• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Psikolog Unair.

Ilustrasi childfree menjadi pilihan bagi pasangan yang menginginkannnya. (Foto: Unsplash)

Psikolog Unair Surabaya: Pasangan Harus Berpikir Kritis sebelum Putuskan Childfree

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
3 years ago
in Kesehatan
0
Share on FacebookShare on Twitter

SURABAYA, Tugujatim.id – Childfree masih terus menjadi perbincangan hangat di tengah-tengah publik. Tidak sedikit para influencer dan pakar memberikan pandangannya terkait keputusan tidak ingin memiliki anak dalam sebuah hubungan pernikahan ini. Salah satunya dari psikolog Unair Surabaya.

Di Indonesia sendiri, pembahasan childfree mulai menduduki papan trending kala seorang influencer Tanah Air yang tinggal di Jerman bernama Gita Savitri mengungkapkan keputusannya tidak ingin menjadi orang tua. Hingga saat ini, di kalangan warganet Indonesia keputusan childfree masih menuai pro-kontra.

You might also like

Makanan tinggi protein.

Anak Kos Wajib Stok! 8 Makanan Tinggi Protein yang Awet dan Murah

15/07/2026 9:27 AM
Kasus TBC.

1.289 Kasus TBC Ditemukan di Kabupaten Malang, Pemkab Perkuat Skrining AI Percepat Deteksi Dini

04/07/2026 1:13 PM

Bahkan belakangan, perempuan yang akrab disapa Gitasav tersebut membalas salah satu komentar pengikutnya dengan mengatakan bahwa childfree dapat membuat awet muda.

“Not having kids is indeed natural anti aging. You can sleep for 8 hours every day, no stress hearing kids screaming. And when you finally got wrinkles, you have the money to pay fot botox,” tulisnya.

Tidak membutuhkan waktu lama, ragam komentar pro-kontra langsung ramai menjadi perbincangan netizen. Menanggapi hal tersebut, dosen psikologi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya Dr Nur Ainy Fardana menilai bahwa masyarakat harus bijak dalam menerima pilihan orang lain.

“Kami tidak boleh menghakimi pilihan seseorang karena hak untuk memiliki anak atau tidak merupakan pilihan pribadi. Terpenting, jangan mudah ikut arus dan masyarakat harus kritis,” kata Nur Ainy.

Bagi psikolog Unair ini, pasangan memutuskan untuk childfree tentu memiliki alasan tersendiri. Misalnya ingin fokus pada karir, hobi, trauma masa lalu, atau bahkan bisa saja berkenaan dengan masalah kesehatan yang dialami oleh pasangan.

“Terus bisa saja ada rasa takut memiliki tanggung jawab dan tidak dapat berkomitmen untuk menjaga seorang anak. Mungkin karena biaya hidup, takut anaknya mendapat ancaman kekerasan atau sebagainya,” ujarnya.

Nur Ainy menjelaskan, keputusan childfree memiliki dampak positif dan negatif. Pertama, dampak positif yang diterima pasangan yakni terhindar dari risiko penyakit, baik secara fisik maupun psikis. Kemudian, pasangan akan lebih fleksibel dalam menjalani kehidupannya karena tidak memiliki tanggung jawab dan tuntutan untuk menjaga seorang anak.

“Kedua, dampak negatifnya, tentu akan muncul rasa kesepian dan terisolasi karena tidak memiliki ruang untuk menyalurkan kasih sayangnya. Lalu tidak ada dukungan sosial maupun finansial ketika memasuki usia tua. Selain itu, tidak memiliki warisan genetik atau penerus ketika kelak kalau meninggal,” jelasnya.

Meski begitu, perempuan yang akrab disapa Neny tersebut berharap bahwa masyarakat yang ingin memutuskan untuk childfree harus melalui pemikiran yang matang dengan komunikasi secara intensif bersama pasangan.

“Pasangan harus bisa berpikir kritis. Mereka harus memikirkan secara betul bagaimana dampak negatif dan positifnya. Selain itu, mereka harus siap dengan berbagai tekanan yang diterima, baik dari masyarakat atau keluarga. Mengingat di lingkungan kita, keputusan childfree masih belum begitu lazim,” ujarnya.

Tags: Berita Kota Surabaya hari iniChildfreeChildfree adalahGita Savitri putuskan childfreeInfluencer Gita SavitriIsu childfreeKeputusan childfreeKota Surabaya hari iniPengertian childfreePsikolog UnairPsikolog Unair Surabaya
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Makanan tinggi protein.

Anak Kos Wajib Stok! 8 Makanan Tinggi Protein yang Awet dan Murah

by Dwi Linda
15/07/2026 9:27 AM
0

Tugujatim.id - Kamu anak kos yang lagi menjaga asupan makanan tinggi protein? Tapi kamu harus menyesuaikan dengan anggaran bulanan dan...

Kasus TBC.

1.289 Kasus TBC Ditemukan di Kabupaten Malang, Pemkab Perkuat Skrining AI Percepat Deteksi Dini

by Dwi Linda
04/07/2026 1:13 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang menemukan 1.289 kasus tuberkulosis (TBC) selama periode Januari hingga Mei 2026. Angka tersebut...

Minum teh.

Sering Minum Teh saat Makan? Ternyata Kebiasaan Ini Bisa Ganggu Penyerapan Zat Besi

by Dwi Linda
16/06/2026 6:14 PM
0

Tugujatim.id – Pembahasan mengenai kebiasaan minum teh saat makan ramai dibicarakan setelah muncul dalam salah satu episode kanal YouTube Suara...

Kota Blitar.

12.848 Warga Kota Blitar Alami Obesitas, 60 Persen Ternyata Perempuan Dewasa

by Dwi Linda
09/06/2026 6:13 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Tren kelebihan berat badan atau obesitas di Kota Blitar menunjukkan statistik yang mengejutkan. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota...

Next Post
ITS Surabaya.

Tinjau Kelanjutan Proyek Inspirasi, Nanyang Technological University Singapura Kunjungi ITS Surabaya

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID