MALANG, Tugujatim.id — Kolaborasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam (FEB Unisma) dan Kadin Institut menggelar Ujian Sertifikasi berstandar Badan Nasional Sertifikasi Profesi Bidang Manajemen Sumber Daya Manusia. Acara FEB Unisma ini digelar di Gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Malang pada 18–20 Mei 2024.
Untuk diketahui, sertifikasi MSDM berstandar BNSP jadi sorotan utama untuk peningkatan kualitas profesional di bidang manajemen SDM. Tentu saja, ujian sertifikasi ini diadakan nasional dengan tujuan memastikan tenaga profesional di sektor ini memiliki kompetensi yang sesuai dengan standar nasional dan internasional.

Dekan FEB Unisma Nur Diana SE MSi CMA CBV CERA saat opening speech mengatakan, sertifikasi ini penting untuk menciptakan tenaga kerja yang kompeten dan bersertifikasi yang mampu berkontribusi positif bagi perusahaan dan organisasi di Indonesia.
“Dengan memiliki sertifikasi MSDM berstandar BNSP, para profesional SDM dapat lebih percaya diri dalam menjalankan tugas dan memberikan yang terbaik bagi perusahaan tempat mereka bekerja,” ujar Diana.
Dia menegaskan, ada sertifikasi MSDM akan menghasilkan tenaga kerja yang kompeten di bidang MSDM sehingga berimplikasi pada peningkatan efisiensi dan efektivitas operasional perusahaan maupun perguruan tinggi yang dipimpinnya.

“Kami selalu mendukung karyawan tendik di FEB Unisma untuk ikut sertifikasi karena akan membawa dampak positif bagi perkembangan institusi FEB maupun Universitas Islam Malang secara keseluruhan,” tuturnya.
Dia berharap ada peningkatan profesionalisme dan kualitas tenaga kerja di bidang manajemen SDM di Indonesia. Sebab, hal ini sejalan dengan perkembangan global dan kebutuhan industri.

“Program sertifikasi ini menjadi salah satu langkah konkret dalam meningkatkan daya saing tenaga kerja Indonesia di kancah internasional,” ujar Diana.
Dia mengatakan, proses sertifikasi MSDM berstandar BNSP mencakup berbagai aspek penting dalam manajemen SDM, termasuk perekrutan, pelatihan, pengembangan, pengelolaan kinerja, dan hubungan industrial. Harapannya peserta ujian tidak hanya memiliki pengetahuan teoretis yang kuat, tetapi juga keterampilan praktis yang diperlukan untuk menghadapi tantangan di dunia kerja yang terus berkembang. (adv)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Editor: Dwi Lindawati








