MOJOKERTO, Tugujatim.id – Format kompetisi empat tim alias fourfeo dipilih klub Gen-B Kota Mojokerto saat menggulirkan laga uji coba, Sabtu (20/1/2024). Laga ini melibatkan pemain usia dini yaitu usia 13 tahun dan 15 tahun.
Klub yang ber-home base di Gelora A. Yani Kota Mojokerto ini mengundang 3 klub lain untuk mengadakan pertandingan uji coba. Tiga klub tersebut adalah Bhayangkara FC, Deltras FC, dan Persela Lamongan.
Pengurus Gen-B Kota Mojokerto Muh. Taufiq menjelaskan, selain berfungsi sebagai ajang silaturahmi, laga uji coba ini bermaksud menilai perkembangan pemain dari masing-masing klub. Tidak hanya itu, penambahan jam terbang pemain juga menjadi konsen bagi Gen-B sebagai persiapan menuju kompetisi-kompetisi yang mungkin dijalani pada 2024.
Baca Juga: Cetak Atlet Berprestasi, Siasat Gen-B Kota Mojokerto Kelola Keseimbangan Pendidikan Pemain
“Selain itu, kami bisa memantau potensi pemain mana yang mungkin sesuai dengan kebutuhan kami. Apalagi pembinaan pemain harus digeber sejak dini. Syukur bila mampu memberikan prestasi,” kata Taufiq, Sabtu (20/01/2024).
Sementara itu, format yang dipakai pada laga uji coba ini menggunakan model 2×20 menit untuk usia 13 tahun. Lalu laga untuk usia 15 tahun memakai format 2×30 menit.
“Format itu mengacu pada ketentuan dari PSSI. Lalu untuk usia 13 yang main adalah pemain kelahiran 2010 sampai 2011. Kalau untuk usia 15 tahun itu pemain kelahiran 2008 hingga 2009,” tambah Taufiq.
Dia juga menjelaskan, laga uji coba ini untuk mengisi jeda kompetisi. Jeda waktu yang cukup lama tidak ingin disia-siakan oleh Gen-B dengan latihan rutin saja.
Baca Juga: 10 Model Gaun Anak Tampil Cute dan Gemesin, Desain Simpel hingga Mewah Terbaru 2024
“Makanya kami inisiatif mengundang klub-klub untuk memantapkan mental pemain. Agar pemain juga tidak jenuh hanya latihan rutin saja,” ujar Taufiq.
Dia berharap selanjutnya pemain-pemain Gen-B dapat memberikan sumbangsih pada kancah sepak bola nasional. Terlebih salah satu pemain binaan Gen-B Aditya Rachmat Apriansyah saat ini sedang mengikuti program Garuda Select di Inggris.
“Tentu kami berharap muncul Adit-Adit lain yang bisa mengikuti pendidikan sepak bola di luar negeri. Agar ilmunya bisa ditularkan kepada pemain-pemain lain,” ujar Taufiq.
Writer: Hanif Nanda Zakaria
Editor: Dwi Lindawati








