TUBAN, Tugujatim.id – Dalam waktu dekat, Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) bakal membuat Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) atau hujan buatan. Hal tersebut bertujuan untuk bisa mengurangi dampak yang disebabkan oleh kemarau panjang akibat fenomena Elnino juga Indian Ocean Dipole (IOD).
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tuban, Sudarmaji mengatakan bahwa Pemprov Jatim akan menggunakan TMC setelah melihat Jakarta berhasil menggunakan teknologi itu saat Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) “Alhamdulillah melihat hasil itu, insyaallah juga akan diterapkan di wilayah Jawa Timur,” ucap Sudarmaji, pada Minggu (24/09/2023).
Sudarmaji menambahkan, nantinya awan yang telah berkumpul di wilayah ujung timur Pulau Jawa akan ditaburi garam sehingga bisa menurunkan hujan. “Harapannya kalau sudah turun hujan, bisa mengisi waduk yang kosong, sumber mata air dan sungai,” ucapnya.

Selain itu, tujuan lainnya agar bisa mempercepat intensitas hujan yang sebelumnya diprediksi di dasarian 1 sampai 2 di November. Dengan TMC, diharapkan bisa maju di dasarian 4 Oktober. “Semoga saja, harapan kita bisa terwujud,” pungkasnya.
Saat ini, krisis air bersih tengah terjadi di 14 desa yang tersebar di tujuh kecamatan di Tuban. BPBD Tuban telah berusaha dengan memberikan bantuan droping air bersih secara rutin ke sejumlah wilayah itu.
Reporter: Rochim
Editor: Lizya Kristanti








