• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Wakil Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi menolak impor beras. (Foto: FB Marhaen Djumadi/Tugu Jatim)

Wakil Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi menolak impor beras. (Foto: FB Marhaen Djumadi/Tugu Jatim)

Wabup Nganjuk Marhaen Djumadi dengan Tegas Menolak Impor Beras

Redaksi by Redaksi
5 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

NGANJUK, Tugujatim.id – Wacana dari pemerintah dengan adanya impor beras terus mendapat sorotan tajam dari berbagai kalangan. Salah satunya dari Wakil Bupati (Wabup) Nganjuk Marhaen Djumadi. Sebagai kepala daerah di kabupaten agraris penghasil beras, Marhaen dengan tegas menolak kebijakan tersebut.

Marhaen dalam keterangan tertulisnya Sabtu (20/03/2021) menyesalkan sikap Menteri Perdagangan (Mendag) RI Muhammad Lutfi yang dia nilai ngotot mengimpor beras dan garam. Selain itu, juga mengabaikan koordinasi dengan jajaran kementerian terkait. Termasuk para kepala daerah yang menjadi sentra produksi pangan, seperti di Kabupaten Nganjuk.

You might also like

Surabaya

Dishub Surabaya Pasang Foto Jukir di Rambu Parkir Digital

04/06/2026 8:52 PM
Bayi Laki-laki

Penemuan Bayi Laki-laki Dalam Tas Gegerkan Warga Rengel Tuban

04/06/2026 3:30 PM

“Basis kekuatan utama pemerintah adalah rakyat. Rakyat sebagai sumber legitimasi kekuasaan pemerintahan negara. Karena itulah, menteri sebagai pembantu presiden dalam mengambil keputusan politik, harus sejalan dengan kebijakan politik pangan presiden. Selain itu, juga berupaya mewujudkan kedaulatan pangan nasional serta berpihak pada kepentingan petani,” tutur kader PDIP tersebut.

Menurut Marhaen, seorang menteri harus belajar dari kepemimpinan Presiden Jokowi yang selalu membangun dialog, menyerap aspirasi, dan mengemukakan data-data yang objektif. Setelah itu, dia baru mengambil keputusan.

“Menteri tidak hidup di menara gading karena dia adalah pengemban tugas sebagai pembantu presiden,” sentil Marhaen.

Seharusnya, Marhaen mengatakan, menteri melakukan komunikasi dengan asosiasi petani, para pakar di bidang pertanian, dan para kepala daerah.

“Politik pangan nasional adalah politik pangan berdikari. Indonesia memiliki keanekaragaman pangan yang luar biasa. Konsolidasi peningkatan produksi pangan atas keunggulan keanekaragaman pangan Nusantara. Sebab, pangan adalah persoalan mati hidupnya negeri,” ujarnya.

Marhaen juga menegaskan, jangan mengorbankan petani demi kepentingan impor sesaat yang di dalamnya sarat dengan kepentingan. Apalagi di Nganjuk saat ini sedang musim panen.

Petani di Nganjuk sebelumnya mengeluarkan biaya operasional produksi yang tinggi, di antaranya biaya membeli bibit, pupuk, tenaga kerja, dan uang sewa. Dia mengatakan, jika kemudian hasil panennya dijual murah akan sangat merugikan petani di Nganjuk.

Pemerintah seharusnya pro terhadap petani yang notabene menyokong ekonomi nasional. Apalagi di Nganjuk, penyokong PDRB kabupaten berasal dari sektor pertanian.

“Karena itu, demi kesejahteraan petani, dengan tegas saya menolak impor beras yang merugikan rakyat kecil, utamanya petani,” ujar Marhaen. (noe/ln)

 

 

Tags: Impor berasKabupaten NganjukMarhaen DjumadiSikap penolakanTolak impor berasWabup Nganjuk
Redaksi

Redaksi

Related Stories

Surabaya

Dishub Surabaya Pasang Foto Jukir di Rambu Parkir Digital

by Mochamad Abdurrochim
04/06/2026 8:52 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id- Sebagai upaya meningkatkan transparansi Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, memasang foto juru parkir (jukir) pada rambu parkir digital di...

Bayi Laki-laki

Penemuan Bayi Laki-laki Dalam Tas Gegerkan Warga Rengel Tuban

by Mochamad Abdurrochim
04/06/2026 3:30 PM
0

TUBAN, Tugujatim.id – Warga Desa Rengel, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban digegerkan dengan penemuan bayi laki-laki dalam kondisi meninggal dunia di...

Event tahunan di Banyuwangi.

Alasan Tak Pernah Sepi Wisatawan, 7 Event Tahunan di Banyuwangi Ini Selalu Jadi Magnet Pengunjung

by Dwi Linda
04/06/2026 1:57 PM
0

BANYUWANGI, Tugujatim.id – Event tahunan di Banyuwangi, Jatim, jadi salah satu magnet wisata yang selalu ramai dikunjungi wisatawan. Selain memiliki...

Jemaah haji Kabupaten Malang.

Update 2 Jemaah Haji Kabupaten Malang Wafat di Makkah, Sakit Sempat Dirawat di RS

by Dwi Linda
04/06/2026 1:00 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Kabar duka datang dari dua jemaah haji Kabupaten Malang yang meninggal dunia di Makkah, Arab Saudi. Mereka...

Next Post
Rumah korban pembunuhan di Dampit, Kabupaten Malang, dipasangi police line. (Foto: Polres Malang/Tugu Jatim)

Ditemukan Tewas, Petani di Malang Diduga Dibunuh Anaknya Sendiri karena Depresi

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID