TUBAN, Tugujatim.id – Siti Masrifah (43) berangkat naik haji dari menabung hasil bekerja sebagai penjual sayur keliling. Perempuan warga Desa Jadi, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, selama sekitar 20 Tahun terakhir, menyisihkan sebagian pendapatannya untuk mewujudkan niatnya menjalankan ibadah haji.
Siti Masrifah berangkat menunaikan Rukun Islam kelima bersama suaminya, Ahmad Sodikin. Keduanya tengah menyiapkan fisik dan mental perjalanan ibadah yang baru pertama kali dalam hidupnya.
Masrifah adalah sosok yang gigih dan pantang menyerah. Kesehariannya menjajakan dagangan secara berkeliling di Kota Tuban. Namun di balik semuanya itu, niat dan keinginan Masrifah menjalankan ibadah haji telah terpatri dalam hidupnya.

Ia mengaku tidak pernah tahu kapan keinginannya itu dapat terwujud, tetapi sejak sekitar dua puluh tahun terakhir niatnya itu terus terjaga, bahkan tidak pernah pudar. Ia terus bekerja keras setiap hari demi mendapatkan penghasilan cukup.
Siti Masrifah tidak pernah lupa menyisihkan sebagian dari pendapatan yang diperoleh untuk mewujudkan keinginannya ke Tanah Suci. Ia tekun menabung selama bertahun-tahun.
“Ya kalau ramai Rp200 Ribu – Rp300 ditabung. Pas sepi ya kadang Rp50 Ribu atau Rp100 Ribu lah mas,” ucapnya malu-malu.

Foto Rico for Tugujatim.id
Perjalan Siti Masrifah mewujudkan impiannya itu bukan tanpa rintangan dan kesulitan, tetapi kuncinya adalah tetap semangat, tidak boleh menyerah, tekun dan hidup sederhana. Masrifah menjadi contoh nyata dalam kehidupan, bahwa keberhasilan besar harus dilandasi kegigihan dan keyakinan besar pula.
“Pastinya senang mas, bisa berkesempatan menjadi tamu Allah SWT,” katanya.
Siti Masrifah dan Ahmad Sodikin direncanakan berangkat pada Senin (13/5/2024) dari Komplek Pendapa Kridha Manunggal, Kabupaten Tuban. Mereka bersama 1.163 Calon Jemaah Haji (CJH) asal Tuban lainnya berangkat menuju Surabaya, sebelum diberangkatkan ke Arab Saudi. Semoga Mabrur!
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter : Mochamad Abdurrochim
Editor : Darmadi Sasongko








