MALANG, Tugujatim.id – Institut Teknologi, Sains, dan Kesehatan (ITSK) RS dr Soepraoen Malang menggelar Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB), pada 28-31 Agustus 2023.
Sedangkan pada Jumat, 25 Agustus 2023, dilaksanakan kegiatan pra PKKMB yang berisi diseminasi tata tertib. lomba twibbon, dan sanksi jika ada pelanggaran. Selain itu juga berisi pengarahan dari panitia tentang barang bawaan peserta.
Tema PKKMB tahun ini adalah “Menumbuhkan Sense of Belonging Mahasiswa Sebagai Agent of Change dan Generasi Penerus Bangsa”. “Tema ini diusulkan karena PKKMB sebagai tonggak awal menjadi manusia unggul,” ucap Wakil Rektor 3 ITSK RS dr Soepraoen Malang, Mayor Ckm Elvianto Wihatno SPd MMKes.
Sementara Kepala Biro Kemahasiswaan ITSK RS dr Soepraoen Malang, Chantika Mahadini AMd Akp MPsi mengatakan bahwa harapannya agent of change dapat menghidupkan dan membawa ITSK menjadi lebih baik lagi. “Jaya, jaya, jaya!” ucapnya.
PKKMB yang diselenggarakan diikuti kurang lebih sekitar 800 mahasiswa baru dan berasal dari berbagai macam daerah. PKKMB adalah kegiatan rutin tahunan yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi untuk memperkenalkan lingkungan dan kehidupan kampus kepada mahasiswa baru.
Kata dia, kegiatan ini penting dilakukan sebagai momen untuk mahasiswa baru mengenal lebih jauh tentang ITSK RS dr Soepraoen Malang.
PKKMB tahun ini memiliki slogan yaitu “Cendikia Aditama” yang memiliki makna supaya mahasiswa dapat menjadikan manusia yang unggul. Untuk angkatan PKKMB kali ini memiliki tagline khusus, yaitu “Laskar soepraoen muda, cendikia peradaban bangsa”.
Serangkaian kegiatan PKKMB dibuka dengan upacara pembukaan yang dihadiri oleh rektor, jajaran pimpinan, dan perwakilan mahasiswa.
Pada upacara pembukaan PKKMB, Rektor ITSK RS dr Soepraoen Malang, Arief Efendi SKes SH (adv) SKep Ners MM MKes memberikan sambutan dan memberikan penyematan kepada perwakilan mahasiswa baru sebagai tanda pengukuhan.
Kemudian acara dilanjutkan dengan pelepasan balon untuk memeriahkan pembukaan PKKMB. Kegiatan PKKMB berlangsung selama empat hari dan diisi dengan materi-materi yang menambah wawasan, pengenalan fasilitas, dan organisasi kampus.
Materi yang disampaikan ada beberapa, misalnya saja tentang “Pembinaan Revolusi Mental: Generasi Unggulan yang Anti Korupsi, Anti Intoleransi, Anti Terorisme dan Radikalisme”; dan “Pemanfaatan Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka”.
Pada hari ketiga PKKMB diakhiri dengan konfigurasi papermob mahasiswa dengan delapan formasi berbeda dalam tiga varian warna, yaitu hijau, merah, dan putih. Konfigurasi papermob tersebut juga direkam oleh tim dokumentasi dan nantinya akan digunakan sebagai konten

PKKMB diakhiri dengan acara penutupan dan dilanjutkan dengan student day. Student day kali ini memiliki tema “TEAM (together everyone, active more)” yang bertujuan meningkatkan kekompokan antar mahasiswa dan menjadi lebih aktif lagi di kehidupan kampus.
Pada kegiatan student day berisi pertunjukan dari unit kerja mahasiswa (UKM) untuk pengenalan dan promosi UKM. Hal ini bertujuan supaya mahasiswa mengetahui dan ikut turut serta pada kegiatan tersebut. Harapannya adalah mahasiswa tidak hanya kuliah kemudian pulang, tetapi juga aktif dalam berorganisasi di lingkungan kampus.
Selain itu, acara student day ini sebagai ajang pemberian reward dari lomba twibbon yang sebelumnya telah disosialisasikan oleh panitia. Ada juga pemberian penghargaan untuk pleton-pleton yang memenuhi kriteria tertentu seperti pleton paling rapi, dan pleton ter lainnya.
Supaya meriah juga, student day juga diisi oleh unjuk bakat dari masing-masing pleton sehingga tidak hanya diisi dari mahasiswa aktif saja, sehingga student day ini menjadi ajang penyegaran setelah padatnya aktifitas PKKMB.
Hal yang baru dari PKKMB ini adalah presensi yang tidak lagi dilakukan secara konvensional, tetapi menggunakan scan barcode yang terdapat pada nametag mahasiswa baru. Hal ini juga menunjukkan keseriusan perguruan tinggi dalam menerapkan transformasi digital.(ads)

Editor: Lizya Kristanti








