• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Insiden pengeroyokan usai Festival Makanan Khas Kota Pasuruan pada Selasa (19/9/2023) yang viral di media sosial. Foto: dok warga

Insiden pengeroyokan usai Festival Makanan Khas Kota Pasuruan pada Selasa (19/9/2023) yang viral di media sosial. Foto: dok warga

Korban Pengeroyokan di Festival Makanan Khas Kota Pasuruan Enggan Lapor Polisi

Lizya Kristanti by Lizya Kristanti
3 years ago
in Peristiwa
0
Share on FacebookShare on Twitter

PASURUAN, Tugujatim.id – Penyelidikan kasus pengeroyokan usai Festival Makanan Khas Kota Pasuruan pada Selasa (19/9/2023) menemukan jalan buntu. Pasalnya, pemuda yang jadi korban dugaan pengeroyokan di Jalan Pahlawan yang videonya viral di media sosial itu, enggan melapor polisi. Korban tersebut berinisial WD, warga Desa Petung, Kecamatan Pasrepan, Kabupaten Pasuruan.

Plt Kasi Humas Polres Pasuruan Kota, Aipda Junaidi mengatakan bahwa hingga kini pihak kepolisian tidak mendapat laporan terkait kejadian itu.

You might also like

TPA Benowo

Kebakaran TPA Benowo Dipadamkan Lima Jam, Tumpukan Sampah Jadi Kendala Utama

20/07/2026 2:30 PM
Parkir digital di Surabaya.

82 Persen Wajib Pajak Sudah Beralih Parkir Digital di Surabaya, 500 Titik Masih Belum Berizin

18/07/2026 4:04 PM

Junaidi mengatakan bahwa salah satu warga yang kenal dengan korban dalam video pengeroyokan juga telah mendorong WD untuk melapor ke polisi. Bahkan, pihak kepala desa setempat pun ikut turun tangan menengahi kasus itu. “Namun informasi dari warga korban tersebut tetap tidak mau melapor,” ujar Junaidi, pada Minggu (24/9/2023).

Adapun alasan korban enggan melapor ke aparat berwajib karena terkendala izin orang tua. Pihak keluarga WD tidak memberikan persetujuan apabila kasus ini diproses secara hukum di kepolisian. “Alasannya karena tidak mendapatkan persetujuan dari keluarga,” ungkapnya.

Di sisi lain, beredar isu bahwa WD sempat dicurigai mencuri ponsel pengunjung di tengah hiburan musik yang digelar di halaman Gedung Harmoni.

Meskipun begitu, pihak kepolisian tidak bisa memastikan benar tidaknya kabar tersebut. Pasalnya, penyelidikan kasus pengeroyokan antar pemuda ini berhenti karena tak ada satupun pihak yang melapor. “Karena tidak ada laporan, polisi tidak bisa melanjutkan proses hukum,” imbuhnya.

Sementara kasus pengeroyokan berbeda yang terjadi di tengah hiburan musik di halaman Gedung Harmonie juga tak berlanjut proses hukumnya. Korban bernama Rizky Agung Firmansyah juga tidak melapor karena merasa tidak ada unsur kesengajaan dan hanya insiden senggolan antar penonton.

“Kalau korban yang satunya lagi, yang informasinya kita dapat dari Rizky, juga tidak melapor dan kita belum tau identitasnya,” ungkapnya.

Sebelumnya, beredar video pengeroyokan pemuda usai acara Festival Makanan Khas Kota Pasuruan di Gedung Harmonie, pada Selasa (19/9/2023) malam.

Setelah diselidiki polisi, terdapat dua insiden kericuhan yang berujung pada pengeroyokan berbeda di malam Festival Makanan Khas Kota Pasuruan. Dugaan awal, terdapat tiga korban.

Insiden pertama terjadi di tengah berlangsungnya hiburan musik band pop punk di halaman Gedung Harmonie. Diduga karena senggolan saat joget, Rizky Agung Firmansyah jadi korban kekerasan hingga pingsan dan berdarah.

Sementara insiden pengeroyokan kedua terjadi usai acara hiburan musik. Lokasinya di pinggir Jalan Pahlawan, tepat di depan Gedung P3GI atau diseberang Kantor Pengadilan Agama Kota Pasuruan yang videonya viral di media sosial.

Dalam video tersebut segerombolan anak muda tampak mengeroyok salah satu pemuda. Mereka memukul dan menendangi secara bergantian pemuda yang tengah duduk di motornya hingga terkapar di jalanan.

Reporter: Laoh Mahfud
Editor: Lizya Kristanti

Tags: berita Pasuruanberita Pasuruan hari inifestival makanan khas kota pasuruanKota PasuruanPasuruan
Lizya Kristanti

Lizya Kristanti

Related Stories

TPA Benowo

Kebakaran TPA Benowo Dipadamkan Lima Jam, Tumpukan Sampah Jadi Kendala Utama

by Mochamad Abdurrochim
20/07/2026 2:30 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id – Banyaknya tumpukan sampah menjadi salah satu kendala utama dalam proses pemadaman kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA)...

Parkir digital di Surabaya.

82 Persen Wajib Pajak Sudah Beralih Parkir Digital di Surabaya, 500 Titik Masih Belum Berizin

by Dwi Linda
18/07/2026 4:04 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berupaya menata sektor perparkiran dengan penerapan pembayaran non tunai atau digital secara perlahan...

TNI AD

Gudang Pusat Amunisi TNI AD di Madiun Meledak, Berikut Kronologi Kejadian dan Korban Tewas

by Mochamad Abdurrochim
16/07/2026 8:55 PM
0

MADIUN, Tugujatim.id – Gudang Amunisi II Pusat Peralatan Angkatan Darat (Puspalad) di Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, meledak pada...

CR-V.

5 Korban Tewas Kecelakaan Maut Tol Pandaan-Malang, Sopir Honda CR-V Hantam Truk Parkir Diduga Microsleep

by Dwi Linda
16/07/2026 3:17 PM
0

PASURUAN, Tugujatim.id - Kecelakaan lalu lintas melibatkan mobil dan truk terjadi di jalan Tol Pandaan-Malang KM 71/B, tepat di wilayah...

Next Post
Asesmen Mahasiswa RPL Universitas IBU Malang Diikuti 200 Peserta

Asesmen Mahasiswa RPL Universitas IBU Malang Diikuti 200 Peserta

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID