MOJOKERTO, Tugujatim.id – Bulan Ramadan datang membawa kewajiban berpuasa bagi orang yang sudah balig alias sudah mencapai kedewasaan. Namun apa jadinya bila puasa dilakukan oleh anak belum balig?
Pegiat literasi asal Kota Mojokerto Uswatun Hasanah membahas soal puasa Ramadan shabiy atau puasa bulan Ramadan bagi anak kecil. Ning Uswah, sapaan Uswatun Hasanah, menjelaskan, puasa shabiy sebenarnya tidak wajib.
Namun, puasa shabiy bernilai sunah apabila sang anak belum balig, sudah termasuk dalam kategori tamyiz.
“Maksudnya, tamyiz ini adalah bisa berpikir, bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Maka hukum puasa yang dilakukan menjadi sah dan bernilai sunah,” ujar Ning Uswah, Sabtu (16/03/2024).
Baca Juga: Cek! 9 Rute Bus Mudik Gratis di Kota Malang 2024: Begini Jadwal hingga Cara Daftarnya
Dalam kitab Nasaihud Diniyah, Ning Uswah mengatakan, dijelaskan bahwa orang tua yang mengajarkan anaknya untuk berpuasa, maka yang mendapat pahala berpuasa adalah orang tua dari sang anak.
“Amal catatan anak belum balig, dicatat dalam buku catatan amal orang tuanya,” beber perempuan yang juga menjadi redaktur dari gerakan Perempuan Membaca ini.
Sementara dalam kitab Umdatul Qori’ syarah dari kitab Shahih Bukhari menjelaskan, para ulama sepakat tentang anak yang belum balig tidak diwajibkan beribadah dan melakukan kefarduan.
“Tapi, mayoritas ulama juga menganggap bahwa latihan ibadah yang dilakukan anak belum balig karena mengharapkan keberkahan adalah sesuatu yang baik,” tambah founder dari fikihperempuan.id ini.
Sementara itu, orang tua diwajibkan mendidik anak yang telah berusia 7 tahun atau mendekati 7 tahun, termasuk meski belum 7 tahun namun sudah tamyiz.
“Nah, takaran tamyiz dalam konteks anak adalah sekiranya anak sudah bisa makan sendiri, minum sendiri, termasuk bersuci sendiri,” ungkap Ning Uswah.
Datangnya bulan Ramadan bisa digunakan sebagai momen orang tua mengajari anak-anak untuk mencintai bulan suci tersebut. Sebab, lewat mencintai bulan mulia dari umat Islam, anak-anak dapat dengan senang hati menjalankan aktivitas pada bulan Ramadan.
“Termasuk berpuasa, ikut berbuka puasa, bahkan ikut sahur pula. Karena saat anak ikut berbuka puasa, insyaa Allah mereka juga akan semangat menjalankan puasa,” ujar Ning Uswah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Hanif Nanda Zakaria
Editor: Dwi Lindawati








