MALANG, Tugujatim.id – Momen paling bersejarah tercatat pada 1 Maret 1949 silam atau sudah 75 tahun pada 2024 ini. Ya, serangan umum 1 Maret 1949 menjadi aksi lanjutan dari Agresi Militer Belanda II. Bagaimana peristiwa ini terjadi?
Peristiwa serangan umum 1 Maret 1949 ini banyak melibatkan tokoh-tokoh penting di Tanah Air, di mana mereka juga berjuang mempertahankan tanahnya agar tidak dijajah dan dikuasai oleh penjajah. Apalagi, peristiwa ini terjadi belum lama dari kemerdekaan Indonesia yaitu berselang hanya 4 tahun saja.
Tujuan serangan ini ialah untuk merebut wilayah Republik Indonesia. Target utamanya adalah Yogyakarta. Di mana saat itu Yogyakarta masih menjadi ibu kota negara Indonesia.
Peristiwa ini mendapatkan respons dari Sri Sultan Hamengkubuwono IX untuk mengirimkan surat kepada Jenderal Soedirman dengan tujuan untuk meminta izin menyerang Belanda kala itu. Nah, Belanda saat itu berada di bawah kepemimpinan Kolonel Van Langen yang markasnya di Hotel Tugu. Akhirnya, serangan umum dilakukan di beberapa sektor pada 1 Maret 1949, tepat pukul 06.00 WIB, ketika sirene pertanda serangan dibunyikan.
Pertempuran memuncak pada pukul 11.00 WIB ketika musuh pasukan NICA dan Komando Gajah Merah datang dari arah Magelang. Pukul 12.00 WIB, pasukan mundur setelah 6 jam berperang menguasai Yogyakarta dan berencana menuju Tanjung Tirto dan Maguwo keesokanharinya.
Atas keberhasilan Indonesia melakukan serangan umum 1 Maret 1949 ini, Indonesia berhasil pula mencuri pandangan dunia internasional tentang eksistensinya yang masih kuat dalam mempertahankan kekuasaannya. Bahkan, Indonesia diuntungkan dengan kecaman di internasional terkait Agresi Militer Belanda II.
Dampak Peristiwa Serangan Umum 1 Maret 1949 bagi Indonesia:
1. Membuktikan bahwa Indonesia masih sangat kuat dan eksistensi TNI mampu menyerang Belanda.
2. Berhasil mempertahankan kedaulatan Negara Republik Indonesia.
3. Berhasil memulihkan kepercayaan rakyat kepada TNI, berkat kerja kerasnya mempertahankan kekuasaan.
4. Mengubah pemerintahan Amerika Serikat terhadap Belanda, agar mau berunding dengan Indonesia.
5. Mematahkan propaganda yang dibuat oleh Belanda di dunia Intenasional kepada Indonesia.
6. Indonesia mendapatkan tawaran dari Dewan Keamanan PBB terkait perundingan.
Sebagai pengingat sejarah perjuangan para pahlawan yang gugur, kemudian didirikan Monumen Serangan Umum 1 Maret di plataran Benteng Vandenburg Yogyakarta. Kemudian dibangun museum dan monumen pada 1984 di bekas tempat PC Audio AURI.
Sedangkan perangkat radio yang digunakan Serangan Umum 1 Maret masih tetap terjaga dan saat ini sudah disimpan di Monumen Jogja Kembali. Selain itu, Presiden RI Joko Widodo juga menerbitkan Keputusan Presiden RI No 2 Tahun 2022 menetapkan 1 Maret sebagai Hari Penegakan Kedaulatan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Sinta Ayudiya
Editor: Dwi Lindawati








