• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Petani bawang di kaki Gunung Bromo di Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan, mengalami penurunan produksi selama kemarau. Foto: Laoh Mahfud/Tugu Jatim

Petani bawang di kaki Gunung Bromo di Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan, mengalami penurunan produksi selama kemarau. Foto: Laoh Mahfud/Tugu Jatim

Produksi Bawang di Pasuruan Anjlok Selama Kemarau Panjang

Lizya Kristanti by Lizya Kristanti
3 years ago
in Bisnis
0
Share on FacebookShare on Twitter

PASURUAN, Tugujatim.id – Musim kemarau panjang sempat menjadi pukulan berat bagi para petani bawang di lereng Gunung Bromo, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.

Selama musim kemarau 2023, produksi bawang menurun hingga 50 persen. Walhasil, omzet penjualan mereka pun ikut anjlok.

You might also like

Rajut

Produk Rajut Ernawati Lolos Kurasi, Masuk Display Gerai Ritel Fashion Asal Jepang, Kini Tembus Pasar Internasional

20/07/2026 3:30 PM
GBC ke-74

GBC ke-74 Coach Fahmi Dimulai di Malang, 80 Pengusaha dari Berbagai Daerah Ikuti Pelatihan Bisnis

14/07/2026 1:52 PM

Hal ini dirasakan oleh Bowo, seorang petani yang telah turun temurun bertani di kaki Gunung Bromo. Menurut Bowo, di musim kemarau kemarin penjualannya sempat anjlok hingga lebih dari separonya. “Produksinya turun, ya mungkin sampai 50 persen lebih,” ujar Bowo, di kebunnya, pada Senin (20/11/2023).

Biasanya, bawang merah justru makin meningkat produksinya di musim kemarau. Namun hal berbeda justru terjadi pada kemarau panjang ini. Salah satu faktor pemicu utamanya adalah kurangnya air. Musim kemarau ini memang berlangsung lebih lama dua bulan dibanding prediksi BMKG di awal tahun. Di mana BMKG awalnya memprediksi puncak kemarau akan terjadi pada Mei hingga Agustus.

“Hambatan utamanya air, susah, sumber mata air banyak tapi kering,” ungkapnya.

Hal senada diungkapkan oleh Enik, petani yang juga lama tinggal di lereng arah menuju Bromo. Menurutnya, musim kemarau yang lebih panjang dari biasanya mengakibatkan kualitas tanaman turun.
Pasalnya, tidak banyak air yang bisa dia siramkan untuk tanaman. “Kualitasnya jelek, banyak yang rusak,” ucap Enik.

Wanita asli suku Tengger ini mengaku bahwa untuk mendapatkan air warga harus membuat saluran air secara manual sejauh ratusan meter. Saluran air yang sudah dibuat pun masih harus dibagi-bagi airnya dengan kebun warga yang lain. “Di sini ada namanya sistem paroan (dibagi separuh), jadi ada yang bagian nyediakan air, ada yang bagian nanam sama ngerawat,” jelasnya.

Wanita ini menyebut bahwa anjloknya tanaman sayuran tidak hanya sebatas bawang saja. Melainkan juga petani tanaman sayuran lain, terutama kentang.

Menurutnya tahun lalu, dirinya pernah menanam kentang dan bisa memproduksi hingga 15 kuintal dalam satu kali masa panen. Sementara tahun ini dirinya hanya dapat satu kuintal saja. “Kentangnya anjlok, ya akhirnya beralih ke bawang sekarang, tapi ya belum bisa banyak soalnya baru akhir-akhir ini turun hujan,” pungkasnya.

Reporter: Laoh Mahfud
Editor: Lizya Kristanti

Tags: bawangbawang pasuruanberita Pasuruanberita Pasuruan hari iniPasuruan
Lizya Kristanti

Lizya Kristanti

Related Stories

Rajut

Produk Rajut Ernawati Lolos Kurasi, Masuk Display Gerai Ritel Fashion Asal Jepang, Kini Tembus Pasar Internasional

by Mochamad Abdurrochim
20/07/2026 3:30 PM
0

SIDOARJO, Tugujatim.id – Produk rajut milik Ernawati, pelaku UMKM asal Desa Candipari, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, berhasil lolos kurasi Dinas...

GBC ke-74

GBC ke-74 Coach Fahmi Dimulai di Malang, 80 Pengusaha dari Berbagai Daerah Ikuti Pelatihan Bisnis

by Mochamad Abdurrochim
14/07/2026 1:52 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Grounded Business Coaching (GBC) angkatan ke-74 resmi dimulai di Kota Malang, Selasa (14/07/2026). Pelatihan bisnis yang dikenal...

Gading Gajah

Polda Jatim Bongkar Penyelundupan Gading Gajah, Kupu-Kupu Langka dan Benih Lobster ke Luar Negeri

by Mochamad Abdurrochim
30/06/2026 12:15 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur mengungkap tiga kasus penyelundupan dan perdagangan ilegal sumber daya alam yang melibatkan...

Bawang Merah

Probolinggo Gandeng Kota Malang Pasok Bawang Merah, Sekaligus Perluas Pasar UMKM

by Mochamad Abdurrochim
05/06/2026 8:55 AM
0

PROBOLINGGO, Tugujatim.id – Kabupaten Probolinggo terus memperluas jaringan pemasaran komoditas unggulan daerah. Terbaru, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo menjalin kerja sama...

Next Post
Masa Nataru, KAI Daop 8 Surabaya Beri Promo 12.12 Diskon Tiket 20 Persen

Masa Nataru, KAI Daop 8 Surabaya Beri Promo 12.12 Diskon Tiket 20 Persen

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID