan Guruh Soekarnoputra.

4. Hartini

Kisah cinta Sukarno dan Hartini bermula ketika mereka bertemu dalam peresmian teater Ramayana di Candi Prambanan tahun 1952. Saat itu Sukarno sudah menjabat sebagai Presiden RI dan Hartini adalah janda berumur 28 tahun yang memiliki lima anak.

Pada Juli 1953, Sukarno dan Hartini menikah secara sederhana dan tertutup di istana Cipanas. Hartini pun menjadi istri kedua dari Presiden RI pertama tersebut. Dari Sukarno, Hartini dikaruniai dua anak, yaitu Taufan Soekarnoputra dan Bayu Soekarnoputra. Hartini juga diketahui mendampingi Presiden Sukarno menemui tamu-tamu kenegaraan.

5. Kartini Manoppo

Kartini Manoppo adalah wanita asal Bolaang Mongondow, Sulawesi. Kartini Manoppo berprofesi sebagai seorang pramugari Garuda Indonesia dan juga model.

Sukarno yang mendatangi pameran lukisan Basuki Abdullah, tertarik setelah melihat sosok Kartini yang terlukis di atas kanvas. Setelah ditanya siapa model dan alamatnya, Sukarno pun meminta Sekretaris Negara agar menyurati maskapai Garuda supaya Kartini mengikuti festival pramugari.

Setelah bertemu di Istana, Sukarno menyatakan cintanya. Mereka menikah pada tahun 1959. Saat sedang mengandung, Kartini dilarikan ke Jerman akibat situasi panas penistiwa G30 S dan dikaruniai anak bernama Totok Suryawan Soekarnoputra.

6. Ratna Sari Dewi

Istri keenam Sukarno ini memang tidak asing bagi publik, yaitu Ratna Sari Dewi yang lahir dengan nama Naoko Nemoto, Jepang. Sukarno dan Dewi bertemu saat kunjungannya ke Jepang pada 1959. Melalui seseorang, Dewi yang merupakan pengisi acara dalam acara penyambutan tamu negara berkenalan dengan Sukarno ketika berada di Hotel Imperial, Tokyo.

Namun hubungan keduanya mengalami tuduhan bahwa sarat akan kepentingan politik. Tapi akhirnya mereka menikah di tahun 1962 saat Sukarno berumur 57 tahun sedangkan Dewi berumur 19 tahun. Dari pernikahan tersebut mereka mempunyai satu anak bernama Kartika Sari Dewi Sukarno.

Menjelang turunnya kekuasaan Sukarno, Dewi meninggalkan Indonesia untuk menetap di Paris, Prancis. Sejak 1983, Dewi kembali ke Jakarta hingga 2008, lalu kembali ke Jepang dan menetap di Shibuya. Dewi Sukarno kini berusia 81 tahun masih aktif berkarya melalui channel YouTube pribadinya.

7. Haryati

Haryati merupakan penari dan staf sekretaris negara bidang kesenian. Haryati berasal dari Ponorogo, lahir pada 24 Agustus 1940.

Sukarno dan Haryati yang saat itu berusia 23 tahun menikah pada 21 Mei 1963 dengan sederhana. Namun, Haryati dikenal paling tidak akur dengan istri atau keluarga istri Sukarno yang lain. Akhirnya mereka bercerai pada tahun 1966.

8. Yurike Sanger

Istri selanjutnya adalah Yurike Sanger. Sukarno bertemu dengannya saat dia menjadi anggota Bhineka Tunggal Ika dalam upacara bendera tahun 1963. Saat itu Yurike bertatus pelajar SMA. Presiden Sukarno jatuh cinta pada pandangan pertama. Dia memberikan perhatian lebih kepada Yurike, diajak berbicara hingga diantar pulang.

Mereka akhirnya menikah pada 6 Agustus 1964 meskipun selisih umur yang sangat jauh. Tiga tahun kemudian, Presiden Sukarno dilengserkan dan menjadi tahanan rumah di Wisma Yaso meminta Yurike untuk bercerai demi masa depan dia sendiri.

9. Heldy Djafar

Istri terakhir atau yang kesembilan ialah Heldy Djafar. Heldy Djafar adalah seorang wanita asal Tenggarong, Kutai Kartanegara yang lahir pada 11 Juni 1947. Heldy tergabung dalam Barisan Bhineka Tunggal Ika, Pengibar bendera pusaka.

Pada 11 Juni 1966, Presiden Sukarno menikahi Heldy di Istana, tepatnya di Wisma Negara. Saat menikah, usia Heldy masih sangat muda, yakni 18 tahun sementara Sukarno sudah berusia 65 tahun.

Pernikahan mereka hanya bertahan selama dua tahun. Kondisi politik yang tidak menentu membuat komunikasi keduanya tidak berjalan lancar, dan Sukarno menjadi tahanan di Wisma Yaso. Heldy sempat mengucapkan ingin berpisah namun Sukarno tetap ingin mempertahankan pernikahan itu.

  • Bagikan