TUBAN, Tugujatim.id – Sebanyak 13 calon anggota Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) Kabupaten Tuban tidak hadir dalam tes tulis menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT) yang diselenggarakan pada Selasa (14/05/2024). Ketidakhadiran calon anggota panwascam ini menimbulkan berbagai spekulasi dan pertanyaan mengenai komitmen serta kesiapannya.
Tes tulis CAT ini merupakan salah satu tahapan penting dalam seleksi anggota panwascam yang bertugas untuk mengawasi pelaksanaan pemilihan umum di tingkat kecamatan. Tes ini dilaksanakan di Gedung SMKN 1 Tuban dengan pengawasan ketat dari panitia seleksi.
Komisioner Bawaslu Kabupaten Tuban Abdul Mundlir menyebutkan, sebanyak 110 peserta calon anggota panwascam se-Kabupaten Tuban yang lolos tahapan administrasi. Namun dari jumlah itu, 13 orang tidak hadir tanpa ada konfirmasi.
Baca Juga: 5 Deretan Pantai di Jember yang Eksotis, Salah satunya Masuk Kawasan Taman Nasional
“Dalam tes kami bagi 2 sesi. Pertama 60 peserta dan yang kedua 50 peserta. Sedangkan sesi pertama tidak hadir 9 peserta dan sesi kedua 4 orang,” kata Mundlir, sapaan akrabnya.
Mundlir menyampaikan, setelah tes tulis ini, rekap nilainya langsung masuk ke Bawaslu Provinsi dan akan dikirimkan kembali ke Bawaslu Kabupaten untuk menjadi bahan pleno. Hasil nilai diumumkan pada 17 Mei 2024.
“Tahapan selanjutnya, setelah tes tulis para peserta diambil 2 kali masing-masing kecamatan. Sebelumnya dari hasil existing sudah ada 32 orang yang ditetapkan sehingga dibutuhkan 28 orang,” terangnya.

Tahapan berikutnya setelah tes tulis CAT adalah wawancara dan uji kelayakan. Peserta yang lolos akan diumumkan melalui situs resmi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Tuban dan diharapkan untuk mempersiapkan diri menghadapi tahap seleksi selanjutnya.
Bawaslu Kabupaten Tuban menekankan pentingnya proses seleksi yang transparan dan akuntabel untuk memastikan bahwa anggota panwascam yang terpilih adalah mereka yang memiliki integritas, kapabilitas, dan dedikasi tinggi dalam mengawasi pelaksanaan pemilu.
“Kami mengundang masyarakat untuk turut memantau dan memberikan masukan selama proses seleksi ini berlangsung,” ujarnya.
Sementara itu, peserta yang hadir dan mengikuti tes tulis CAT mengaku merasa lega setelah melewati tahap ini. Dia berharap bisa lolos ke tahap berikutnya dan berkontribusi dalam pengawasan pemilu di kecamatannya.
“Tesnya cukup menantang, terutama soal-soal mengenai regulasi pemilu dan studi kasus yang membutuhkan analisis mendalam,” kata salah satu peserta Mas’ud.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Mochamad Abdurrochim
Editor: Dwi Lindawati








