MALANG, Tugujatim.id – Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Nadiem Makarim, telah memutuskan bahwa Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dilakukan secara daring selama masa pandemi Covid-19 ini. Hal ini sesuai Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran Coronavirus Disease.
Oleh karena itu, tidak ada lagi penerimaan siswa baru yang langsung dilakukan di sekolah seperti beberapa tahun kebelakang.
Hal ini juga nampak di SMKN 1 Singosari yang nampak masih lengang karena PPDB dilaksanakan full secara daring. Hanya nampak beberapa orang tua murid yang datang ke bagian informasi untuk menanyakan perihal fase selanjutnya setelah anaknya diterima di salah satu SMK favorit di Malang ini.
Ketua PPDB SMKN 1 Singosari, Dra H Sofia Cahyawati MPd, membenarkan bahwa PPDB memang sudah dilakukan secara full daring.
“Pendaftarannya memang sudah ada aplikasi terpusat dari Provinsi Jawa Timur. Bahkan kalau untuk pengambilan seragam kita tidak ada. Kita memang menyediakan seragam, tapi bukan urusannya sekolah, itu urusannya koperasi,” tuturnya saat dikonfirmasi pada Jumat (25/06/2021).
Ia juga mengatakan kalau SMKN 1 Singosari juga sudah menerima 802 siswa untuk 11 jurusan melalui 3 jalur.
“Untuk zonasi kita hanya 5-10 persen karena kita ini SMK, kalau untuk SMA memang zonasi full. Sehingga kita memberikan 3 kesempatan melalui jalur afarmasi, zonasi, dan akademik. Yang paling banyak itu dari jalur akademik, karena siswa dari seluruh Jawa Timur itu biasa (mendaftar),” ungkapnya.
“Karena sekarang online dan sesuai apa yang ada di PPDB, jadi secara otomatis diseleksi sendiri. Dan seandainya dia berprestasi maka dia akan ambil di afarmasi,” sambungnya.
Menurutnya juga PPDB lebih enak dilaksanakan melalui daring, karena dirasakan lebih fair dan tidak terbeban macam-macam.
“Kalau kita buka sendiri nanti ada yang gini, gitu, macam-macam,” paparnya.
Terakhir, ia juga mengatakan tetap akan ada masa pengenalan lingkungan sekolah secara luring sebelum masa pembelajaran semester baru.
“Nanti pastinya ada masa pengenalan lingkungan sekolah di awal Juli 2021, dan pengalaman yang lalu kita lakukan daring ternyata berdampak. Jadi, kedepannya kita akan laksanakan secara luring tapi tetap diatur untuk tidak melanggar protokol kesehatan,” pungkasnya.
Sementara itu, di tempat terpisah, Kepala SMAN 1 Turen juga mengatakan bahwa semua prosedur yang diterbitkan oleh Provinsi Jawa Timur sudah diikuti semua.
“Kalau untuk prosedur dari pengambilan PIN itu bisa dilakukan secara online, tapi di sekolah tetap menyiapkan tenaga yang sifatnya sebagai tenaga edukasi manakala ada anak yang ingin mendaftarkan ke SMAN 1 Turen ada hambatan,” tetang Kepala Sekolah SMAN 1 Turen, Drs Ibnu Harsoyo MPd.
Ia juga mengatakan jika siswa baru SMAN 1 Turen tidak diwajibkan mengambil seragam di sekolah.
“Kami sejak awal memang ada satu layanan yang unik, jadi tentang seragam ini lepas dari PPDB. Seragam ini merupakan sarana pendukung siswa belajar, jadi perkara siswa mau membelinya seragam di mana itu haknya anak,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa SMAN 1 Turen mengusulkan kuota 408 anak siswa baru dan terpenuhi seluruhnya. Dan untuk pembelajaran di semester baru, ia masih melihat kondisi Pandemi COVID-19 di Kabupaten Malang kedepannya.
“Untuk pembelajarannya melihat kondisi nanti sambil kita mempersiapkan manakala anak-anak ini harus datang ke sekolah secara luring itu sudah kami siapkan (fasilitas kesehatan),” ujarnya.
Ia juga mengatakan kalau tahun ini tidak ada Ospek di SMAN 1 Turen, tapi ada masa pengenalan lingkungan sekolah.
“Dan pengenalan lingkungan sekolah ini ada yang secara fisik dan non-fisik. Jadi, ada pengenalan secara digital karena memang eranya digital,” tutupnya.







