• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Serangan Umum 1 Maret.

Monumen Serangan Umum 1 Maret 1949 di area Museum Benteng Vredeburg. (Foto: dok. Kemdikbud)

Mengenang 75 Tahun, Asal Muasal Sejarah Serangan Umum 1 Maret Jadi Hari Penegakan Kedaulatan di Indonesia

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
2 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG, Tugujatim.id – Momen paling bersejarah tercatat pada 1 Maret 1949 silam atau sudah 75 tahun pada 2024 ini. Ya, serangan umum 1 Maret 1949 menjadi aksi lanjutan dari Agresi Militer Belanda II. Bagaimana peristiwa ini terjadi?

Peristiwa serangan umum 1 Maret 1949 ini banyak melibatkan tokoh-tokoh penting di Tanah Air, di mana mereka juga berjuang mempertahankan tanahnya agar tidak dijajah dan dikuasai oleh penjajah. Apalagi, peristiwa ini terjadi belum lama dari kemerdekaan Indonesia yaitu berselang hanya 4 tahun saja.

You might also like

Tradisi Ngarak Banteng.

22 Juni 2026, Tradisi Ngarak Banteng Empu Supo XVIII Siap Ramaikan Songgoriti Kota Batu

15/06/2026 4:31 PM
Bus Trans Jatim Kepanjen-Arjosari.

15 Armada Siap Mengaspal, Bus Trans Jatim Kepanjen-Arjosari Beroperasi Oktober 2026

15/06/2026 3:43 PM

Tujuan serangan ini ialah untuk merebut wilayah Republik Indonesia. Target utamanya adalah Yogyakarta. Di mana saat itu Yogyakarta masih menjadi ibu kota negara Indonesia.

Baca Juga: Performa Unggul! Intip 5 Laptop Asus Vivobook 14 Terbaru: Recommended Banget Harga di Bawah 10 Jutaan 

Peristiwa ini mendapatkan respons dari Sri Sultan Hamengkubuwono IX untuk mengirimkan surat kepada Jenderal Soedirman dengan tujuan untuk meminta izin menyerang Belanda kala itu. Nah, Belanda saat itu berada di bawah kepemimpinan Kolonel Van Langen yang markasnya di Hotel Tugu. Akhirnya, serangan umum dilakukan di beberapa sektor pada 1 Maret 1949, tepat pukul 06.00 WIB, ketika sirene pertanda serangan dibunyikan.

Pertempuran memuncak pada pukul 11.00 WIB ketika musuh pasukan NICA dan Komando Gajah Merah datang dari arah Magelang. Pukul 12.00 WIB, pasukan mundur setelah 6 jam berperang menguasai Yogyakarta dan berencana menuju Tanjung Tirto dan Maguwo keesokanharinya.

Atas keberhasilan Indonesia melakukan serangan umum 1 Maret 1949 ini, Indonesia berhasil pula mencuri pandangan dunia internasional tentang eksistensinya yang masih kuat dalam mempertahankan kekuasaannya. Bahkan, Indonesia diuntungkan dengan kecaman di internasional terkait Agresi Militer Belanda II.

Dampak Peristiwa Serangan Umum 1 Maret 1949 bagi Indonesia:

1. Membuktikan bahwa Indonesia masih sangat kuat dan eksistensi TNI mampu menyerang Belanda.
2. Berhasil mempertahankan kedaulatan Negara Republik Indonesia.
3. Berhasil memulihkan kepercayaan rakyat kepada TNI, berkat kerja kerasnya mempertahankan kekuasaan.
4. Mengubah pemerintahan Amerika Serikat terhadap Belanda, agar mau berunding dengan Indonesia.
5. Mematahkan propaganda yang dibuat oleh Belanda di dunia Intenasional kepada Indonesia.
6. Indonesia mendapatkan tawaran dari Dewan Keamanan PBB terkait perundingan.

Sebagai pengingat sejarah perjuangan para pahlawan yang gugur, kemudian didirikan Monumen Serangan Umum 1 Maret di plataran Benteng Vandenburg Yogyakarta. Kemudian dibangun museum dan monumen pada 1984 di bekas tempat PC Audio AURI.

Sedangkan perangkat radio yang digunakan Serangan Umum 1 Maret masih tetap terjaga dan saat ini sudah disimpan di Monumen Jogja Kembali. Selain itu, Presiden RI Joko Widodo juga menerbitkan Keputusan Presiden RI No 2 Tahun 2022 menetapkan 1 Maret sebagai Hari Penegakan Kedaulatan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

Writer: Sinta Ayudiya

 Editor: Dwi Lindawati

Tags: Kisah Serangan Umum 1 Maret 1949Mengenang Serangan Umum 1 Maret 1949Peristiwa Serangan Umum 1 Maret 1949Sejarah Serangan Umum 1 Maret 1949Serangan Umum 1 Maret 1949
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Tradisi Ngarak Banteng.

22 Juni 2026, Tradisi Ngarak Banteng Empu Supo XVIII Siap Ramaikan Songgoriti Kota Batu

by Dwi Linda
15/06/2026 4:31 PM
0

BATU, Tugujatim.id - Kota Batu terkenal dengan destinasi wisata pegunungan dengan panorama alam yang memikat. Memasuki bulan Suro dalam penanggalan...

Bus Trans Jatim Kepanjen-Arjosari.

15 Armada Siap Mengaspal, Bus Trans Jatim Kepanjen-Arjosari Beroperasi Oktober 2026

by Dwi Linda
15/06/2026 3:43 PM
0

MALANG, Tugujatim.id - Kabar baik bagi masyarakat Malang Raya, khususnya pengguna transportasi umum. Pemerintah Provinsi Jawa Timur tengah mempersiapkan penambahan...

Tuban

Pria Paruh Baya di Tuban Ditemukan Bersimbah Darah, Polisi Buru Pelaku Penganiayaan

by Mochamad Abdurrochim
15/06/2026 12:30 PM
0

TUBAN, Tugujatim.id – Seorang pria paruh baya di Kabupaten Tuban ditemukan tergeletak di tanah dengan kondisi bersimbah darah usai diduga...

Cuaca di Jawa Timur

Kabut, Hujan Ringan, dan Dominasi Cerah Warnai Cuaca di Jawa Timur Senin 15 Juni 2026.

by Mochamad Abdurrochim
15/06/2026 9:40 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jawa Timur pada Senin (15/06/2026) menunjukkan variasi kondisi yang cukup kontras, mulai dari kabut, udara kabur,...

Next Post
lembah tumpang malang

Keunikan Lembah Tumpang Malang, Harga Tiket, Lokasi, Jam Buka dan Fasilitasnya

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID