• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
cholifatul nur tugu jatim

Cholifatul Nur, ibu dari korban Tragedi Kanjuruhan. Foto: Aisyah Nawangsari/Tugu Jatim

Perjuangan Cholifatul Nur Cari Anaknya yang Jadi Korban Tragedi Kanjuruhan

Lizya Kristanti by Lizya Kristanti
4 years ago
in Peristiwa
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG, Tugujatim.id – Cholifatul Nur menceritakan kisahnya mencari mendiang anaknya, Jofan Farelino yang meninggal saat tragedi Kanjuruhan. Saat itu, ia mendapat kabar bahwa putra semata wayangnya tak sadarkan diri usai menonton pertandingan Arema FC dan Persebaya Surabaya, pada Sabtu (1/10/2022) lalu.

Kabar tersebut ia terima dari teman anaknya. Perempuan yang akrab dipanggil Ifa tersebut saat itu tengah berada di rumah dan bersiap untuk istirahat. Begitu menerima kabar, ia langsung bergegas menuju Stadion Kanjuruhan yang berjarak 20 kilometer dari rumahnya dengan memakai baju tidur.

You might also like

Truk di Jombang.

Motor Bonceng 3 Kecelakaan Maut vs Truk di Jombang, Seorang Pelajar Tewas

18/06/2026 12:09 PM
Surabaya

Malam Pengesahan Warga Pesilat, Aksi Tawuran Terjadi di Surabaya

17/06/2026 3:34 PM

Pertandingan Arema FC melawan Persebaya Surabaya baru usai. Puluhan ribu orang masih memadati jalanan di sekitar Stadion Kanjuruhan. Ifa melihat akses masuk melalui gerbang utama ditutup. Iapun turun dari sepeda motor di simpang empat Yon Zipur 5 yang berada tak jauh dari Stadion Kanjuruhan. Ia meminta orang yang mengantarnya untuk menunggu di sana.

Tak mau berlama-lama dengan mencoba masuk lewat gerbang utama, Ifa memilih menyusuri got yang ada di sekitar Stadion Kanjuruhan. “Saya nggak lewat pintu utamanya. Kan itu kayaknya enggak boleh ya lewat pintu utama. Saya itu loncat di got sebelumnya pintu itu,” kenangnya, pada Rabu (7/12/2022).

Sesampainya di Stadion Kanjuruhan, ia melihat kepulan gas air mata memenuhi area parkir. Polisi masih menembakkan gas air mata di bagian luar stadion. Meski demikian, ia tak mundur. Ia menerobos kepulan gas air mata untuk mencari anak semata wayangnya.

“Saat saya masuk ke Kanjuruhan itu masih banyak gas air mata yang ditembakkan ke daerah parkir. Di luar itu masih banyak asap-asapnya. Tapi saya cuma lihat saja. Saya lari, fokus untuk mencari almarhum anak saya,” ucapnya.

Beruntung, ia dibantu oleh seseorang yang tidak ia kenal untuk mencari anaknya. Ifa meminta diantar menuju ke gate 7 karena berdasarkan info yang ia terima, anaknya berada di sana.

Namun, ia kemudian mendapat telepon bahwa anaknya telah dibawa ke area VIP dengan harapan segera mendapat bantuan ambulans. Namun, bantuan tak kunjung datang hingga Jofan mengembuskan nafas terakhir.

Menurur Ifa, kondisi tubuh Jovan saat itu sangat memprihatinkan. Warna kulit dan kukunya menghitam, sementara bagian keningnya putih. Meski diseka dengan tisu basah, warna hitam di kulit tersebut sulit hilang.

“Anak berangkat masih cakep, tahu-tahu sudah menghitam semua. Kukunya dan kulitnya hitam. Semuanya hitam. Saya buka kaosnya, (kulit) yang ketutup kaos masih putih. Yang ini (tidak tertutup kaos) sudah hitam semua,” kata Ifa.

Ifa juga melihat busa yang mengering di mulut Jofan. Sementara hidung dan telinganya mengucurkan darah. “Sewaktu anak saya ditemukan oleh yang menolong, hidungnya keluar darah dan mulutnya berbusa,” ucapnya.

Menurut Ifa, kondisi tubuh Jofan utuh dan hanya mengalami sedikit lecet karena terjatuh. “Dia jatuh karena pingsan. Kata teman anak saya, dia sempat terinjak setelah pingsan. Sebelumnya itu nggak terinjak. Pingsannya itu karena gas itu tadi. Dia nggak bisa nafas, kemudian pingsan,” ucapnya.

Mengetahui kondisi anaknya sudah tak bernyawa, Ifa meminta bantuan TNI untuk membawa anaknya ke rumah sakit. “Saya mau memastikan anak saya ini benar-benar sudah nggak ada atau bagaimana,” ucapnya.

Sesampainya di rumah sakit, Ifa mendapat kepastian bahwa Jofan sudah tiada. Namun, ia tak bisa mendapat rekam medis ataupun surat kematian dari rumah sakit karena Jofan sudah meninggal sebelum dibawa ke sana.

Dengan berat hati, Ifa membawa jenazah Jofan pulang ke rumahnya di Desa Kasembon, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Ifa berharap, keadilan dapat ditegakkan dan siapapun yang bertanggung jawab atas peristiwa ini dihukum dengan semestinya. “Bukan hanya yang menembak, tetapi semuanya, termasuk panpelnya. Semuanya harus diusut. Saya cuma berharap itu,” pungkasnya.

Tags: cholifatul nurKabupaten Malangtragedi kanjuruhan
Lizya Kristanti

Lizya Kristanti

Related Stories

Truk di Jombang.

Motor Bonceng 3 Kecelakaan Maut vs Truk di Jombang, Seorang Pelajar Tewas

by Dwi Linda
18/06/2026 12:09 PM
0

JOMBANG, Tugujatim.id – Kecelakaan maut kembali terjadi di Jombang. Kali ini, adu banteng antara sepeda motor dengan truk di Jombang...

Surabaya

Malam Pengesahan Warga Pesilat, Aksi Tawuran Terjadi di Surabaya

by Mochamad Abdurrochim
17/06/2026 3:34 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Warga Jalan Kalijudan gang 10, 12 dan 14, Kecamatan Mulyorejo, Surabaya, Rabu (17/06/2026) sekitar pukul 00.30 WIB...

Pantai Pangi.

6 Hari Terombang-ambing di Pantai Pangi Blitar, Santriwati Kediri Ditemukan Meninggal Terjepit di Batu Karang

by Dwi Linda
17/06/2026 2:16 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Operasi pencarian besar-besaran terhadap santriwati asal Kabupaten Kediri yang terseret ombak di Pantai Pangi, Kecamatan Bakung, Kabupaten...

DPRD Kota Malang.

Temui Massa Aksi, Ketua DPRD Kota Malang Sepakat Hentikan MBG dan Kopdes Merah Putih

by Dwi Linda
15/06/2026 8:54 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Ketua DPRD Kota Malang sekaligus Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Malang Amithya Ratnanggani Sirraduhita menyatakan sepakat menghentikan...

Next Post
tragedi kanjuruhan tugu jatim

Keluarga Korban Tragedi Kanjuruhan Gelar Doa Bersama di Malang

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID