• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Mantan Menteri Pendidikan Prof Dr Ir KH Mohammad Nuh DEA saat sesi wawancara terkait alat deteksi Covid-19 "i-nose c-19" di Rumah Sakit Islam (RSI) Jemursari Surabaya, bersama Guru Besar ITS Surabaya selaku pembuat alat screening Prof Drs Ec Ir Riyanarto Sarno MSc PhD, Senin (22/02/2021). (Foto: Rangga Aji/Tugu Jatim)

Mantan Menteri Pendidikan Prof Dr Ir KH Mohammad Nuh DEA saat sesi wawancara terkait alat deteksi Covid-19 "i-nose c-19" di Rumah Sakit Islam (RSI) Jemursari Surabaya, bersama Guru Besar ITS Surabaya selaku pembuat alat screening Prof Drs Ec Ir Riyanarto Sarno MSc PhD, Senin (22/02/2021). (Foto: Rangga Aji/Tugu Jatim)

Mantan Menteri Pendidikan Prof Nuh: Alat Screening i-nose c-19 Itu Cepat, Murah, dan Aman!

Redaksi by Redaksi
5 years ago
in News, Pendidikan
0
Share on FacebookShare on Twitter

SURABAYA, Tugujatim.id – Mantan Menteri Pendidikan Nasional Periode 2009-2014 sekaligus Ketua Yayasan Rumah Sakit Islam (RSI) Surabaya Prof Dr Ir KH Mohammad Nuh DEA menyampaikan jika membahas alat screening perlu memenuhi 3 syarat utama. Prof Nuh menjelaskan, 3 syarat itu adalah cepat, murah, dan aman.

“Jika berkenan untuk bekerja sama, mari kita sama-sama ikut menyelesaikan pandemi Covid-19 ini. Alat screening yang dikembangkan oleh Guru Besar (Gubes) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya selaku pembuat alat screening Covid-19 bernama “i-nose c-19” Prof Drs Ec Ir Riyanarto Sarno MSc PhD itu adalah alat untuk screening. Karena itu harus memenuhi 3 syarat,” terang Prof Nuh pada pewarta Tugu Jatim saat doorstop di Ruang Pertemuan, Lantai 3, RSI Jemursari Surabaya, Senin siang (22/02/2021).

You might also like

Surabaya

Dishub Surabaya Pasang Foto Jukir di Rambu Parkir Digital

04/06/2026 8:52 PM
Bayi Laki-laki

Penemuan Bayi Laki-laki Dalam Tas Gegerkan Warga Rengel Tuban

04/06/2026 3:30 PM

Dia menjelaskan, syarat pertama mengenai harga “murah” atau screening-nya terjangkau oleh masyarakat luas. Terbukti, Prof Nuh menjelaskan, alat screening i-nose c-19 hanya dibanderol Rp 10 ribu, bahkan dipatok harga di bawah itu, untuk perorangan yang ingin screening Covid-19.

“Pertama, dari biaya sendiri harus sangat terjangkau, tadi sudah disampaikan oleh Prof Riyan bahwa tidak sampai Rp 10 ribu (per orang untuk sekali screening, red),” imbuhnya.

Selain itu, Prof Nuh menyebut, yang kedua ialah cara kerja “cepat”. Mengingat bila memakai PCR memerlukan waktu yang tidak sebentar, tapi untuk i-nose c-19 hanya menunggu 2-3 menit dan hasilnya sudah diterima melalui WhatsApp.

“Kedua, kecepatan untuk screening karena kalau lambat, nunggu satu jam, dua jam, tiga jam, empat jam, sudah selesai. Ini kecepatannya hanya 2-3 menit sudah dapat disimpulkan hasilnya bagaimana, positif atau negatif Covid-19,” lanjutnya.

Sedangkan untuk ketiga, Prof Nuh menegaskan, yaitu “aman”. Alat screening i-nose c-19 ini memakai sampel bau keringat di ketiak yang tidak termasuk menular. Jadi, aman bila dipakai oleh banyak orang. Inilah yang menjadi kelebihan i-nose c-19 dengan alat screening lainnya.

