MALANG, Tugujatim.id – Rokok elektronik atau vape sering dianggap lebih sehat jika dibandingkan dengan rokok konvensional berbahan baku tembakau. Namun ternyata, vape juga tak aman.
Dosen Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), dr Probo Yudha Pratama Putra menjelaskan bahwa penggunaan vape juga memiliki risiko yang tinggi.
“Electronic nicotine dispensing systems (ENDS) yang sering kita kenal sebagai e-cigarattes atau vape, memiliki sederet kandungan dan komposisi yang merusak tubuh kita,” jelas dr Probo, pada Jumat (16/06/2023).

Dikatakan, di dalam vape terdiri dari baterai kawat nikel, copper, hingga silver. Sementara dalam cairan atau liquidnya berisikan kandungan propylene glycole, nicotine, glycerol, tetrahydrocannabinol, acetaldehyde, formaldehyde, dan acetamide.
Berbagai komposisi tersebut akan bercampur menjadi satu dan membentuk asap yang dihirup tubuh. Efek dari asap tersebut itulah yang berbahaya.
“Pada tahun 2019, terjadi wabah penyakit yang disebabkan oleh vape yakni yakni wabah e-cigarette or vaping product use-associated lung injury yang sering disebut dengan wabah EVALI,” kata dr Probo.
Hal itulah yang menyebabkan terjadinya peradangan kronis yang disebabkan kandungan dari vapor. Penggunaannya dapat meningkatkan mediator inflamasi pada tubuh dan juga oxidative stres pada tubuh manusia.
Tak hanya itu saja, dr Probo juga menyampaikan bahwasanya EVALI juga berakibat fatal yang berujung pada kematian. Menurut salah satu penelitian, ada 68 kematian dalam sebuah wilayah dilaporkan terjadi berkat penggunaan vape.
Sejumlah besar pasien disebutkan memerlukan ventilasi mekanis untuk membantu mereka bernafas. Bagi yang sudah parah, bisa berujung pada kematian.
Terkait perbandingan rokok elektrik dan rokok tradisional, dr Probo menjelaskan bahwa vape memang memiliki tingkat kerusakan yang lebih rendah. Hal ini sudah terbukti secara ilmiah melalui penelitian ahli yang dapat dipertanggungjawabkan. Namun demikian, jika vape digunakan secara berlebihan akan menjadi bom waktu yang dapat membahayakan tubuh di kemudian hari.
“Menurut saya, jika ada yang bilang bahwa vape lebih baik daripada rokok itu tidak tepat. Sebisa mungkin hindari vape dan rokok konvensional. Vape mungkin lebih rendah tingkat kerusakannya, namun tetap saja memberikan efek buruk pada paru-paru dan kelangsungan hidup masyarakat,” tandasnya.








