SURABAYA, Tugujatim.id – Terkait peningkatan kasus Covid-19 di kawasan Bangkalan dan perbatasan Surabaya-Madura, jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jatim dan Pemkot Surabaya mulai menekan kenaikan angka Covid-19 agar tidak semakin tinggi. Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dalam agenda kunjungannya ke Suramadu dan memantau secara langsung penyekatan dan “tracing” swab di kawasan Surabaya-Madura menegaskan sudah ada 12.700 orang yang melakukan swab, 179 orang dinyatakan tes antigen positif, dan 94 orang tes PCR positif.
“Mulai Minggu lalu sampai sekarang, swab sudah 12.700 orang. Dari hasil itu, antigen positifnya 179 orang, PCR swab positif 94 orang, yang belum keluar 165 orang. Update sampai hari ini (10/06/2021),” terangnya Kamis (10/06/2021).
Selain itu, untuk orang yang melintasi Surabaya-Madura dan dinyatakan positif, Eri menjelaskan, langsung dirujuk ke Rumah Sakit (RS) Asrama Haji Surabaya atau dikirim ke RS rujukan dari Pemprov Jatim.
“Kalau ternyata ada yang posisinya masuk dari sini dan swab antigen positif, maka ditempatkan ke RS Asrama Haji. Kirim ke RS rujukan sesuai provinsi. Beberapa hari ini ada yang langsung dari warga Madura yang ke Surabaya ke RS,” jelasnya.
Per Rabu (09/06/2021), sudah ada 7 orang yang mengantar yang hasilnya positif setelah dites. Meliputi 1 orang sedang sakit dan 1 orang lagi telah ditangani.
“Kami mengajak mereka waspada karena kemarin ada 7 orang yang mengantar, termasuk 1 orang yang sakit, 1 orang sudah ditangani. Sedangkan 6 positif, di-swab sudah nggak ada lagi,” sebutnya.
Eri mengimbau warga Surabaya agar tetap menerapkan 5M, yakni menjaga jarak, memakai masker, mencuci tangan, mengurangi kerumunan, dan mengurangi mobilitas.
“Minta warga waspada. Untuk 5M tetap dijalankan. Bisa maksimal Pemkot Surabaya. Saya minta maaf. Ini yang sudah saya lakukan. Sudah maksimal. Saya berharap semua warga Surabaya supaya bisa jaga diri lewat 5M prokes,” ujarnya.