• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Pemilik rumah Suwik menunjukkan rumahnya yang ambrol pada Selasa (15/06/2021). (Foto: Sholeh/Tugu Jatim)

Pemilik rumah Suwik menunjukkan rumahnya yang ambrol pada Selasa (15/06/2021). (Foto: Sholeh/Tugu Jatim)

Kali Kelima, Rumah Warga Kelurahan Sisir Batu Ambrol Sedalam 8 Meter

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
5 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

BATU, Tugujatim.id – Diduga akibat aktivitas penambangan pasir puluhan tahun silam, pemukiman padat penduduk di Kota Batu rawan ambles. Suwik, 49, warga Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu, Kota Batu, salah satu yang menjadi korban kali kelima usai lantai rumahnya ambrol sedalam 8 meter.

Suwik mengungkapkan, lantai rumahnya ambrol menjelang Subuh saat istrinya hendak mengambil air wudu, Senin (14/06/2021). Beruntung istrinya tak sampai terjerembab ke lubang sedalam 8 meter itu.

You might also like

Tradisi Ngarak Banteng.

22 Juni 2026, Tradisi Ngarak Banteng Empu Supo XVIII Siap Ramaikan Songgoriti Kota Batu

15/06/2026 4:31 PM
Bus Trans Jatim Kepanjen-Arjosari.

15 Armada Siap Mengaspal, Bus Trans Jatim Kepanjen-Arjosari Beroperasi Oktober 2026

15/06/2026 3:43 PM
Petugas melihat kondisi rumah warga yang berlubang akibat tanah ambrol. (Foto: Sholeh/Tugu Jatim)
Petugas melihat kondisi rumah warga yang berlubang akibat tanah ambrol. (Foto: Sholeh/Tugu Jatim)

“Ketika istri saya melangkah mau ambil air wudu, tiba-tiba lantainya ambrol. Istri saya kaget, tapi untungnya tidak sampai jatuh,” ujar Suwik Selasa (15/06/2021).

Menurut dia, dulu area pemukiman tersebut memang merupakan bekas tambang pasir. Dia menyebutkan, pasir di area tersebut memang bagus sehingga banyak yang menggalinya untuk dijual.

“Saya ngontrak di rumah ini sejak 10 bulan terakhir. Tapi, saya sejak 1979 silam juga tinggal di sekitar sini. Ini saya ngontrak karena di rumah saya ada beberapa keluarga,” ucapnya.

“Di sini sering terjadi tanah ambrol, ini sudah 5 kali yang saya tahu sejak 1979 tinggal di Kelurahan Sisir. Terakhir, sekitar 2 tahun lalu rumah warga juga ambles di dalam rumahnya,” imbuhnya.

Bahkan, dia juga menceritakan pernah ada warga yang harus pindah dari Kelurahan Sisir usai rumahnya ambrol.

“Itu amblesnya full satu rumah,” ujarnya.

Dia berharap, ada tindak lanjut dari pemerintah agar kejadian serupa tidak terjadi dan memakan korban. Dia juga berharap, tanah di area pemukiman tersebut segera dikaji untuk ditentukan solusinya.

Kabid Pemadam, Penyelamatan, dan Sarana Prasarana DPKPK Kota Batu Santoso Wardoyo menuturkan, pihaknya mengerahkan 15 personel untuk melakukan penanganan jangka pendek.

Petugas menguruk lubang rumah warga akibat tanah ambrol di Kota Batu. (Foto: Sholeh/Tugu Jatim)
Petugas menguruk lubang rumah warga akibat tanah ambrol di Kota Batu. (Foto: Sholeh/Tugu Jatim)

“Lubang ini kami uruk material pasir dan batu, nanti akan ditambah air sehingga bisa lebih padat untuk meminimalisasi bencana susulan. Tentu analisisnya perlu dikaji lebih dalam, terutama masalah mapping-nya,” ucapnya.

“Jadi, sejauh mana luasan rongga yang ada juga di sekitar sini, kedalamannya seberapa. Jadi, kajian ini bisa digunakan untuk analisis lebih dalam. Ini harus ditindaklanjuti untuk dianalisis dan dilakukan mitigasi,” imbuhnya.

Sementara itu, analis Kebencanaan BPBD Kota Batu Eko K. memaparkan, tanah yang ambrol tersebut mengakibatkan lubang sedalam 8 meter. Namun, pihaknya belum bisa menganalisis secara pasti luasan lubang di dalamnya.

Dia memperkirakan, luasnya lebih dari 5 meter persegi. Untuk menutup lubang tersebut, pihaknya telah menyiapkan pasir sebanyak 4 dump truck.

Petugas dibantu warga menguruk lubang rumah warga Kota Batu yang ambrol. (Foto: Sholeh/Tugu Jatim)
Petugas dibantu warga menguruk lubang rumah warga Kota Batu yang ambrol. (Foto: Sholeh/Tugu Jatim)

“Dulu memang ada penambangan galian pasir di sini. Jadi, beberapa puluh tahun yang lalu, kami kehilangan jejak untuk menganalisis karena pelaku penambang sudah tidak ada,” paparnya.

“Kalau kontur tanahnya yang jelas mengandung pasir karena pasirnya bagus jadi dulu ditambang,” imbuhnya.

Sebagai antisipasi, pihaknya telah mengimbau kepada warga setempat untuk meningkatkan kewaspadaannya terhadap bencana potensi tanah ambrol tersebut.

“Statusnya di sini jelas rawan ambles. Tapi, kami belum bisa memetakan itu, kelemahan kami di situ. Kami masih mencari narasumber yang benar-benar bisa dipertanggungjawabkan,” ucapnya.

Untuk penanganan jangka panjang, pihaknya akan melakukan pemetaan secara geologis. Jadi, solusi penanganan yang tepat dapat ditemukan dan tak ada lagi bencana tanah ambrol di wilayah tersebut.

 

Tags: Akibat pertambanganBerita rumah ambrolKota Batu hari iniPemukiman warga BatuRumah ambrol di Batu
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Tradisi Ngarak Banteng.

22 Juni 2026, Tradisi Ngarak Banteng Empu Supo XVIII Siap Ramaikan Songgoriti Kota Batu

by Dwi Linda
15/06/2026 4:31 PM
0

BATU, Tugujatim.id - Kota Batu terkenal dengan destinasi wisata pegunungan dengan panorama alam yang memikat. Memasuki bulan Suro dalam penanggalan...

Bus Trans Jatim Kepanjen-Arjosari.

15 Armada Siap Mengaspal, Bus Trans Jatim Kepanjen-Arjosari Beroperasi Oktober 2026

by Dwi Linda
15/06/2026 3:43 PM
0

MALANG, Tugujatim.id - Kabar baik bagi masyarakat Malang Raya, khususnya pengguna transportasi umum. Pemerintah Provinsi Jawa Timur tengah mempersiapkan penambahan...

Tuban

Pria Paruh Baya di Tuban Ditemukan Bersimbah Darah, Polisi Buru Pelaku Penganiayaan

by Mochamad Abdurrochim
15/06/2026 12:30 PM
0

TUBAN, Tugujatim.id – Seorang pria paruh baya di Kabupaten Tuban ditemukan tergeletak di tanah dengan kondisi bersimbah darah usai diduga...

Cuaca di Jawa Timur

Kabut, Hujan Ringan, dan Dominasi Cerah Warnai Cuaca di Jawa Timur Senin 15 Juni 2026.

by Mochamad Abdurrochim
15/06/2026 9:40 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jawa Timur pada Senin (15/06/2026) menunjukkan variasi kondisi yang cukup kontras, mulai dari kabut, udara kabur,...

Next Post
Kepala Cabang PT CKS Maria Imelda Indrawati Kusuma bersama kuasa hukumnya Gunadi Handoko saat konferensi pers membantah temuan BP2MI soal adanya pelanggaran. (Foto:Azmy/Tugu Jatim)

Manajemen BLK PT CKS Malang Bantah Temuan Pelanggaran dari Kepala BP2MI

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID