MALANG, Tugujatim.id – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Malang (FEB Unisma) bekerja sama dengan LSP TIK Indonesia menggelar pelatihan dan uji kompetensi & sertifikasi berbasis Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) untuk bidang teknologi informatika dan komunikasi. Prioritas program ini untuk calon lulusan FEB Unisma yang berlangsung kegiatan fasilitasi sertifikasi nasional pada akhir Juni 2023 dan kegiatan ujian sertifikasi skema office profesional pada 25 dan 31 Juni 2023 yang diikuti 40 peserta.
Dekan FEB Unisma Nur Diana menyampaikan, pelatihan dan sertifikasi ini untuk peningkatan kompetensi SDM bidang TIK di dunia industri nasional pada khususnya dan bersaing di dunia internasional pada umumnya.

“Salah satu tuntutan Era Revolusi Industri 4.0, Society 5.0, profesi dan kebijakan Kampus Merdeka menuntut lulusan bidang ekonomi dan bisnis memiliki skill bidang TIK. Dunia industri tidak selamanya melihat hasil prestasi akademik, tapi juga mengimbangi kompetensi tambahan pada lulusan dengan uji sertifikasi oleh lembaga yang kredibel,” tuturnya.
Diana juga menekankan, sertifikat profesi yang berstandar BNSP, artinya lulusannya bisa mendapatkan pengakuan kompetensi secara nasional ataupun internasional. Selain itu, juga meningkatkan peluang karir profesional yang kredibel.
Untuk diketahui, uji kompetensi dan sertifikasi adalah kegiatan fasilitasi sertifikasi nasional yang diselenggarakan dalam bentuk pemberian materi pengantar sebagai bahan penyegaran kembali terhadap topik yang akan diujikan, dilanjut ujian sertifikasi.

Sementara itu, Yusril Ardian dari LSP TIK Indonesia mengatakan, LSP kepanjangan tangan BNSP. Jadi, dia mengatakan, lembaga yang sudah mendapatkan lisensi dari BNSP berpeluang raih program dari pemerintah, termasuk TIK Indonesia ini.
“Tujuan uji kompetensi untuk menunjang keahlian atau kemampuan peserta di bidang yang digeluti. Sertifikasi ini jadi bukti pengakuan atas keahlian yang dimiliki. Karena untuk dapat pekerjaan yang lebih baik, banyak perusahaan yang meminta calon pekerja yang sudah mahir sesuai kompetensi dimiliki,” katanya. (adv)
Editor: Dwi Lindawati








