• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Rektor Unikama.

Rektor Unikama Prof Dr Sudi Dul Aji MSi raih gelar profesor. (Foto: dok.)

Pengukuhan Guru Besar Rektor Unikama, Angkat Riset Evolusi Teknologi AI Ubah Wajah Pendidikan Signifikan

Dwi Linda by Dwi Linda
2 months ago
in Advertorial, Pendidikan
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG, Tugujatim.id – Pengukuhan Rektor Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) Prof Dr Sudi Dul Aji MSi menjadi guru besar dengan meraih gelar profesor melalui riset di bidang teknologi dan inovasi pembelajaran fisika. Karena itu, Rektor Unikama Prof Dr Sudi Dul Aji MSi membedah risetnya soal evolusi media pembelajaran di era perkembangan Artificial Intelligence (AI) pada Sabtu (06/06/2026).

Rektor Unikama ini menyorot bagaimana AI mengubah perwajahan pendidikan secara signifikan. Menurut dia, dunia pendidikan sedang berada pada titik perubahan besar.

You might also like

Homecare.

Homecare Jember Terintegrasi Telemedicine, 1.200 Nakes Siap Layani Warga 24 Jam

21/07/2026 7:08 PM
Chatour Travel.

Penuh Makna, 45 Jemaah Umroh Pusaka by Chatour Travel dari Lansia hingga Gen Z Saling Bantu dalam Setiap Momen

21/07/2026 6:09 PM

Dia mengatakan, AI hadir ke ruang-ruang kelas melalui sistem pembelajaran adaptif, tutor cerdas, hingga teknologi evaluasi otomatis yang mulai banyak digunakan.

Baca Juga: 450 Wisudawan Unikama Dikukuhkan, Rektor Sudi Dul: Jadilah Guru hingga Entrepreneur yang Menginspirasi

Bukan pada ketersediaan teknologi, Prof Sudi Dul Aji juga menjelaskan, tantangan terbesar soal kesiapan pendidik dalam memanfaatkannya. Banyak guru dinilai masih membutuhkan peningkatan pengetahuan, kepercayaan diri, hingga strategi pedagogis agar mampu mengintegrasikan AI secara efektif ke dalam proses pembelajaran.

Dia mengatakan dalam bidang pembelajaran fisika, pemanfaatan AI disebut memiliki potensi besar karena banyak konsep fisika bersifat abstrak dan sulit dipahami hanya melalui teori. Teknologi AI memungkinkan hadirnya simulasi interaktif, eksperimen virtual, hingga visualisasi digital yang membuat materi menjadi lebih mudah dipahami siswa.

“AI hadir dapat digunakan untuk menstimulasi interaktif, eksperimen virtual, sistem pembelajaran adaptif, hingga evaluasi otomatis. Dengan demikian pembelajaran fisika menjadi lebih menarik, kontekstual, dan sesuai kebutuhan peserta didik,” ungkapnya.

Selain itu, dia mengatakan pentingnya penguasaan AI-Specific TPACK, yakni kerangka yang menggabungkan kemampuan teknologi, pedagogi, dan penguasaan materi secara terintegrasi. Dia menilai guru tidak cukup hanya memahami cara menggunakan teknologi, tetapi juga harus mengetahui bagaimana cara menerapkan AI sesuai tujuan pembelajaran.

Mayoritas Guru Memiliki Kemampuan Teknologi dan Pedagogi

Melalui penelitian yang melibatkan 725 guru dari berbagai daerah di Indonesia, dia menemukan, mayoritas guru sebenarnya memiliki kemampuan teknologi dan pedagogi yang cukup baik. Namun, tantangan terbesarnya terletak pada kemampuan mengintegrasikan ketiga aspek tersebut secara bersamaan dalam pembelajaran.

