PASURUAN, Tugujatim.id – Keluhan warga soal ketidakpastian jadwal audiensi terkait pencemaran Sungai Welang ditanggapi Penjabat (Pj) Bupati Pasuruan, Andriyanto.
Andriyanto mengatakan bahwa ia meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pasuruan untuk segera melakukan audiensi.
Andriyanto menjelaskan bahwa pada Kamis (23/11/2023), sejumlah OPD Pemkab Pasuruan, termasuk DLH, tengah ada kesibukan agenda pertemuan lain di luar kota. Sehingga, warga tidak bisa menemui Kepala DLH Kabupaten Pasuruan, Heru Fariyanto.
“Memang kami termasuk Kadis DLH masih ada acara dengan KPK dan pembahasan anggaran di luar kota,” ujar Andriyanto, pada Minggu (26/11/2023).
Andriyanto mengatakan bahwa ia sore tadi telah menghubungi langsung Kepala DLH Kabupaten Pasuruan. Iya meminta agar DLH Kabupaten Pasuruan segera menghubungi perwakilan warga yang terdampak pencemaran limbah di Sungai Welang. Warga akan dipanggil untuk mengikuti audiensi dengan berbagai pihak terkait, baik DLH hingga manajemen pabrik Satoria Group. Rencananya, audiensi ini agar segera digelar dalam waktu dekat.
“Barusan langsung bapak (saya) telepon Kadis DLH, segera akan memanggil perwakilan warga,” ungkapnya.
Terkait kapan audiensi warga digelar, Andriyanto mengarahkan agar melakukan konfirmasi ke kepala DLH Kabupaten Pasuruan. “Monggo berkomunikasi dengan Pak Kadis,” imbuhnya.
Sementara itu, Heru Fariyanto mengaku belum mendapat laporan terkait adanya warga yang datang ke kantornya pada Kamis lalu. “Saya belum tau, belum ada laporan,” ucapnya.
Sebelumnya, warga mencurigai aliran Sungai Welang tercemar limbah pabrik. Warga mengeluhkan air sungai yang berubah warna dan berbau tidak sedap menyengat selama sekitar empat bulan terakhir.
Tidak hanya itu, menurut penuturan masyarakat, sejumlah warga dan anak-anak desa setempat mengalami gatal-gatal usai mandi dan bermain di sungai. Sejumlah warga juga mengaku sempat menemukan sejumlah bangkai ikan yang mengambang di aliran sungai.
Sementara berdasarkan pantauan Tugujatim.id, masih ditemukan banyak busa di aliran Sungai Welang, terutama yang berada di bawah saluran pembuangan air limbah dari pabrik Satoria Group, ketika DLH Jatim turun mengambil sampel pada Jumat, 20 Oktober 2023.
Reporter: Laoh Mahfud
Editor: Lizya Kristanti








