MALANG, Tugujatim.id — Pusat Sains dan Rekayasa (PSR) di bawah naungan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Malang (UM) mengambil peran strategis dalam menyukseskan ajang internasional “Pameran AFRASIA 2026”.
Pameran LPPM UM dalam rangka Program Asia Afrika (AFRASIA) ini berlangsung pada 6–8 Mei 2026 di Lobi Graha Rektorat UM. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat posisi UM sebagai pusat unggulan riset dan hilirisasi inovasi di tingkat global.
Sinergi dengan Direktorat Inovasi serta berbagai fakultas di lingkungan UM, PSR LPPM UM berkontribusi dalam kurasi, koordinasi, dan integrasi berbagai produk riset unggulan yang ditampilkan dalam Pameran Riset dan Inovasi. Produk-produk tersebut merupakan hasil nyata dari program hilirisasi riset tahun 2025 yang difasilitasi LPPM, mencakup berbagai bidang strategis seperti kecerdasan buatan, energi terbarukan, dan teknologi rekayasa.
Kepala Pusat Sains dan Rekayasa (PSR) LPPM Eli Hendrik Sanjaya PhD menegaskan, keterlibatan LPPM tidak hanya sebatas pada aspek koordinatif, tetapi juga memastikan bahwa setiap produk yang ditampilkan telah melalui proses validasi ilmiah dan memiliki kesiapan untuk diimplementasikan.

“AFRASIA 2026 menjadi platform strategis untuk menunjukkan bahwa riset yang dikembangkan di UM telah bergerak menuju tahap hilirisasi yang matang dan siap menjawab kebutuhan global,” ujarnya.
Kehadiran perwakilan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi turut menguatkan arah kebijakan hilirisasi riset. Peninjauan langsung terhadap produk-produk unggulan menjadi indikator bahwa hasil riset UM telah berada pada jalur yang tepat dalam mendukung pembangunan berbasis inovasi. Dalam konteks ini, PSR LPPM berperan sebagai penghubung antara peneliti, inovator, dan pemangku kepentingan eksternal.

Kesuksesan penyelenggaraan pameran ini juga tidak terlepas dari koordinasi lintas unit yang solid. PSR LPPM bersama Direktorat Inovasi memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan optimal, mulai dari persiapan, seleksi produk, hingga pelaksanaan di lapangan. Dukungan teknis dan kolaboratif ini menjadi cerminan kuatnya ekosistem riset di Universitas Negeri Malang.
Baca Juga: LPPM UM Gelar Pleno Seleksi Jatim Melaju 2026, Dorong Kolaborasi Riset Antar Kampus di Jawa Timur
Melalui AFRASIA 2026, Pusat Sains dan Rekayasa LPPM UM menegaskan komitmennya untuk terus mendorong transformasi riset menjadi inovasi yang berdampak. Ke depan, PSR akan memperkuat peran sebagai orkestrator hilirisasi riset, sekaligus memperluas jejaring kolaborasi internasional guna meningkatkan daya saing global Universitas Negeri Malang.
Kegiatan ini dapat mendukung tercapainya beberapa macam SDGs, di antaranya nomor: 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh) dan 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan). (adv)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Editor: Dwi Lindawati








