Tugujatim.id – Asosiasi Prodi atau Perkumpulan Prodi Pendidikan Bahasa Arab (PP-PBA) Indonesia menggandeng LAMDIK dalam penyelenggaraan seminar nasional bertajuk “Best Practice dan Kiat Sukses Penyusunan LED dan DKPS LAMDIK Menuju Program Studi Pendidikan Bahasa Arab Terakreditasi Unggul”, pada Sabtu, 4 Maret 2023.
DKPS (Data Kuantitatif Program Studi) merupakan berkas utama yang menjadi dasar penyusunan LED (Laporan Evaluasi Diri). Kedua hal ini harus dipahami secara baik oleh prodi yang akan mengajukan akreditasi.
Kegiatan ini dibuka oleh Ketua PP-PBA Indonesia, Dr Dedih Wahyudin MAg dari PBA UIN Bandung.
Narasumber utama dalam kegiatan ini adalah Kepala Divisi Pengembangan dan Evaluasi LAMDIK, Prof Dr Joko Nurkamto MPd.

Best practice penyusunan LED dan DKPS disampaikan oleh Kaprodi PBA UIN RMS Surakarta, Muhammad Zaenuri MPd yang telah meraih akreditasi prodi Unggul dan Kaprodi PBA STAI Dr KHEZ Muttaqien Purwakarta, Taufik Luthfi MPdI yang meraih akreditasi prodi Baik Sekali.


Webinar yang dimoderatori oleh Kaprodi PBA UNUJA Probolinggo, Dr Mualim Wijaya ini berlangsung efektif selama tiga jam dan banyak memberikan manfaat kepada prodi PBA Indonesia.

Webinar yang diikuti oleh 184 peserta ini mendapatkan respon bagus dari peserta. Berdasarkan evaluasi melalui google form, 95 persen peserta menyatakan bahwa kegiatan ini sangat bagus dan sangat bermanfaat.

Mereka mengharapkan kegiatan semacam ini perlu dilanjutkan secara rutin dan berseri dengan tema-tema semisal atau terkait dengan keilmuan bahasa Arab.
Kegiatan PP-PBA Indonesia semacam ini telah dilakukan sebelumnya di Hotel Kartika Wijaya Batu, Jawa Timur, pada tanggal 24-26 Agustus 2022, dalam rangkaian kegiatan Rakernas dan semiloka bertajuk “Best Practice Kurikulum PBA berbasis MBKM, Bedah Instrumen APS Lamdik, dan Akreditasi Internasional (AQAS)”.
Menurut ketua panitia, Dr Hanik Mahliatussikah MHum dari PBA Universitas Negeri Malang yang juga merupakan bendahara PP-PBA, kegiatan ini telah mempertemukan 105 peserta dari berbagai PT di Indonesia, ajang berbagi pengalaman dan melakukan tanda tangan Perjanjian Kerjasama (PKS) prodi dengan PP-PBA serta kerja sama antar prodi PBA yang bermanfaat untuk dasar implementasi pada even-even berikutnya.
“Kegiatan ini sekaligus temu kangen, rekreasi, dan silaturrahmi antar kaprodi secara offline setelah lama berada dalam masa pandemi Covid-19,” ucapnya.
PP-PBA Indonesia merupakan wadah prodi PBA untuk saling bertukar informasi, saling memberikan kontribusi demi pengembangan dan kemajuan prodi-prodi PBA di Indonesia.
Perkumpulan prodi PBA ini memiliki empat divisi, yaitu divisi akademik dan kurikulum, divisi akreditasi dan penjamin mutu, divisi penelitian dan publikasi, dan divisi kerja sama dan pengabdian.
Para anggota PP-PBA dapat mengusulkan kegiatan dan kerja sama kegiatan terkait empat hal tersebut. Prodi dapat mengusulkan kegiatan melalui sekjen PP-PBA, Muhammad Wahyudi MPd dari PBA Unida Gontor yang selanjutnya akan didiskusikan bersama pengurus pusat harian untuk realisasinya.(ads)








