KUPANG, Tugujatim.id – UMKM yang memiliki arti usaha mikro, kecil, dan menengah sudah menyebar luas di Indonesia. Banyak dari mereka yang merintis bisnis tersebut dengan berbagai fokus atau bidang yang berbeda. Mereka juga melakukan banyak promosi dari berbagai cara, mulai dari mengikuti event UMKM dari pemerintah, mempromosikan di media sosial atau dengan menyebarkan brosur ke beberapa orang. Salah satunya seperti donasi sampahmu.id.
Pada zaman sekarang banyak sekali sampah yang dibuang sembarangan oleh masyarakat bukan? Banyak dari mereka membuang sampah di jalanan, sungai, dan selokan. Bahkan dampak dari sampah yang sulit terurai juga tidak main-main, seperti longsor dan banjir. Nyatanya, sampah seperti botol atau sisa kemasan kue masih bisa didaur ulang menjadi tas, kotak tisu, dan lain-lain. Hal ini bisa dilakukan juga agar terhindar dari bencana alam pada jangka panjang nanti.
Kali ini, sekumpulan pemuda dari Kupang memberikan inovasi terbaru dalam bisnis atau UMKM yang mereka dirikan sejak 2020. Melihat banyaknya sampah botol yang dibuang sembarangan dan adanya masyarakat yang kurang peduli dengan lingkungan sekitar, membuat para pemuda ini memiliki ide cermelang untuk mendaur ulang sampah tersebut menjadi bahan setengah jadi.
Bisnis yang berhasil bertahan hingga sekarang ini bernama donasi sampahmu.id. Berfokus pada bidang sosial dan memanfaatkan sampah daur ulang menjadi hal yang utama bagi mereka. Para pemuda tersebut juga banyak mengajak masyarakat untuk mengambil sampah yang bisa didaur ulang seperti botol agar bisa dijadikan bahan setengah jadi nantinya.
Donasi sampahmu.id ini adalah distributor HWI atau yang biasa disebut dengan Health Wealth International. Setelah mereka mengumpulkan sampah-sampah tersebut, mereka memprosesnya menjadi biji plastik. Nantinya biji plastik inilah yang akan dikirim di beberapa kota di Indonesia seperti Surabaya, bank sampah induk mutiara timur, dan lain-lainnya.

“Tantangan saya dan tim yaitu menghadapi jatuh bangun dalam mendirikan bisnis ini. Selain itu, terjadinya persaingan antar pelaku usaha juga jadi tantangan,” jelas Kak Matilda Basri Hati sebagai salah satu pemilik bisnis atau UMKM ini.
Cara mereka untuk memproses sampah ini adalah menggunakan mesin, sedangkan cara memilahnya dengan memisahkan sampai sesuai dengan dropbox yang tersedia. Dengan begitu, cacahan plastik yang nantinya akan dikirim memiliki kualitas yang baik dan bentuk yang teratur.
Donasi sampahmu.id juga sudah memiliki kantor tersendiri dan pernah melakukan banyak acara di berbagai daerah. Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kupang pernah menjadi relawan pada sampahmu.id dengan memilah sampah plastik yang ada di sekitar kampus.
Selain itu, Donasi sampahmu.id bersama instansi pemerintahan, perguruan tinggi, instansi pendidikan, dan perwakilan komunitas di Kota Kupang juga pernah melakukan kegiatan Susur dan Bersih Sungai menuju World Water Forum. Tidak hanya itu, Donasi Sampahmu.id juga sering melakukan kegiatan sosialisasi di Kota Kupang seperti sosialisasi pemanfaatan sampah organik dan non organik.
Baca Juga: 6 Rekomendasi Drama China Terbaru Rating Tertinggi 2023, Hidden Love Bikin Gamon Penonton
Tidak lupa platform media sosial terutama Instagram juga menjadi sarana utama Donasi Sampahmu.id untuk mempromosikan bisnis mereka dan memberikan edukasi yang benar mengenai bagaimana cara memilah sampah yang benar, tips mengurangi sampah plastik, dan lain sebagainya lewat beberapa konten yang mereka buat.
“Kami juga sudah mengedukasi masyarakat untuk membuang sampah dengan benar agar selalu berakhir di TPA. Serta mengajarkan untuk mulai membiasakan diri memilah sampah dari rumah agar tidak sia-sia berakhir di TPA,” tambah Matilda Basri Hati.
Nah, dengan adanya donasi sampahmu.id, harapannya masyarakat dapat membuang sampah sesuai dengan kriterianya. Diet plastik juga dianjurkan untuk masyarakat Kupang dan seluruh Indonesia agar mengurangi adanya limbah plastik yang menimbulkan bencana alam di masa mendatang. Selain itu, mendaur ulang botol plastik juga bisa dilakukan di rumah masing-masing dengan menjadikannya sebuah buah tangan seperti pot, tempat pensil, dan lain-lainnya.
Writer: Annisa Listya (Magang)
Editor: Imam A. Hanifah-Dwi Lindawati








