MALANG, Tugujatim.id – Kursi taman di sepanjang Jalan Besar Ijen Kota Malang, Jawa Timur, beberapa kali viral usai digunakan mesum oleh muda-mudi.
Imbasnya, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang menyegel kurs-kursi itu. Kini, nasib kursi-kursi taman itu tak jelas apakah akan tetap disegel, kembali digunakan, atau bahkan dihilangkan.
Berdasarkan pantauan tugujatim.id, kursi-kursi taman tersebut dipasang bambu menyilang dengan diikat kawat agar tak digunakan. Beberapa kali segel itu tampak rusak atau terbuka dan kembali disegel oleh petugas.

Diketahui, penyegelan itu diterapkan untuk sementara waktu sembari menanti hasil kajian dari DLH Kota Malang untuk menentukan langkah apa yang akan diterapkan. Isu kursi taman bakal dihilangkan hingga diganti kursi single seat sempat mencuat.
Ketua Komisi A DPRD Kota Malang, Rahman Nurmala mengatakan bahwa memang ada dilema dalam menentukan masa depan kursi taman tersebut.
Namun, pihaknya telah mendesak DLH Kota Malang untuk segera menyelesaikan kajian terkait masa depan kursi taman itu. “Saya sudah mendesak DLH untuk segera menyelesaikan analisisnya, masak gak ada progresnya. Kan harus ada progresnya, titik mana yang perlu ada perlakuan khusus misalnya,” ucapnya, pada Minggu (26/2/2023).
Menurutnya, kursi taman itu disediakan untuk masyarakat. Misalnya untuk beristirahat sejenak hingga menikmati suasana sejuk di Kota Malang. Jika tetap disegel, tentu masyarakat akan dirugikan.
“Kalau memang sudah saatnya dibuka, ya dibuka saja. Kalau tak segera ditindaklanjuti kan masyarakat yang dirugikan. Itukan fasilitas untuk masyarakat,” kata dia.
Nurmala mengaku telah memberikan rekomendasi sebagai bahan kajian terkait masa depan kursi taman itu. Mulai kursi single seat, penambahan penerangan lampu, hingga memperketat pengawasan.
“Itu bagian dari kajiannya, rencananyakan akan ada kursi-kursi yang bundar-bundar gitu, single seat. Silahkan kalau itu memang yang terbaik bagi masyarakat,” ucapnya.
“Setiap keputusan pasti ada perspektifnya masing-masing. Kalau tetap seperti ini tentu harus ada peningkatan pengawasan, penambahan penerangan yang cukup. Selama inikan remang-remang. Kemudian kalau diganti tentu perlu anggaran lagi,” imbuhnya.
Dia berharap DLH Kota Malang bisa segera menyelesaikan kajiannya untuk menindaklanjuti masa depan kursi taman tersebut. Dengan demikian, masyarakat tak dirugikan dengan penggunaan anggaran untuk kebijakan yang tak jelas kepastiannya.
“Makanya akan kami pastikan kapan kajiannya selesai. Harapannya tentu bisa memberikan manfaat untuk masyarakat. Tetap kami tekankan agar ada langkah konkrit,” tandasnya.







