• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Kedai Sedulur Papat.

Suasana Kedai Sedulur Papat di Kota Mojokerto. (Foto: Hanif Nanda/Tugu Jatim)

Menilik Kedai Sedulur Papat di Kota Mojokerto, Ruang Ekspresif Lintas Komunitas Usung Nuansa Klasik

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
3 years ago
in Pilihan Redaksi
0
Share on FacebookShare on Twitter

MOJOKERTO, Tugujatim.id – Kedai Sedulur Papat di Kota Mojokerto menjadi ruang berekspresi bagi banyak komunitas. Dialah Joko Trisma Kusdianto yang mendirikan kedai kopi ini di Gedongan Gang 9, Magersari, Kota Mojokerto.

Semangat ingin memberi ruang ekspresi bagi komunitas menjadi alasan bagi Joko Trisma Kusdianto mendirikan kedai kopi yang dikemas dengan nuansa klasik ini. Kedai ini pun memang sering disambangi beberapa komunitas.

You might also like

Dima Akhyar

Jalan Panjang Dima Akhyar, Dari Jual Motor hingga Direksi PDP Kahyangan Jember

01/06/2026 10:33 AM
Surabaya Vaganza 2026

Surabaya Vaganza 2026 Tetap Meriah Meski Sempat Diwarnai Ancaman Hujan

17/05/2026 9:21 AM

Nah, komunitas yang dimaksud oleh Joko beraneka ragam. Mulai komunitas seni, kendaraan roda dua seperti motor custom, termasuk pula komunitas penulisan buku sering singgah ke kedai milik Joko.

Kedai Sedulur Papat Mojokerto.
Pengunjung Kedai Sedulur Papat Kota Mojokerto sedang menikmati suasana. (Foto: Hanif Nanda/Tugu Jatim)

“Ibaratnya mau bikin acara, bikin event pasti kami support. Selama acara yang dibikin itu memang untuk pengembangan dan kebaikan komunitas juga,” kata Joko, Rabu (08/11/2023).

Usaha milik Joko dinamai dengan Kedai Sedulur Papat. Artinya, sedulur papat diambil dari bahasa Jawa. Namun, Joko bertitik tekan pada kata sedulur yang berarti saudara. Sementara kata papat adalah nomor empat, nomor dari tempat yang sekarang disulap Joko menjadi kedai.

“Sedulur itu karena bagi kami siapa pun yang datang ke kedai kami itu sudah dianggap seperti saudara. Jadi, semangatnya itu seduluran, persaudaraan,” terang Joko.

Karena itu, Joko ingin membawa suasana seperti rumah sendiri, feel like home. Hal ini dia buktikan dengan seringnya menggelar acara-acara komunitas tanpa memungut biaya.

Kedai Sedulur Papat Kota Mojokerto.
Buku yang disediakan untuk pengunjung Kedai Sedulur Papat Kota Mojokerto. (Foto: Hanif Nanda/Tugu Jatim)

“Kadang ada teman dari kalangan motor custom bikin acara sharing-sharing gitu. Ada pula acara dari orang-orang yang suka nulis buku, mereka bikin diskusi. Kami fasilitasi tanpa biaya,” beber Joko.

Berdasarkan pengamatan Tugu Jatim, ada pernak-pernik tempo dulu yang tertata di kedai kopi milik Joko. Ada tatanan meja dan kursi klasik yang sengaja dipertahankan untuk menciptakan suasana masa lalu.

Beberapa rak buku juga tertata rapi. Koleksinya beragam, mulai bertema berat hingga ringan seperti koleksi novel atau cerpen.

“Itu memang untuk teman-teman dari komunitas yang suka nulis. Kami sediakan space buat nongkrong sambil nulis,” tutur Joko.

Writer: Hanif Nanda Zakaria

Editor: Dwi Lindawati

Tags: Berita Kota Mojokerto hari iniJoko Trisma KusdiantoKedai kopi klasik MojokertoKedai Sedulur Papat Kota MojokertoKedai Sedulur Papat MojokertoKota Mojokerto hari ini
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Dima Akhyar

Jalan Panjang Dima Akhyar, Dari Jual Motor hingga Direksi PDP Kahyangan Jember

by Mochamad Abdurrochim
01/06/2026 10:33 AM
0

JEMBER, Tugujatim.id – Dima Akhyar kini dipercaya menjabat Direktur Umum dan Keuangan PDP Kahyangan Jember. Namun, sebelum masuk jajaran direksi...

Surabaya Vaganza 2026

Surabaya Vaganza 2026 Tetap Meriah Meski Sempat Diwarnai Ancaman Hujan

by Mochamad Abdurrochim
17/05/2026 9:21 AM
0

SURABAYA, Tugujatim.id – Surabaya Vaganza 2026 berlangsung meriah pada Sabtu malam (16/05/2026) meski sempat dibayangi cuaca mendung dan ancaman hujan....

59 Biksu Thudong di Pasuruan

59 Biksu Thudong di Pasuruan Singgah di Klenteng Tjoe Tik Kiong

by Mochamad Abdurrochim
13/05/2026 10:16 PM
0

PASURUAN, Tugujatim.id – 59 Biksu Thudong di Pasuruan singgah di Klenteng Tjoe Tik Kiong, Kota Pasuruan pada Rabu (13/05/2026). Kedatangan...

Drama Korea underrated

10 Rekomendasi Drama Korea Underrated yang Jarang Dibahas, Tawarkan Cerita Realistis dan Menyentuh

by Mochamad Abdurrochim
04/05/2026 2:46 PM
0

Tugujatim.id – Drama Korea underrated sering kali luput dari perhatian, meski menghadirkan cerita yang lebih realistis dan emosional. Di tengah...

Next Post
Tradisi sedekah laut.

Lestarikan Budaya, Potret Tradisi Sedekah Laut di Pesisir Tuban Wujud Rasa Syukur Nelayan 

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID