• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Indonesia Institute.

Presiden Indonesia Institute Robbie Gaspar (baju merah) bersama Founder Pondok Inspirasi Rico Juni Artanto (baju hijau) serta M. Ficky dan Apriyani selaku jurnalis muda Pondok Inspirasi pada Kamis (16/03/2023) untuk membahas position paper yang dipublikasikan oleh Indonesia Insitute. (Foto: dok. Pondok Inspirasi)

Turis Indonesia Terhambat ke Australia, Indonesia Institute Keluarkan Position Paper

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
3 years ago
in Pendidikan
0
Share on FacebookShare on Twitter

BOGOR, Tugujatim.id – Indonesia Institute berupaya mempermudah pengurusan visa bagi para pelancong ke Australia pada 2023. Sebab, kini Australia yang dikenal sebagai Negeri Kanguru menjadi salah satu negara yang banyak diminati wisatawan. Menurut studi data Airbnb, Kota Sydney menduduki peringkat kedua terpopuler bagi para pelancong pada 2023.

Tidak hanya untuk perjalanan wisata, Australia juga menjadi negara favorit untuk melakukan study abroad maupun perjalanan bisnis dari berbagai negara, terutama pelajar dari Indonesia.

You might also like

Rektor Unikama.

Pengukuhan Guru Besar Rektor Unikama, Angkat Riset Evolusi Teknologi AI Ubah Wajah Pendidikan Signifikan

05/06/2026 11:33 PM
Sekolah Rakyat Kota Blitar.

Sekolah Rakyat Kota Blitar Bakal Tampung 150 Siswa “Titipan” dari Malang dan Batu

05/06/2026 9:31 PM

Indonesia Institute, salah satu lembaga kebijakan publik dalam hubungan bilateral Indonesia-Australia telah mengeluarkan position paper terkait proses pembuatan visa. Hal tersebut dilakukan untuk meningkatkan kesadaran terkait proses visa yang kadang terlalu lama sehingga menghambat rencana pengunjung wisata, bisnis, pendidikan, dan keluarga asli ke Australia.

Robbie Gaspar selaku Presiden Indonesia Institute mengungkapkan, proses pembuatan visa Indonesia-Australia pada wawancara secara daring melalui zoom meeting pada Kamis lalu (16/03/2023). Robbie mengatakan, saat ini lebih dari 600 ribu visa yang masih harus diproses tanpa kejelasan kapan visa akan diputuskan, walaupun pemerintah telah mengambil biaya aplikasi.

Dibandingkan negara lainnya seperti Jepang, USA, maupun negara-negara Eropa, proses pembuatan visa di Australia terbilang lebih lama. Sebab, proses pembuatan visa Australia bisa membutuhkan waktu mulai dari 44 hari-21 bulan. Robbie dan tim juga mengetahui beberapa kasus tertentu, seperti ada keluarga di Indonesia yang lebih memilih pergi ke Eropa karena visa Australia terlambat disetujui, biaya aplikasi visa yang berbeda dengan negara lainnya, dan lain-lainnya yang bisa berdampak pada hubungan bilateral antara Indonesia dan Australia.

Selain Robbie dan tim, seorang konsultan asal Australia Greg Clough juga mengungkap kesedihannya pada postingan Indonesia Institute terkait position paper yang dipublikasikan di halaman LinkedIn.

“Istri saya yang berkebangsaan Indonesia harus memperbarui visa Australia ‘permanen’ setiap tahun. Setiap kali dia harus memberikan departemen imigrasi dokumen yang sama persis (akta nikah, akta kelahiran anak-anak Australia kami, dan lain-lain). Tentunya mereka sudah memilikinya di file. Mengapa melalui latihan birokrasi yang menyakitkan ini setiap tahun? Kami menghabiskan uang untuk biaya aplikasi dan biaya pembayar pajak Australia untuk pegawai negeri sipil yang melakukan pekerjaan berulang yang tidak perlu. Oi! Australia! Anda telah memberinya tempat tinggal permanen belasan kali atau lebih. Mengapa Anda terus mengharuskannya untuk melamar kembali setiap 12 bulan?” komentar Greg.

Tidak hanya sekadar informasi terkait kondisi saat ini tentang permasalahan tersebut, dalam position paper tersebut, Robbie dan tim juga merekomendasikan beberapa solusi dan menjalin kerja sama dengan beberapa lembaga terkait termasuk pemerintah Australia Barat untuk membantu Indonesia dalam mendapatkan kejelasan dalam proses membuat visa Australia.

“Saya dan Indonesia sudah memiliki keterikatan. Sejak 2005, saya dipermudah oleh pemerintah Indonesia untuk tinggal di sana. Saya ingin sekali untuk mengundang orang-orang Indonesia ke Australia, tapi bisa terhambat karena pengurusan visa yang membutuhkan waktu sampai berbulan-bulan. Melalui Indonesia Institute, kami ingin sekali membantu Indonesia untuk mendapatkan kemudahan dalam mengurus visa Australia,” ujar Robbie menyampaikan harapannya saat diwawancarai pada Kamis lalu.

 

Penulis adalah member Pondok Inspirasi (Pondasi).

Tags: Hubungan bilateral Indonesia-AustraliaMember PondasiMember Pondok InspirasiPengurusan visa AustraliaPondok InspirasiPondok Inspirasi BogorVisa AustraliaWebinar PondasiYayasan Pondok Inspirasi
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Rektor Unikama.

Pengukuhan Guru Besar Rektor Unikama, Angkat Riset Evolusi Teknologi AI Ubah Wajah Pendidikan Signifikan

by Dwi Linda
05/06/2026 11:33 PM
0

MALANG, Tugujatim.id - Pengukuhan Rektor Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) Prof Dr Sudi Dul Aji MSi menjadi guru besar dengan...

Sekolah Rakyat Kota Blitar.

Sekolah Rakyat Kota Blitar Bakal Tampung 150 Siswa “Titipan” dari Malang dan Batu

by Dwi Linda
05/06/2026 9:31 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Operasional Sekolah Rakyat (SR) berbasis asrama di Kota Blitar dijadwalkan mulai berjalan pada Juli atau Agustus 2026....

Universitas Negeri Malang.

Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Universitas Negeri Malang Pilah Sampah Kampus dan Dukung SDGs 11 dan 13

by Dwi Linda
05/06/2026 5:13 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Universitas Negeri Malang (UM) menggelar kegiatan pemilahan sampah memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia dengan melibatkan seluruh unit...

Jatim

Dindik Jatim Tegaskan Kepala Sekolah Dilarang Terima Titipan Siswa pada SPMB 2026

by Mochamad Abdurrochim
03/06/2026 3:53 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim menegaskan seluruh kepala sekolah SMA, SMK, dan SLB negeri di wilayah setempat dilarang...

Next Post
Kampung Ramadhan Alun-Alun Sidoarjo.

Wisata Malam sambil Berburu Kuliner di Kampung Ramadhan Alun-Alun Sidoarjo

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID