• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Balai Latihan Kerja PT Central Karya Semesta (BLK PT CKS) di Malang. (Foto:Azmy/Tugu Jatim)

Balai Latihan Kerja PT Central Karya Semesta (BLK PT CKS) di Malang. (Foto:Azmy/Tugu Jatim)

Inilah Pengakuan TKW di Hongkong saat Ikut Pelatihan di BLK PT CKS Malang

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
5 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG, Tugujatim.id – Fenomena di Balai Latihan Kerja PT Central Karya Semesta (BLK PT CKS) di Malang membuat banyak mantan TKW yang pernah menjalani masa pelatihan di sana angkat bicara. Intinya, mereka mengamini ada sistem yang dinilai terlalu ketat yang membuat orang merasa tertekan secara psikis.

Seperti kata Mawar, bukan nama sebenarnya. Perempuan berusia 26 tahun ini mengatakan kalau memang sistem di PJTKI PT CKS dirasa terlalu ribet. Dia masuk BLK PT CKS sekitar awal 2019. Sepanjang masa pelatihan, dia mengaku memang merasa seperti hidup di penjara.

You might also like

Jatim

BMKG: Waspada Kabut Tebal dan Angin Kencang di Jatim, Jumat 5 Juni 2026

05/06/2026 8:11 AM
Surabaya

Dishub Surabaya Pasang Foto Jukir di Rambu Parkir Digital

04/06/2026 8:52 PM

”Memang kalau sudah masuk situ gak bisa keluar-keluar. Mereka takut kami kabur. Sepanjang saya di sana aja sudah ada 2 kali kejadian calon TKW kabur,” ungkapnya saat dihubungi Selasa (15/06/2021).

Mawar yang kini telah bekerja dengan tenang di Hongkong ini berkisah bahwa kegiatan pelatihan sehari-hari di sana seolah tiada henti. Dari pagi hingga malam, tenaga dan pikiran mereka diforsir untuk belajar.

Mawar mengatakan, aktivitas sudah dimulai sejak pukul 06.00. Diisi kegiatan senam rutin, piket bersih-bersih, dan dilanjut kegiatan belajar hingga pukul 16.00. Waktu istirahat hanya 1 jam pada pukul 12.00 – 13.00.

Kegiatan belajar dilanjutkan lagi pada malam hari hingga sekitar pukul 21.00 WIB. Selama aktivitas itu, ponsel mereka disita, dikumpulkan jadi satu di pihak manajemen.

“HP baru diberikan pukul 19.00. Kalau misal telat ngumpulin, HP baru bisa dibalikin pukul 21.00,” kisahnya.

Mawar paling heran kalau misal ada sidak atau kunjungan dari pihak luar, manajemen selalu mewanti-wanti calon TKW untuk bersikap baik. Apa yang ditunjukkan ke pihak luar selalu yang baik-baiknya saja.

”Kami itu sehari-hari tidur gak pakai seprai maupun sarung bantal. Dipasang kalau pas sidak doang. Terus dapur itu yang ditunjukkan pasti dapur guru, bukan dapur kami sehari-hari. Kalau ada kesalahan apa gitu pasti kena hukuman,” bebernya.

Mawar juga ingat selalu merasa miris sewaktu makan. Menu makanan sehari-hari dirasanya sangat sederhana. Hanya nasi, tempe tahu, sawi, kangkung, dan sup sayur.

”Kami dapat jatah daging itu seminggu sekali. Itu pun kuecil banget,” katanya.

Mawar juga pernah melihat temannya yang sakit hingga pingsan oleh manajemen justru dianggap pura-pura. Padahal, tensi darahnya saat diperiksa sudah rendah.

”Itu dia dibilang pura-pura dianggap mau kabur. Padahal, saya tanya teman-teman di BLK lain itu gak separah itu,” ingatnya miris.

Dari pengalaman itu, dia tak heran jika banyak calon TKW yang sambat atau mengeluh. Bahkan, dia merasa sudah tidak tahan dan tebersit di pikiran untuk kabur saja.

“Kalau sudah kayak gitu kan pasti semua gak kerasan. Pasti juga pernah ingin kabur,” ujarnya.

Parahnya, Mawar melanjutkan, sistem potongan gaji untuk dibayarkan ke BLK sebagai ganti uang pelatihan kerjanya itu terbilang fantastis. Nominalnya mencapai 2.656 dolar per bulan selama 6 bulan. Jika dirupiahkan ada sekitar Rp 36 juta lebih.

”Jadi wajar kalau ada TKW kabur. Nilai perjanjiannya segitu. Semakin mereka lama di BLK, ya semakin banyak potongan gajinya,” ujarnya.

Tags: Berita TKW kaburBLK Central Karya SemestaKota MalangMantan TKWPengakuan TKWTKW asal NTBTKW kabur dari BLK
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Jatim

BMKG: Waspada Kabut Tebal dan Angin Kencang di Jatim, Jumat 5 Juni 2026

by Mochamad Abdurrochim
05/06/2026 8:11 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jatim Jumat (05/06/2026) didominasi udara kabur dan berawan di banyak wilayah, dengan beberapa daerah dataran tinggi...

Surabaya

Dishub Surabaya Pasang Foto Jukir di Rambu Parkir Digital

by Mochamad Abdurrochim
04/06/2026 8:52 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id- Sebagai upaya meningkatkan transparansi Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, memasang foto juru parkir (jukir) pada rambu parkir digital di...

Bayi Laki-laki

Penemuan Bayi Laki-laki Dalam Tas Gegerkan Warga Rengel Tuban

by Mochamad Abdurrochim
04/06/2026 3:30 PM
0

TUBAN, Tugujatim.id – Warga Desa Rengel, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban digegerkan dengan penemuan bayi laki-laki dalam kondisi meninggal dunia di...

Event tahunan di Banyuwangi.

Alasan Tak Pernah Sepi Wisatawan, 7 Event Tahunan di Banyuwangi Ini Selalu Jadi Magnet Pengunjung

by Dwi Linda
04/06/2026 1:57 PM
0

BANYUWANGI, Tugujatim.id – Event tahunan di Banyuwangi, Jatim, jadi salah satu magnet wisata yang selalu ramai dikunjungi wisatawan. Selain memiliki...

Next Post
Petugas menunjukkan lokasi meja resepsionis, tempat di mana maling beraksi di Tlogomas Guest House. (Foto:Azmy/Tugu Jatim)

Tlogomas Guest House Kecolongan, Uang Rp 9,2 Juta Raib Diembat Maling

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID