• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Penyebab longsor di Pujon-Ngantang.

Ilustrasi bencana tanah longsor. (Foto: Pexels)

Bencana Longsor Pujon-Ngantang Berturut-turut, Diduga Alih Fungsi Lahan Hutan

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
3 years ago
in Peristiwa
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG, Tugujatim.id – Bencana longsor Pujon-Ngantang secara berturut-turut ternyata bukan saja karena intensitas hujan yang tinggi. Tapi, bencana yang terjadi selama empat hari berturut-turut di perbatasan Kecamatan Pujon dan Ngantang, Kabupaten Malang, sejak sepekan lalu diduga adanya alih fungsi lahan hutan menjadi perkebunan. Akibatnya, akses jalur utama penghubung Malang-Kediri terganggu.

Perubahan alih fungsi ini seperti tampak dalam video unggahan seorang content creator video drone bernama Niko Channel. Dia mendokumentasikan lokasi longsor hingga di hulu bagian atas. Ternyata, di perbukitan paling atas ada hamparan kebun.

You might also like

TPA Benowo

Kebakaran TPA Benowo Dipadamkan Lima Jam, Tumpukan Sampah Jadi Kendala Utama

20/07/2026 2:30 PM
Parkir digital di Surabaya.

82 Persen Wajib Pajak Sudah Beralih Parkir Digital di Surabaya, 500 Titik Masih Belum Berizin

18/07/2026 4:04 PM

Lahan hutan ini menjadi tanah perkebunan diduga menjadi penyebab bencana longsor Pujon-Ngantang sejak Sabtu (25/02/2023) hingga Selasa (28/02/2023). Bahkan, material tebing setinggi 50 meter itu menutup akses jalan utama Malang-Kediri.

Aktivis lingkungan pun menyuarakan soal temuan lahan kritis ini. Menurut Manajer Kampanye Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jatim Lila Puspitaningrum, pihaknya sudah sering menerima laporan terkait pembukaan lahan di wilayah Pujon sepanjang jalur utama Malang-Kediri.

Istimewanya, lahan di sana banyak yang menjadi wilayah pengelolaan Perhutani. Kondisi yang sama juga banyak ditemui di jalur penghubung Pujon-Ngantang menuju Kediri dan sepanjang jalan penghubung Dampit-Lumajang.

Idealnya, longsor tidak akan terjadi ketika di bagian teratas tebing masih ada banyak pohon penyangga.

”Kondisi ini hampir sama terjadi ketika banjir bandang di Kota Batu dulu,” ujar Lila.

Berdasarkan data di Perum Perhutani menyebutkan daerah hutan yang beralih fungsi atau tergolong lahan kritis di Kabupaten Malang mencapai 10 ribu hektare. Rinciannya, hutan lindung seluas 2.435 hektare, hutan konservasi 2.012 hektare, dan hutan produksi 5.621 hektare.

Bencana longsor Pujon-Ngantang.
Muspika Pujon, Pemdes Sukomulyo, Perhutani akhirnya menutup lahan pertanian tersebut dan kembali ditanami pohon keras. (Foto: Pemdes Sukomulyo)

Dia kini meminta jajaran terkait untuk mengembalikan fungsi lahan sehingga tidak terjadi bencana longsor Pujon-Ngantang yang memutus jalur penting Malang-Kediri.

Sementara itu, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang Sadoni Irawan mengatakan, penyebab longsor yang terjadi di sana tidak sepenuhnya akibat alih fungsi lahan. Berdasarkan koordinasi dengan pemdes dan Muspika Pujon, alih fungsi hutan menjadi lahan perkebunan itu sudah terjadi sejak puluhan tahun lalu.

”Sudah terjadi sejak puluhan tahun yang lalu (alih fungsi lahan hutan). Tapi tidak itu saja, karena yang cuaca ekstrem juga menjadi penyebab terjadinya longsor,” jelas Sadono saat dihubungi pada Sabtu (10/03/2023).

Pasca longsor, Muspika Pujon, Pemdes Sukomulyo, dan Perhutani kemudian menutup lahan tersebut.

”Senin (05/03/2023) juga telah dipetakan dan ditanam bibit tanaman keras di lahan kritis tersebut,” imbuhnya.

Tags: alih fungsi lahanAlih fungsi lahan di Kabupaten MalangAlih fungsi lahan di Pujon-NgantangBencana akibat alih fungsi lahanBerita Kabupaten Malang hari iniKabupaten Malang hari iniLongsor Pujon-NgantangPenyebab longsor Pujon-Ngantang
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

TPA Benowo

Kebakaran TPA Benowo Dipadamkan Lima Jam, Tumpukan Sampah Jadi Kendala Utama

by Mochamad Abdurrochim
20/07/2026 2:30 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id – Banyaknya tumpukan sampah menjadi salah satu kendala utama dalam proses pemadaman kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA)...

Parkir digital di Surabaya.

82 Persen Wajib Pajak Sudah Beralih Parkir Digital di Surabaya, 500 Titik Masih Belum Berizin

by Dwi Linda
18/07/2026 4:04 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berupaya menata sektor perparkiran dengan penerapan pembayaran non tunai atau digital secara perlahan...

TNI AD

Gudang Pusat Amunisi TNI AD di Madiun Meledak, Berikut Kronologi Kejadian dan Korban Tewas

by Mochamad Abdurrochim
16/07/2026 8:55 PM
0

MADIUN, Tugujatim.id – Gudang Amunisi II Pusat Peralatan Angkatan Darat (Puspalad) di Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, meledak pada...

CR-V.

5 Korban Tewas Kecelakaan Maut Tol Pandaan-Malang, Sopir Honda CR-V Hantam Truk Parkir Diduga Microsleep

by Dwi Linda
16/07/2026 3:17 PM
0

PASURUAN, Tugujatim.id - Kecelakaan lalu lintas melibatkan mobil dan truk terjadi di jalan Tol Pandaan-Malang KM 71/B, tepat di wilayah...

Next Post
Serangga klaper.

Waspada Serbuan Jutaan Serangga Klaper di Jembatan Ngrame Mojokerto, Diduga Picu Kecelakaan

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID