LUMAJANG, Tugujatim.id – Kebakaran terjadi di area hutan dan lahan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Luasan kebakaran tersebut diduga mencapai ratusan hektare.
Titik pusat kebakaran berada di sekitar area hutan di atas Danau Ranu Kumbolo. Kobaran api membakar pohon-pohon cemara hingga area sabana atau padang rumput di sejumlah titik rute pendakian Gunung Semeru. Di antaranya di wilayah Oro-oro Ombo, Cemoro Kandang, dan Jambangan di Kabupaten Lumajang. Kebakaran diduga terjadi sejak Kamis (17/8/2023).
Kepala Bagian Tata Usaha TNBTS, Septi Eka Wardani membenarkan adanya kejadian kebakaran itu. “Memang benar ada kebakaran,” ujarnya, pada Sabtu (19/8/2023).
Dilansir dari tekno.tempo.co, dalam data aplikasi Sistem Pengawasan Kebakaran Hutan dan Lahan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, SiPongi, luasan lahan terdampak kebakaran mencapai 419,848 hektare hingga per 18 Agustus 2023. Satelit merekam ada 50 hingga 60 titik panas atau hot spot yang terjadi selama dua hari terakhir.
Namun, Septi menjelaskan bahwa hot spot tidak selalu sama dengan titik api atau fire spot. “Hot spot bukan indikasi fire spot,” ucapnya.
Pihak TNBTS mengaku masih akan melakukan penghitungan lebih lanjut terkait luasan lahan yang terbakar di kawasan Gunung Semeru tersebut. “Untuk luasan pastinya nanti akan kami hitung kemudian menggunakan drone,” ucapnya.
Hingga kini, upaya pemadaman terus dilakukan pihak TNBTS, dibantu relawan dan mitra Polisi Hutan (Polhut) Ranupani.
Reporter: Laoh Mahfud
Editor: Lizya Kristanti








