• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Petani bawang di kaki Gunung Bromo di Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan, mengalami penurunan produksi selama kemarau. Foto: Laoh Mahfud/Tugu Jatim

Petani bawang di kaki Gunung Bromo di Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan, mengalami penurunan produksi selama kemarau. Foto: Laoh Mahfud/Tugu Jatim

Produksi Bawang di Pasuruan Anjlok Selama Kemarau Panjang

Lizya Kristanti by Lizya Kristanti
2 years ago
in Bisnis
0
Share on FacebookShare on Twitter

PASURUAN, Tugujatim.id – Musim kemarau panjang sempat menjadi pukulan berat bagi para petani bawang di lereng Gunung Bromo, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.

Selama musim kemarau 2023, produksi bawang menurun hingga 50 persen. Walhasil, omzet penjualan mereka pun ikut anjlok.

You might also like

Bawang Merah

Harga Bawang Merah di Probolinggo Tembus Rp65 Ribu, Dipicu Permintaan Iduladha

03/06/2026 8:13 PM
Bojonegoro

Jasa Jagal Hingga Las Hewan Kurban, Ramai Diburu Saat Iduladha di Bojonegoro

29/05/2026 8:14 PM

Hal ini dirasakan oleh Bowo, seorang petani yang telah turun temurun bertani di kaki Gunung Bromo. Menurut Bowo, di musim kemarau kemarin penjualannya sempat anjlok hingga lebih dari separonya. “Produksinya turun, ya mungkin sampai 50 persen lebih,” ujar Bowo, di kebunnya, pada Senin (20/11/2023).

Biasanya, bawang merah justru makin meningkat produksinya di musim kemarau. Namun hal berbeda justru terjadi pada kemarau panjang ini. Salah satu faktor pemicu utamanya adalah kurangnya air. Musim kemarau ini memang berlangsung lebih lama dua bulan dibanding prediksi BMKG di awal tahun. Di mana BMKG awalnya memprediksi puncak kemarau akan terjadi pada Mei hingga Agustus.

“Hambatan utamanya air, susah, sumber mata air banyak tapi kering,” ungkapnya.

Hal senada diungkapkan oleh Enik, petani yang juga lama tinggal di lereng arah menuju Bromo. Menurutnya, musim kemarau yang lebih panjang dari biasanya mengakibatkan kualitas tanaman turun.
Pasalnya, tidak banyak air yang bisa dia siramkan untuk tanaman. “Kualitasnya jelek, banyak yang rusak,” ucap Enik.

Wanita asli suku Tengger ini mengaku bahwa untuk mendapatkan air warga harus membuat saluran air secara manual sejauh ratusan meter. Saluran air yang sudah dibuat pun masih harus dibagi-bagi airnya dengan kebun warga yang lain. “Di sini ada namanya sistem paroan (dibagi separuh), jadi ada yang bagian nyediakan air, ada yang bagian nanam sama ngerawat,” jelasnya.

Wanita ini menyebut bahwa anjloknya tanaman sayuran tidak hanya sebatas bawang saja. Melainkan juga petani tanaman sayuran lain, terutama kentang.

Menurutnya tahun lalu, dirinya pernah menanam kentang dan bisa memproduksi hingga 15 kuintal dalam satu kali masa panen. Sementara tahun ini dirinya hanya dapat satu kuintal saja. “Kentangnya anjlok, ya akhirnya beralih ke bawang sekarang, tapi ya belum bisa banyak soalnya baru akhir-akhir ini turun hujan,” pungkasnya.

Reporter: Laoh Mahfud
Editor: Lizya Kristanti

Tags: bawangbawang pasuruanberita Pasuruanberita Pasuruan hari iniPasuruan
Lizya Kristanti

Lizya Kristanti

Related Stories

Bawang Merah

Harga Bawang Merah di Probolinggo Tembus Rp65 Ribu, Dipicu Permintaan Iduladha

by Mochamad Abdurrochim
03/06/2026 8:13 PM
0

PROBOLINGGO, Tugujatim.id - Harga bawang merah di Kabupaten Probolinggo masih bertahan tinggi usai Hari Raya Iduladha 2026. Di sejumlah pasar...

Bojonegoro

Jasa Jagal Hingga Las Hewan Kurban, Ramai Diburu Saat Iduladha di Bojonegoro

by Mochamad Abdurrochim
29/05/2026 8:14 PM
0

BOJONEGORO, Tugujatim.id – Momentum Hari Raya Iduladha membawa berkah tersendiri bagi sejumlah warga di Kabupaten Bojonegoro. Tidak hanya pedagang hewan...

Malang

Kakao Malang Diam-Diam Punya Varietas Premium Langka

by Mochamad Abdurrochim
29/05/2026 7:00 AM
0

MALANG, Tugujatim.id – Kabupaten Malang ternyata tidak hanya dikenal lewat sektor pertanian hortikultura maupun wisata alam. Di balik hamparan kebun...

Tuban

UMKM Perempuan di Tuban Mulai Berkembang Lewat Pendampingan Usaha

by Mochamad Abdurrochim
25/05/2026 4:30 PM
0

TUBAN, Tugujatim.id – Sejumlah pelaku usaha rumahan perempuan di Tuban mulai menunjukkan perkembangan usaha setelah mendapat pendampingan berkelanjutan melalui program...

Next Post
Masa Nataru, KAI Daop 8 Surabaya Beri Promo 12.12 Diskon Tiket 20 Persen

Masa Nataru, KAI Daop 8 Surabaya Beri Promo 12.12 Diskon Tiket 20 Persen

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID