SURABAYA, Tugujatim.id – Cara mengqhodo sholat perlu diketahui oleh seluruh umat muslim. Allah SWT telah banyak memberikan kemudahan bagi hamba-Nya untuk menjalankan ibadah.
Melalui artikel ini, pastikan Anda membaca hingga tuntas terkait cara mengdhoqo sholat. Melansir dari laman NU Online dan beberapa sumber terkait, ada hal yang membuat umat Islam wajib mengqhodo sholat adalah apabila pingsan, orang tidur yang terbangun atau lupa alangkah baiknya untuk segera mengqhodo sholat.
Sholat merupakan salah satu rukun Islam. Untuk setiap umat muslim, sholat lima waktu hukumnya wajib bagi yang sudah baligh. Jadi, kedudukan sholat fardhu ini sangat penting, apalagi kelak di akhirat proses ibadah sholat akan pertama yang dihisab.
Kemudian yang diberikan oleh Allah SWT tidak hanya berupa kenikmatan dalam menghadapi setiap masalah, tapi juga berkaitan dengan sholat, meski bernilai fardhu.
Seringkali ketika berada dalam perjalanan yang jauh ataupun terlewat tanpa unsur kesengajaan, tentu akan menghambat proses ibadah. Namun, ada salah satu solusi yang bisa dilakukan jika mengalami hal demikian.
Yakni, dengan cara mengqhodo sholat. Mengqhodo memiliki arti yakni mengganti sholat yang terlewatkan dari waktu tepatnya. Mengingat sholat merupakan perintah agama yang bersifat wajib, maka jika terlewatkan harus diganti dengan cara mengqhodo sholat sehingga tidak gugur kewajibannya.
“Sesungguhnya ketiduran bukan termasuk menyia-nyiakan sholat. Yang disebut menyia-nyiakan sholat adalah mereka yang menunda sholat, hingga telat sholat maka hendaknya dia mengerjakan ketika bangun,” (H.R Muslim)
Cara Mengqodho Sholat sesuai Syariat Agama:
Niat
Untuk melafalkan niat, seseorang sebenarnya bisa menggunakan niat yang sama dengan sholat fardhu. Jika sholat yang terlewatkan lebih dari satu, maka setelah salam Anda bisa berdiri lagi untuk melanjutkan sholat qodho.
Seperti contoh, jika seseorang melewatkan sholat Asar dan Magrib, maka Anda bisa melaksanakan sholat Asar empat rakaat terlebih dahulu, lalu salam. Kemudian, dilanjut dengan niat untuk melakukan sholat tiga rakat sholat Magrib.
Niat Sholat Qhodo Subuh
”Ushalli fardash-Shubhi rak-ataini mustaqbilal qiblati qhodo’an lillaahi ta’aalaa.”
Artinya: Saya niat melaksanakan sholat fardhu Subuh sebanyak dua rakat dengan menghadap kiblat serta qhodo, karena Allah Ta’ala.
Niat Sholat Qhodo Duhur
”Ushalli fardash-Zhuhri arba’a raka’aatain mustaqbilal qiblati qhodo’an lillaahi ta’aalaa.”
Artinya: Saya niat melaksanakan sholat fardhu Duhur sebanyak empat rakaat dengan menghadap kiblat serta qhodo, karena Allah Ta’ala.
Niat Sholat Qhodo Asar
”Ushalli fardhal Ashri arba’a raka’aatai mustaqbilal qiblati qhodo’an lillaahi ta’aalaa.”
Artinya: Saya niat melaksanakan sholat fardhu Asar empat rakaat dengan menghadap kiblat serta qhodo, karena Allah Ta’ala.
Niat Sholat Qhodo Magrib:
”Ushalli fardhal Maghribi tsalaatsa raka’aatin mustaqbilal qiblati qhodo’an lillaahi ta’aalaa.”
Artinya: Saya niat melaksanakan sholat fardhu Magrib sebanyak tiga rakaat dengan menghadap kiblat serta qhodo, karena Allah Ta’ala.
Niat Sholat Qhodo Isya
”Ushalli fardhal Isyaa’I arba’a raka’aatin mustaqbilal qiblati qhodo’an lillaahi ta’aalaa.”
Artinya: Saya niat melaksanakan sholat fardhu Isya’ sebanyak empat rakaat dengan menghadap kiblat serta qhodo, karena Allah Ta’ala.
Karena tujuan dari sholat ini adalah mengqhodo atau mengganti, maka jumlah setiap rakaatnya sama seperti sholat yang terlewat, tidak dikurangi atau dilebihkan. Sehingga berbeda dengan sholat jamak yang bisa dikerjakan dengan satu waktu. Cara melakukannya pun sama seperti sholat fardhu pada biasanya.
Jika melewatkan beberapa sholat, maka Anda bisa mengqhodonya dalam satu waktu dan melaksanakan secara berurutan. Selain itu, tidak hanya bisa dilakukan sendirian. Sholat qhodo juga bisa dikerjakan secara berjamaah dengan cara yang sama seperti sholat wajib sebagaimana semestinya.
Itulah beberapa informasi mengenai cara mengqhodo sholat yang sudah terlewatkan, baik sengaja maupun tidak. Mengganti sholat yang tertinggal hukumnya wajib bagi setiap umat muslim.
Sebagai umat muslim yang taat terhadap perintah agama, maka sebaiknya kita tidak boleh untuk meninggalkan kewajiban kita terlebih Allah SWT telah memberikan banyak keringanan dalam upaya mengganti sholat.








