• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Psikolog Unair.

Ilustrasi childfree menjadi pilihan bagi pasangan yang menginginkannnya. (Foto: Unsplash)

Psikolog Unair Surabaya: Pasangan Harus Berpikir Kritis sebelum Putuskan Childfree

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
3 years ago
in Kesehatan
0
Share on FacebookShare on Twitter

SURABAYA, Tugujatim.id – Childfree masih terus menjadi perbincangan hangat di tengah-tengah publik. Tidak sedikit para influencer dan pakar memberikan pandangannya terkait keputusan tidak ingin memiliki anak dalam sebuah hubungan pernikahan ini. Salah satunya dari psikolog Unair Surabaya.

Di Indonesia sendiri, pembahasan childfree mulai menduduki papan trending kala seorang influencer Tanah Air yang tinggal di Jerman bernama Gita Savitri mengungkapkan keputusannya tidak ingin menjadi orang tua. Hingga saat ini, di kalangan warganet Indonesia keputusan childfree masih menuai pro-kontra.

You might also like

Makan telur.

5 Manfaat Rutin Makan Telur Setiap Hari, Nomor Lima Jaga Kondisi Fit!

02/06/2026 6:06 PM
Self care trend.

5 Self Care Trend Juni 2026 yang Lagi Digemari Gen Z

28/05/2026 8:11 AM

Bahkan belakangan, perempuan yang akrab disapa Gitasav tersebut membalas salah satu komentar pengikutnya dengan mengatakan bahwa childfree dapat membuat awet muda.

“Not having kids is indeed natural anti aging. You can sleep for 8 hours every day, no stress hearing kids screaming. And when you finally got wrinkles, you have the money to pay fot botox,” tulisnya.

Tidak membutuhkan waktu lama, ragam komentar pro-kontra langsung ramai menjadi perbincangan netizen. Menanggapi hal tersebut, dosen psikologi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya Dr Nur Ainy Fardana menilai bahwa masyarakat harus bijak dalam menerima pilihan orang lain.

“Kami tidak boleh menghakimi pilihan seseorang karena hak untuk memiliki anak atau tidak merupakan pilihan pribadi. Terpenting, jangan mudah ikut arus dan masyarakat harus kritis,” kata Nur Ainy.

Bagi psikolog Unair ini, pasangan memutuskan untuk childfree tentu memiliki alasan tersendiri. Misalnya ingin fokus pada karir, hobi, trauma masa lalu, atau bahkan bisa saja berkenaan dengan masalah kesehatan yang dialami oleh pasangan.

“Terus bisa saja ada rasa takut memiliki tanggung jawab dan tidak dapat berkomitmen untuk menjaga seorang anak. Mungkin karena biaya hidup, takut anaknya mendapat ancaman kekerasan atau sebagainya,” ujarnya.

Nur Ainy menjelaskan, keputusan childfree memiliki dampak positif dan negatif. Pertama, dampak positif yang diterima pasangan yakni terhindar dari risiko penyakit, baik secara fisik maupun psikis. Kemudian, pasangan akan lebih fleksibel dalam menjalani kehidupannya karena tidak memiliki tanggung jawab dan tuntutan untuk menjaga seorang anak.

“Kedua, dampak negatifnya, tentu akan muncul rasa kesepian dan terisolasi karena tidak memiliki ruang untuk menyalurkan kasih sayangnya. Lalu tidak ada dukungan sosial maupun finansial ketika memasuki usia tua. Selain itu, tidak memiliki warisan genetik atau penerus ketika kelak kalau meninggal,” jelasnya.

Meski begitu, perempuan yang akrab disapa Neny tersebut berharap bahwa masyarakat yang ingin memutuskan untuk childfree harus melalui pemikiran yang matang dengan komunikasi secara intensif bersama pasangan.

“Pasangan harus bisa berpikir kritis. Mereka harus memikirkan secara betul bagaimana dampak negatif dan positifnya. Selain itu, mereka harus siap dengan berbagai tekanan yang diterima, baik dari masyarakat atau keluarga. Mengingat di lingkungan kita, keputusan childfree masih belum begitu lazim,” ujarnya.

Tags: Berita Kota Surabaya hari iniChildfreeChildfree adalahGita Savitri putuskan childfreeInfluencer Gita SavitriIsu childfreeKeputusan childfreeKota Surabaya hari iniPengertian childfreePsikolog UnairPsikolog Unair Surabaya
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Makan telur.

5 Manfaat Rutin Makan Telur Setiap Hari, Nomor Lima Jaga Kondisi Fit!

by Dwi Linda
02/06/2026 6:06 PM
0

Tugujatim.id - Telur jadi salah satu bahan makanan yang mudah ditemukan dan sering dikonsumsi sehari-hari. Selain praktis, makan telur juga...

Self care trend.

5 Self Care Trend Juni 2026 yang Lagi Digemari Gen Z

by Dwi Linda
28/05/2026 8:11 AM
0

Tugujatim.id – Self care trend 2026 sekarang mulai jadi pembahasan yang sering muncul di kalangan anak muda, terutama Gen Z....

Merek moisturizer terbaik.

8 Daftar Merek Moisturizer Terbaik Tahun 2026, Bantu Jaga Kulit Lembap dan Sehat

by Dwi Linda
16/05/2026 3:07 PM
0

Tugujatim.id – Penggunaan moisturizer atau pelembap wajah kini menjadi bagian penting dalam rutinitas perawatan kulit, terutama di kalangan remaja hingga...

Operasi katarak gratis

Pegadaian Gelar Operasi Katarak Gratis di Sidoarjo, 125 Warga Jalani Tindakan Medis

by Mochamad Abdurrochim
11/05/2026 2:56 PM
0

SIDOARJO, Tugujatim.id – PT Pegadaian Kantor Wilayah XII Surabaya kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung kesehatan masyarakat melalui program operasi katarak...

Next Post
ITS Surabaya.

Tinjau Kelanjutan Proyek Inspirasi, Nanyang Technological University Singapura Kunjungi ITS Surabaya

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID