MALANG, Tugujatim.id – Jurusan Teknik Mesin Universitas Negeri Malang (UM) melakukan pendampingan melalui program Pengabdian Kepada Masyarakat di Desa Sambigede, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Mereka berupaya meningkatkan produktivitas pengolahan pakan ternak.
Pengabdian Kepada Masyarakat kali ini diinisiasi oleh Muhammad Alfian Mizar, Muchammad Harly, dan Ratna Juwita.
Berdasarkan informasi, Sambigede merupakan salah satu daerah yang memiliki potensi tinggi dalam bidang peternakan. Desa tersebut memiliki berbagai macam potensi peternakan yang dimiliki seperti sekitar 60 ekor sapi, 20 ribu unggas, dan lebih dari 100 kambing.

Biasanya, pakan ternak yang dimanfaatkan adalah limbah pertanian. Antara lain batang yang tersisa setelah dipanen atau diambil hasil utamanya ataupun pakan alternatif yang digunakan sebagai pakan ternak.
Namun, proses pengolahan atau pencacahan pakan yang dilakukan oleh para peternak di lokasi mitra ini kebanyakan masih bersifat tradisional dan konvensional, yaitu memotong secara manual dengan menggunakan sabit atau pisau golok.
“Bagi peternak kecil cara ini masih dianggap cukup efisien. Tetapi bagi peternak dengan skala menengah hingga besar, cara ini kurang efektif dan efisien karena memakan waktu dan tenaga lebih banyak, penggunaan sabit atau sejenis benda tajam lainnya dianggap kurang aman,” jelas Muhammad Alfian Mizar.

Padahal, penghasilan usaha peternakan dipengaruhi oleh pakan yang diberikan. Di mana produktivitas usaha ternak 70 persen dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan 30 persen faktor genetik. Pakan yang menjadi bagian dari faktor lingkungan memiliki pengaruh tertinggi yaitu berkisar 60 persen.
Untuk itu, kelompok Pengabdian Kepada Masyarakat ini memberikan alternatif solusi teknologi tepat guna berupa mesin pencacah pakan ternak double intake yang dapat dimanfaatkan para mitra untuk meningkatkan produktivitasnya.
Tujuannya yakni meningkatkan proses pencacahan pakan ternak untuk meningkatkan kapasitas produksi, termasuk mendifusikan mesin pencacah pakan ternak double intake dengan memberikan pengetahuan dan keterampilan tentang cara pengoperasian dan perawatan mesin pencacah pakan ternak double intake kepada mitra berdasarkan implementasi yang telah dilakukan.

Adapun cara penggunaan mesin pencacah pakan ternak double intake ini cukup sederhana yaitu menyalakan saklar motor bensin akan memutar pisau yang ada di dalam mesin, lalu memasukkan bahan, ranting atau rumput melalui kedua hopper, lalu daun, ranting, atau rumput akan tercacah sesuai ukuran yang dikehendaki dan keluar melalui outlet yang ada.
Alhasil, dengan hadirnya mesin pencacah pakan ternak double intake ini, dapat meningkatkan produktifitas pakan ternak hingga 30 persen. Dengan begitu, peningkatan produksi dapat diaktualisasi mampu meningkat produksi pakan ternak, sehingga implementasi pencacah pakan ternak double intake ini dapat memberikan sumbangsih yang relatif besar untuk meningkatkan produktifitas, kualitas, dan omzet bagi kelompok masyarakat di Sambigede.(ads)
Reporter: Feni Yusnia
Editor: Lizya Kristanti