Hasil penelitiannya, dia mengatakan, menunjukkan guru memiliki pandangan yang cukup positif terhadap pemanfaatan AI. Banyak guru menganggap AI dapat membantu meningkatkan efektivitas pembelajaran meski masih terdapat kekhawatiran terkait etika, privasi data, hingga potensi ketergantungan terhadap teknologi.

Menariknya, penelitian tersebut justru menemukan bahwa faktor usia dan demografi tidak terlalu berpengaruh terhadap kesiapan menggunakan AI. Bahkan, guru senior disebut menunjukkan sikap yang lebih positif terhadap pemanfaatan teknologi karena melihat AI mampu membantu mengurangi beban kerja dan mendukung pembelajaran yang lebih personal.

Baca Juga: Unikama Gelar Dialog Kebangsaan, Moderasi Beragama Jadi Tameng Kampus Tangkal Radikalisme

Selain itu, pengalaman menggunakan teknologi sebelumnya juga menjadi faktor penting. Guru yang telah terbiasa menggunakan perangkat digital dalam proses pembelajaran cenderung memiliki kesiapan yang lebih tinggi dalam mengadopsi teknologi berbasis AI dibanding mereka yang masih mengandalkan metode konvensional.

Prof Sudi juga menekankan pentingnya perubahan pendekatan pelatihan guru. Menurut dia, pelatihan tidak lagi cukup hanya fokus pada pengoperasian teknologi, tetapi juga harus memperkuat aspek pedagogi, etika AI, serta kemampuan mengintegrasikan teknologi ke dalam kurikulum.

“Kecerdasan buatan hanyalah sebuah alat. Dalam pendidikan fisika, AI dapat membantu kita menjelaskan hukum hukum alam semesta dengan lebih visual. Tetapi hanya seorang guru sejati yang dapat menginspirasi siswa untuk mengejar kebenaran ilmiah dengan integritas,” tandasnya. (adv)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

Writer: M Sholeh

Editor: Dwi Lindawati

Tags: Berita Kota Malang hari iniBerita Rektor UnikamaKota Malang hari iniMalangRektor Unikama raih gelar profesorRiset Rektor Unikama
Dwi Linda

Dwi Linda

Related Stories

Homecare.

Homecare Jember Terintegrasi Telemedicine, 1.200 Nakes Siap Layani Warga 24 Jam

by Dwi Linda
21/07/2026 7:08 PM
0

JEMBER, Tugujatim.id - Pemerintah Kabupaten Jember akan mengintegrasikan layanan telemedicine dalam program Homecare yang dijadwalkan diluncurkan pada 24 Juli 2026....

Chatour Travel.

Penuh Makna, 45 Jemaah Umroh Pusaka by Chatour Travel dari Lansia hingga Gen Z Saling Bantu dalam Setiap Momen

by Dwi Linda
21/07/2026 6:09 PM
0

MADINAH, Tugujatim.id - Mengawali Tahun Baru Islam 1448 Hijriah dengan memenuhi panggilan Allah SWT menjadi momen istimewa bagi 45 jemaah...

Gus Fawait.

Gus Fawait: Anggaran Terbesar Pertanian Jember Capai Rp312 Miliar berkat Sinergi dengan Pemerintah Pusat

by Dwi Linda
21/07/2026 5:47 PM
0

JEMBER, Tugujatim.id – Bupati Jember Muhammad Fawait atau Gus Fawait menyebut sektor pertanian mendapat perhatian besar dari pemerintah pusat dalam...

Gus Fawait.

Serap Aspirasi Warga Pakusari, Gus Fawait Fokus Air Bersih dan Layanan Homecare

by Dwi Linda
21/07/2026 4:13 PM
0

JEMBER, Tugujatim.id - Bupati Jember Muhammad Fawait atau akrab disapa Gus Fawait menyerap aspirasi masyarakat dalam rangkaian program Bunga Desaku...

Next Post
SPPG di Blitar.

IPAL Bermasalah, 28 SPPG di Blitar Dihentikan Sementara oleh BGN

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID