Mojokerto, Tugujatim.id – Kecelakaan kerja dialami oleh anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Kabupaten Mojokerto saat menjalankan tugasnya di lapangan. Jenis kecelakaannya pun beragam dari petugas perempuan kontraksi dan kehilangan bayi yang dilahirkan, hingga petugas yang kakinya inveksi tertusuk bambu.
Data dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mojokerto menyebutkan data kecelakaan kerja didominasi sakit yang beragam yang dialami oleh 5 orang perempuan dan 11 orang laki-laki.
Sakit yang diderita mayoritas terjadi pada Kamis (15/2) dengan keluhan yang diderita bervariasi, mulai dari kondisi drop, panas dingin, kontraksi hingga terkena bambu saat pembuatan Tempat Pemungutan Suara (TPS).
Khusus kejadian kaki tertusuk bambu dialami oleh Nyuwito di Mojodadi, Kemlagi, Kabupaten Mojokerto. Nyuwito terluka pada bagian kaki akibat tertusuk bambu. Awalnya mengira hanya luka ringan, namun selang beberapa waktu terjadi pembengkakan hingga harus dilarikanke rumah sakit. Tindakan operasi harus diambil sebab kondisi demam hingga menggigil dialami oleh Nyuwito.
Selain itu, salah satu anggota KPPS yaitu Yuniar Indah Sari asal Balongwono, Trowulan, Kabupaten Mojokerto sempat mengalami kontraksi hingga melahirkan bayi jenis kelamin laki-laki. Kejadian ini dialami sebelum pelaksanaan pencoblosan. Namun sayang, bayi yang dilahirkan Yuniar meninggal dunia pasca dokter menyatakan jantung lemah diidap oleh bayi Yuniar.
Data tersebut belum termasuk 1 orang petugas KPPS dan 1 orang Linmas yang meninggal dunia. Sementara santunan untuk KPPS yang meninggal dunia tersebut akan disalurkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mojokerto pada hari ini, Senin (26/2/2024).
“Insya Allah besok (26/2/2024) sore kami salurkan santunan. Kalau santunan untuk Linmas masih proses,” ujar Komisioner Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan Sumber Daya Manusia KPU Kabupaten Mojokerto, Zainul Arifin, Minggu (25/2/2024).
Reporter : Hanif Nanda Zakaria
Editor : Darmadi Sasongko








