• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Film Raya and The Last Dragon akan menjadi wajah keberagaman budaya d Asia Tenggara. (Foto: Disney) tugu jatim

Film Raya and The Last Dragon akan menjadi wajah keberagaman budaya d Asia Tenggara. (Foto: Disney)

Raya and The Last Dragon: Film Disney yang Angkat Keberagaman Budaya di Asia Tenggara

Redaksi by Redaksi
5 years ago
in Entertainment, News
0
Share on FacebookShare on Twitter

Tugujatim.id – Disney kembali menelurkan film animasi yang mengangkat tema kedaerahan dan kebudayaan. Kali ini, dalam film terbarunya berjudul Raya and The Last Dragon, perusahaan media dan hiburan asal Amerika Serikat tersebut bakal mengangkat ragam kebudayaan di Asia Tenggara.

Ya, film Raya and The Last Dragon bakal berusaha mengomparasikan unsur klasik dan modern secara bersamaan. Di mana keseluruhan cerita tentang budaya, citra, dan mitologi di Asia Tenggara. Genre yang diusung merupakan film keluarga untuk segala usia.

You might also like

Surabaya

Dishub Surabaya Pasang Foto Jukir di Rambu Parkir Digital

04/06/2026 8:52 PM
Bayi Laki-laki

Penemuan Bayi Laki-laki Dalam Tas Gegerkan Warga Rengel Tuban

04/06/2026 3:30 PM

Film ini berlatar di negeri fantasi Kumandra, yang menurut pihak Disney terinspirasi dari  budaya Asia Tenggara. Ceritanya tentang pencarian pahlawan perempuan saat mencari naga dongeng Sisu untuk memulihkan dunia yang rusak. Saat ini, film tersedia di Disney + hotstar dengan akses Premier dan di bioskop tertentu sejak 5 Maret 2021.

Film Raya and The Last Dragon Terinspirasi dari Budaya Laos, Thailand, hingga Indonesia

Film Raya and The Last Dragon akan menjadi wajah keberagaman budaya d Asia Tenggara. (Foto: Disney)
Film Raya and The Last Dragon akan menjadi wajah keberagaman budaya d Asia Tenggara. (Foto: Disney)

Tidak tanggung, sebelum penggarapan film Raya and The Last Dragon, Disney berusaha keras untuk melakukan observasi demi pendalam film Raya And The Last Dragon. Sebelum pandemi, anggota tim produksi melakukan perjalanan ke Laos, Indonesia, Thailand, Vietnam, Kamboja, Malaysia, dan Singapura untuk mempelajari budaya.

Sutradara film Don Hall sangat piawai, ia menyajikan jalan cerita yang menghibur sekaligus menggugah pikiran. Dilansir dari BBC International, ia mengatakan pembuatan film di wilayah tersebut terinspirasi oleh perjalanan yang dilakukan tim pembuat film di sana. Film ini menampilkan imajinasi tentang seperti apa keadaan di kawasan itu ribuan tahun yang lalu.Jelas bahwa potongan-potongan budaya Asia Tenggara terlihat di film. Raya memakai topi yang mirip dengan Salakot, tutup kepala tradisional di Filipina.

Gerakan yang dilakukan Raya seperti silat, yang merupakan budaya Malaysia dan Indonesia. Sahabat Raya, yang juga alat transportasinya, bernama Tuk Tuk – sebutan untuk becak yang merupakan moda transportasi populer di kawasan Asia Tenggara.

Raya akan menjadi karakter kuat dalam film  Raya and The Last Dragon. Kisahnya guna menyatukan kembali rakyatnya, juga heroik menyelamatkan dunia. Film Raya and The Last Dragon tidak hanya mengandung pesan kemanusiaan untuk perdamaian di Asia Tenggara. Lebih dari itu ia akan menjadi representasi dari keragaman 11 negara dengan total penduduk sekitar 673 juta orang.

Ada beragam budaya yang berbeda, ada jutaan manusia yang hidup di dalamnya. Apakah identitas Asia Tenggara terwujud dalam film itu? Untuk menemukan jawaban sila tonton ‘Raya and The Last Dragon,’ yang saat sudah mulai tayang. (Dani Alifian/gg)

Tags: Asia TenggaraDisneyFilmrekomendasi film
Redaksi

Redaksi

Related Stories

Surabaya

Dishub Surabaya Pasang Foto Jukir di Rambu Parkir Digital

by Mochamad Abdurrochim
04/06/2026 8:52 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id- Sebagai upaya meningkatkan transparansi Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, memasang foto juru parkir (jukir) pada rambu parkir digital di...

Bayi Laki-laki

Penemuan Bayi Laki-laki Dalam Tas Gegerkan Warga Rengel Tuban

by Mochamad Abdurrochim
04/06/2026 3:30 PM
0

TUBAN, Tugujatim.id – Warga Desa Rengel, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban digegerkan dengan penemuan bayi laki-laki dalam kondisi meninggal dunia di...

Event tahunan di Banyuwangi.

Alasan Tak Pernah Sepi Wisatawan, 7 Event Tahunan di Banyuwangi Ini Selalu Jadi Magnet Pengunjung

by Dwi Linda
04/06/2026 1:57 PM
0

BANYUWANGI, Tugujatim.id – Event tahunan di Banyuwangi, Jatim, jadi salah satu magnet wisata yang selalu ramai dikunjungi wisatawan. Selain memiliki...

Jemaah haji Kabupaten Malang.

Update 2 Jemaah Haji Kabupaten Malang Wafat di Makkah, Sakit Sempat Dirawat di RS

by Dwi Linda
04/06/2026 1:00 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Kabar duka datang dari dua jemaah haji Kabupaten Malang yang meninggal dunia di Makkah, Arab Saudi. Mereka...

Next Post
Ali Ahmad, mantan Ketua DPC PKB Kabupaten Malang yang baru saja digantikan oleh HM Kholik pada Muscab V PKB, Minggu (7/3/2021) kemarin. (Foto: RAP/Tugu Malang/Tugu Jatim)

Tak Lagi Jabat Ketua DPC PKB Kabupaten Malang, Gus Ali Targetkan 16 Kursi di Parlemen

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID