• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Orang tua siswa yang datang ke SMKN 1 Singosari yang harus menerapkan protokol kesehatan. (Foto: Instagram SMKN 1 Singosari)

Orang tua siswa yang datang ke SMKN 1 Singosari yang harus menerapkan protokol kesehatan. (Foto: Instagram SMKN 1 Singosari)

Begini Penerapan PPDB Online di SMA dan SMK di Kabupaten Malang

Gigih Mazda by Gigih Mazda
5 years ago
in Pendidikan
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG, Tugujatim.id – Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Nadiem Makarim, telah memutuskan bahwa Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dilakukan secara daring selama masa pandemi Covid-19 ini. Hal ini sesuai Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran Coronavirus Disease.

Oleh karena itu, tidak ada lagi penerimaan siswa baru yang langsung dilakukan di sekolah seperti beberapa tahun kebelakang.

You might also like

Sekolah Rakyat di Blitar.

Bangunan Sekolah Rakyat di Blitar Capai 70 Persen, Cari Calon Siswa Sulit Terkendala Izin Orang Tua

13/06/2026 2:25 PM
UM

9.218 Mahasiswa UM Siap Mengabdi Lewat Program UM BBM 2026

13/06/2026 7:00 AM

Hal ini juga nampak di SMKN 1 Singosari yang nampak masih lengang karena PPDB dilaksanakan full secara daring. Hanya nampak beberapa orang tua murid yang datang ke bagian informasi untuk menanyakan perihal fase selanjutnya setelah anaknya diterima di salah satu SMK favorit di Malang ini.

Ketua PPDB SMKN 1 Singosari, Dra H Sofia Cahyawati MPd, membenarkan bahwa PPDB memang sudah dilakukan secara full daring.

“Pendaftarannya memang sudah ada aplikasi terpusat dari Provinsi Jawa Timur. Bahkan kalau untuk pengambilan seragam kita tidak ada. Kita memang menyediakan seragam, tapi bukan urusannya sekolah, itu urusannya koperasi,” tuturnya saat dikonfirmasi pada Jumat (25/06/2021).

Ia juga mengatakan kalau SMKN 1 Singosari juga sudah menerima 802 siswa untuk 11 jurusan melalui 3 jalur.

“Untuk zonasi kita hanya 5-10 persen karena kita ini SMK, kalau untuk SMA memang zonasi full. Sehingga kita memberikan 3 kesempatan melalui jalur afarmasi, zonasi, dan akademik. Yang paling banyak itu dari jalur akademik, karena siswa dari seluruh Jawa Timur itu biasa (mendaftar),” ungkapnya.

“Karena sekarang online dan sesuai apa yang ada di PPDB, jadi secara otomatis diseleksi sendiri. Dan seandainya dia berprestasi maka dia akan ambil di afarmasi,” sambungnya.

Menurutnya juga PPDB lebih enak dilaksanakan melalui daring, karena dirasakan lebih fair dan tidak terbeban macam-macam.

“Kalau kita buka sendiri nanti ada yang gini, gitu, macam-macam,” paparnya.

Terakhir, ia juga mengatakan tetap akan ada masa pengenalan lingkungan sekolah secara luring sebelum masa pembelajaran semester baru.

“Nanti pastinya ada masa pengenalan lingkungan sekolah di awal Juli 2021, dan pengalaman yang lalu kita lakukan daring ternyata berdampak. Jadi, kedepannya kita akan laksanakan secara luring tapi tetap diatur untuk tidak melanggar protokol kesehatan,” pungkasnya.

Sementara itu, di tempat terpisah, Kepala SMAN 1 Turen juga mengatakan bahwa semua prosedur yang diterbitkan oleh Provinsi Jawa Timur sudah diikuti semua.

“Kalau untuk prosedur dari pengambilan PIN itu bisa dilakukan secara online, tapi di sekolah tetap menyiapkan tenaga yang sifatnya sebagai tenaga edukasi manakala ada anak yang ingin mendaftarkan ke SMAN 1 Turen ada hambatan,” tetang Kepala Sekolah SMAN 1 Turen, Drs Ibnu Harsoyo MPd.

Ia juga mengatakan jika siswa baru SMAN 1 Turen tidak diwajibkan mengambil seragam di sekolah.

“Kami sejak awal memang ada satu layanan yang unik, jadi tentang seragam ini lepas dari PPDB. Seragam ini merupakan sarana pendukung siswa belajar, jadi perkara siswa mau membelinya seragam di mana itu haknya anak,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa SMAN 1 Turen mengusulkan kuota 408 anak siswa baru dan terpenuhi seluruhnya. Dan untuk pembelajaran di semester baru, ia masih melihat kondisi Pandemi COVID-19 di Kabupaten Malang kedepannya.

“Untuk pembelajarannya melihat kondisi nanti sambil kita mempersiapkan manakala anak-anak ini harus datang ke sekolah secara luring itu sudah kami siapkan (fasilitas kesehatan),” ujarnya.

Ia juga mengatakan kalau tahun ini tidak ada Ospek di SMAN 1 Turen, tapi ada masa pengenalan lingkungan sekolah.

“Dan pengenalan lingkungan sekolah ini ada yang secara fisik dan non-fisik. Jadi, ada pengenalan secara digital karena memang eranya digital,” tutupnya.

Tags: Kabupaten MalangMalangPPDBSMASMK
Gigih Mazda

Gigih Mazda

Related Stories

Sekolah Rakyat di Blitar.

Bangunan Sekolah Rakyat di Blitar Capai 70 Persen, Cari Calon Siswa Sulit Terkendala Izin Orang Tua

by Dwi Linda
13/06/2026 2:25 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Pembangunan proyek strategis nasional Sekolah Rakyat (SR) di Kelurahan Kauman, Kota Blitar, kini mencapai progres fisik lebih...

UM

9.218 Mahasiswa UM Siap Mengabdi Lewat Program UM BBM 2026

by Mochamad Abdurrochim
13/06/2026 7:00 AM
0

MALANG, Tugujatim.id – Sebanyak 9.218 mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) resmi diberangkatkan untuk mengikuti program Universitas Negeri Malang Belajar Bersama...

UNEJ

Mahasiswa UNEJ Sulap Limbah Kulit Kopi Jadi Snack Bar Kaya Antioksidan

by Mochamad Abdurrochim
10/06/2026 10:30 PM
0

JEMBER, Tugujatim.id – Mahasiswa Program Studi Teknologi Hasil Pangan (THP) Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) UNEJ berhasil mengembangkan ChocoCara Bar. Chococara...

Siswa di Kota Blitar.

15 Ribu Siswa di Kota Blitar Tak Dapat MBG Imbas Transfer BGN Macet, 8 SPPG Stop Beroperasi

by Dwi Linda
09/06/2026 9:03 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Sebanyak 15.000 hingga 16.000 siswa di Kota Blitar sementara waktu tidak menerima pasokan Program Makan Bergizi Gratis...

Next Post
Plafon Theater Hall gedung perpustakaan IAIN Kediri yang ambrol pada Jumat (25/6/2021) pagi usai diguyur hujan deras sehari sebelumnya. (Foto: BPBD Kota Kediri)

Plafon Hall Theater Gedung Baru IAIN Kediri Senilai Rp 22,9 M Runtuh

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID