MALANG, Tugujatim.id – Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) memperingati Isra’ Mi’raj dan Menyambut Bulan Suci Ramadan dengan menggelar Kajian “Ngaji Bareng” bersama Habib Muhammad Al-Hamid di Masjid Al-Farabi Unikama, Rabu (6/3/2024).
Acara dimulai pukul 08.00 WIB hingga 11.00 WIB dengan diawali khataman dan doa bersama, sebelum dilanjutkan kajian bersama Habib Muhammad Al-Hamid. Kajian mengambil tema “Mewujudkan Generasi Muda yang Amaliyah Ubuddiyah sesuai Syariat dan Sunnah Rasulullah SAW”
Kajian ini dihadiri mahasiswa, dosen dan masyarakat umum. Habib Al-Hamid dalam ceramahnya menyampaikan bahwa generasi muda sudah sepatutnya untuk selalu memuji Allah SWT sebagai bentuk rasa syukur, terutama sebelum memohon doa kepadaNya dahulukan dengan pujian.
“Kalau orang mau berdoa, muji Allah dulu,” tegas Habib Muhammad Al-Hamid di Masjid Al-Farabi Unikama, Rabu (6/3/2024).
Semakin banyak memuji Allah maka semakin mudah pula hajat dan keinginan dikabulkan. Selain itu beliau juga menyampaikan bahwa sebagai umat Nabi Muhammad SAW juga harus selalu melantunkan shalawat kepadanya untuk mendapatkan syafaat.
“Allah perintahkan umat muslim bersholawat di bulan Syaban sebelum masuknya bulan Ramadan, ketika Allah perintahkan kita bersholawat Allah dahulukan dengan pernyataan Sesungguhnya Allah dan para malaikatnya saja bersholawat,” tuturnya.

Habib Muhammad Al-Hamid menegaskan, keistimewaan bulan Rajab dan Syaban sebagai bulan persiapan menyambut bulan suci Ramadan, dimana bulan yang dirahmati oleh Allah, pahala melimpah, dan pintu ampunan dibuka lebar. Sebab, pada bulan Rajab akan menampakkan kedudukan Nabi Muhammad di sisi Allah, begitu pun Bulan Syaban terdapat peristiwa pindahnya kiblat.
“Orang yang berhak dapat kebaikan Ramadan setiap malam Allah bebaskan orang yang punya cap sudah tak layak masuk surga, diambil capnya dan digantikan cap orang yang layak masuk surga. Hal yang tepat untuk melakukan kebaikan, bukan tempat untuk melakukan keburukan,” ucapnya.
Kebaikan dan syafaat dari Allah akan diturunkan kepada orang yang beriman dan memiliki hubungan dekat dengan Allah. 10 hari terakhir terdapat momentum yang paling mulia dari 1000 bulan yaitu Lailatul Qadr, dan peristiwa tersebut hanya didapatkan oleh orang pilihan Allah saja.
“Lailatul Qadr juga hanya diberikan kepada orang yang punya hubungan kuat dengan Allah Swt. tertanam pada dirinya, sebagaimana kuatnya hubungan dengan Allah dan muncul bibit kecintaan kepada nabi,” imbuhnya
Jadi, beliau menghimbau dan menyampaikan bahwa menyambut bulan suci Ramadan dapat dipersiapkan sejak bulan Rajab dan Syaban, dengan selalu melakukan kebaikan, mendekatkan diri dan menjaga hubungan kuat dengan Allah, selalu bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW. Tujuannya, agar mendapatkan kenikmatan, keberkahan, dan menjadi orang pilihan Allah yang bisa menemui peristiwa Lailatul Qadr di 10 malam terakhir bulan Ramadan.
Reporter: Sinta Ayudiya
Editor: Darmadi Sasongko








