TUBAN, Tugujatim.id – Ratusan ekor sapi di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, terpapar Lumpy Skin Disease (LSD) atau banyak disebut gudik sapi. Dari ratusan kasus itu, satu ekor sapi dipotong paksa dan dimanfaatkan dagingnya.
Apakah sapi terpapar LSD aman dikonsumsi dagingnya? Kabid Kesehatan Hewan DKP2P Tuban, drh Pipin Diah Larasati mengatakan bahwa daging ternak yang terkena LSD ataupun Penyakit Mulut dan Kaki (PMK) aman dikonsumsi. “Aman, untuk daging ternak PMK dan LSD masih aman karena bukan penyakit zoonosis,” jelasnya, pada Jumat (17/3/2023).
Dia menjelaskan, penyakit zoonosis disebabkan kuman berbahaya seperti virus, bakteri, parasit, dan jamur. Kuman-kuman itu dapat menyebabkan berbagai jenis penyakit pada manusia dan hewan. Mulai dari penyakit ringan hingga penyakit berat dan bahkan kematian.

Namun, dia memberi beberapa catatan. Untuk sapi terpapar LSD, kulitnya tidak aman dikonsumsi. “Untuk LSD yang jelas kulit akan rusak dan tidak bisa dimanfaatkan,” terangnya.
Kata dia, jika LSD parah dan mengenai daging, konsumen akan mengetahui bahwa daging hewan ternak tersebut rusak karena bisa dilihat dengan pandangan mata. Maka sebaiknya, daging seperti itu tidak dikonsumsi.
Sementara untuk PMK, bagian kepala dan kaki hewan ternak harus dijual dalam kondisi matang. “PMK tentunya kepala dan kaki yang harus dijual dalam kondisi matang,” jelasnya.
Senada dengan Pipin, Pakar Kesehatan Ternak Penyakit Cacing dan Bakterial Universitas Muhammadiyah Malang, Prof Dr drh Lili Zalizar MS mengatakan bahwa sapi terpapar LSD boleh dikonsumsi dagingnya. “Dagingnya masih (bisa) dikonsumsi apabila dimasak dengan benar,” jelasnya, pada Jumat (17/3/2023).
Kata dia, LSD bukanlah penyakit yang menyerang manusia. Maka, daging dan bagian lainnya bisa dikonsumsi dengan catatan kulit sudah disingkirkan.








