MALANG, Tugujatim.id – Caleg DPR RI Dapil VI Malang Raya Partai Nasdem Djamal Aziz memberikan tanggapan terhadap hubungan Megawati dan Jokowi yang akhir-akhir ini tampak banyak gertakan semenjak Presiden RI ini mendukung partai politik lain dan mengajukan anaknya (Gibran Rakabuming Raka) sebagai calon wakil presiden di bawah partai politik lain. Hal ini dia ungkap di Podcast Tugu Inspiratif pada Jumat (02/02/2024).
Renggangnya hubungan Megawati sebagai ketua Umum PDIP yang mengusung Jokowi menjadi presiden tampak jelas semenjak orang nomor satu di Indonesia ini memberikan dukungannya terhadap partai politik yang mengusung Gibran sebagai calon wakil presiden.
Baca Juga: Puluhan Akademisi Lintas Kampus di Malang Raya Demo, Serukan Krisis Etika dan Keteladanan Pemimpin
Hal ini menarik perhatian pengamat politik dan masyarakat luas. Salah satunya Djamal Aziz sebagai salah satu calon DPR RI Malang Raya dari Partai Nasdem.
“Masalah hubungan ini, damai nggaknya tergantung Bu Mega gimana untung ruginya. Bu Mega kadang simpel ambil keputusan, tapi ada kerahasiaaan dalam dirinya,” tutur Djamal Aziz dalam podcast Tugu Inspirasi.
Menurut dia, hubungan antara Megawati dan Jokowi ini akan ditentukan oleh rakyat. Sebab, hanya rakyat yang berhak memilih mana yang lebih konsisten dan komitmen.
“Rakyat yang akan menuju bilik dan menentukan suara,” sambung Djamal.
Pemilu kali ini yang akan memberikan hasil dan penilaian antara Jokowi dan Megawati. Menurut Djamal, Jokowi menabrak konstitusi, bertolak dari partai politik yang mengusungnya, menaikkan anaknya untuk mempertahankan kekuasaan. Sedangkan Megawati sebagai pemegang partai politik pengusung Jokowi akan terlihat bagaimana seharusnya menyikapi.
“Mega bijak tenang tidak menyikapi, Jokowi juga pintar tenang,” kata Djamal.
Namun, Djamal tidak memberikan pernyataan dan mendukung dari kedua belah pihak (Megawati dan Jokowi). Karena menurut dia, yang berhak menilai adalah rakyat dan puncaknya pada 14 Februari saat pemilu.
“Tidak bisa dijustifikasi, ada yang berkaitan ya terserah yang menilai. Perjalanannya sudah ke ekskalasi lebih tinggi kecuali setelah tanggal 14,” tutur Djamal.
Sebagai calon legislatif, Djamal tidak bisa memberikan keberpihakan dan pernyataan yang terlalu memihak. Apalagi, dia masih di bawah partai politik. Djamal juga mengatakan harus bijaksana dalam menanggapi isu sensitif di ranah politik.
Writer: Sinta Ayudiya
Editor: Dwi Lindawati