“Ketiga, itu aman. Sangat aman. Ketiak ini termasuk aman, tidak ada zat menular. Yang menular biasanya dari sini (sambil menunjuk bagian wajah, red). Maka dari itu, setelah dari sini nanti, baik yang dites untuk para pasien yang sudah positif, juga untuk pasien yang mau screening di depan,” tuturnya.

Rencananya, i-nose c-19 bakal menjalani uji profile dan uji diagnosis agar lebih memiliki akurasi hasil yang tinggi. Bakal dibantu prosesnya oleh RSI Jemursari dan RSI Ahmad Yani agar proses uji profile dan uji diagnosis memperoleh sampel yang ideal. Prof Nuh menyampaikan, perlu proses “learning” dari “artificial intelligence” terlebih dahulu.

“Jadi, pas masuk kami belum tahu, harus dicek dulu. Sebelum ke PCR pakai alat ini sehingga bisa dibandingkan nanti. PCR berapa, positif atau negatif, kalau i-nose c-19 berapa, positif atau negatif. Nanti dipelajari semua, ada learning proses di situ. Ini luar biasa,” ucapnya.

“Ini tidak menggantikan PCR, tapi kalau PCR itu kan lama ya. Terus harganya juga tinggi. Ini perlu penanganan secara cepat, ketika hasil tes antara i-nose c-19 dan PCR sama, mereka bisa dipakai di depan. Tapi, dia (i-nose c-19, red) tidak bisa dipakai untuk menggantikan,” imbuhnya.

Sebagai informasi, untuk alat screening i-nose c-19 sendiri bakal disediakan 2 mesin di RSI Jemursari Surabaya dan 2 mesin di RSI Ahmad Yani Surabaya. Kedua mesin itu bakal diletakkan di bagian depan RS dan bagian perawatan RS masing-masing. (Rangga Aji/ln)

 

Tags: alat deteksiAlat screeningalat screening murahcovid-19i-nose c-19inovasiITSSurabaya
Redaksi

Redaksi

Related Stories

Surabaya

Dishub Surabaya Pasang Foto Jukir di Rambu Parkir Digital

by Mochamad Abdurrochim
04/06/2026 8:52 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id- Sebagai upaya meningkatkan transparansi Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, memasang foto juru parkir (jukir) pada rambu parkir digital di...

Bayi Laki-laki

Penemuan Bayi Laki-laki Dalam Tas Gegerkan Warga Rengel Tuban

by Mochamad Abdurrochim
04/06/2026 3:30 PM
0

TUBAN, Tugujatim.id – Warga Desa Rengel, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban digegerkan dengan penemuan bayi laki-laki dalam kondisi meninggal dunia di...

Event tahunan di Banyuwangi.

Alasan Tak Pernah Sepi Wisatawan, 7 Event Tahunan di Banyuwangi Ini Selalu Jadi Magnet Pengunjung

by Dwi Linda
04/06/2026 1:57 PM
0

BANYUWANGI, Tugujatim.id – Event tahunan di Banyuwangi, Jatim, jadi salah satu magnet wisata yang selalu ramai dikunjungi wisatawan. Selain memiliki...

Jemaah haji Kabupaten Malang.

Update 2 Jemaah Haji Kabupaten Malang Wafat di Makkah, Sakit Sempat Dirawat di RS

by Dwi Linda
04/06/2026 1:00 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Kabar duka datang dari dua jemaah haji Kabupaten Malang yang meninggal dunia di Makkah, Arab Saudi. Mereka...

Next Post
Performance art dadakan bagian pertama dari Malang Performance Art Community di Jalan Basuki Rahmat, Kayutangan, Kota Malang, Senin (22/02/2021). (Foto: Azmy/Tugu Jatim)

Mapac Kritisi Pemkot Malang soal Kayutangan Heritage melalui Performance Art Dadakan

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID