SURABAYA, Tugujatim.id – Menyerahkan berkas bakal calon legislatif (bacaleg) ke kantor KPU Surabaya pada Jumat (12/5), anggota laki-laki DPD PAN Surabaya nampak menggunakan sarung.
Sekitar pukul 13.18 WIB, rombongan PAN Surabaya mendatangi kantor KPU Surabaya dengan menggunakan sejumlah kendaran, mulai dari becak, kereta kelinci, hingga pikap.
Terlihat, Ketua PAN Surabaya, Mahsun Djajadi; Ketua Perempuan Amanat Jawa Timur, Julianan Evawati; Ketua Bappilu PAN, Zuhrotul Mar’ah; dan anggota Komisi A DPRD Surabaya, Gofar Ismail.
Nampak, para anggota laki-laki menggunakan bawahan sarung dan menggunakan peci. Disambut dengan Tari Ombak Segara, simbol PAN Surabaya ingin berupa memberikan air segar yang mengalir kepada masyarakat.

“PAN untuk suara partai tidak sama dengan partai-partai yang lain. Kita lebih memiliki figur dan ini harus lebih ditingkatkan di akar bawah. Apalagi tagline kami ‘Bantu Rakyat’,” kata Zuhrotul Mar’ah, pada Jumat (12/5/2023).

Ia mengungkapkan, para Bacaleg PAN untuk Pemilu 2024 ini memiliki latar belakang yang beragam. Mulai dari wiraswasta hingga karyawan bank. Selain itu, Crazy Rich Surabaya, Tomli Wafa juga memilih bergabung dengan PAN untuk maju ke Pemilu 2024.
“Calon milenial paling muda usia 21 tahun dan di bawah 25 tahun ada lima orang. Terbanyak di usia 40-50 an. Ada 60 tahun paling tua,” imbuh Zuhrotul.
Lebih lanjut, perempuan yang juga bertugas di Komisi B DPRD Surabaya ini mengatakan bahwa anggota PAN tidak hanya dari kalangan Muhammadiyah saja. Terdapat juga kalangan Nahdliyyin hingga non-muslim sebanyak tiga orang yang berasal dari Dapil 2, 3, dan 5.
“Sasaran dari Nahdliyyin ada, sejak Pak Zulhas kami lebih terbuka. Walaupun basisnya PAN itu dari orang Muhammadiyah, tapi warga NU bisa direkrut. Dari bacaleg kami juga ada non muslim,” ujarnya.
Terkait para anggota laki-laki PAN Surabaya menggunakan sarung ketika mendatangi kantor KPU Surabaya, Zuhrotul mengatakan bahwa tujuannya ingin menunjukkan bahwa PAN merupakan partai religius nasionalis. “Teman-teman tadi juga pakai sarung kami ingin menunjukkan bahwa PAN bukan hanya Muhammadiyah tapi terbuka untuk semuanya. Kami religius nasionalis,” pungkasnya.







