• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Pindapata.

Para biksu saat melakukan tradisi pindapata di Kota Mojokerto, Kamis (23/05/2024). (Foto: Erik for TJ)

Mengenal Pindapata, Tradisi Buddha yang Masih Lestari di Kota Mojokerto

Dwi Linda by Dwi Linda
2 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

Mojokerto, Tugujatim.id – Tradisi Pindapata dalam peringatan Waisak 2568 Buddhis Era masih lestari. Dari laman Instagram Waisak Nasional, tradisi tersebut berasal dari bahasa Pali, artinya para biksu membawa semacam wadah (patta) untuk menerima derma dana maupun makanan dari umat Buddha sendiri hingga masyarakat sekitar.

Pelaksanaan tradisi ini terlihat di Perumahan Magersari, Kota Mojokerto, Kamis (23/05/2024), saat beberapa biksu berjalan kaki sambil membawa wadah berupa mangkuk logam berwarna perak.

You might also like

Pameran Seni Surabaya.

Catat Tanggalnya! Ini Deretan Pameran Seni Surabaya yang Digelar Sepanjang Juni 2026

04/06/2026 11:07 AM
Jawa Timur.

Kabut dan Udara Kabur Mendominasi, Waspadai Jarak Pandang di Jawa Timur 4 Juni 2026

04/06/2026 8:23 AM

Terlihat, para biksu memegang mangkuk dengan warna keperakan. Selain itu, tampak pula beberapa umat Buddha yang sudah menunggu para biksu tersebut. Tatkala para biksu sedang berjalan, satu per satu umat Buddha memberikan derma dengan cara memasukkan dana hingga makanan ke dalam mangkuk yang dibawa biksu-biksu tersebut.

Baca Juga: Healing Tipis-Tipis di Teluk Love Jember bareng Pasangan, Tak Perlu Jauh ke Korea dan Paris: Ada Spot Gembok Cinta

Bhante Nyana Sila Terra menjelaskan, tradisi tersebut sudah berlangsung sejak Buddha Gautama masih hidup.

“Selain itu, saat menerima dana maupun makanan, para biksu tidak diperkenankan membuka mulut sama sekali. Jadi para biksu berjalan dengan telanjang kaki lalu menerima derma dari umat,” terang Bhante Nyana, Jumat (24/05/2024).

Sebelum melaksanakan Pindapata, para biksu bersiap terlebih dahulu dengan menyiapkan jubah, mangkuk patta, serta melafalkan doa-doa dan pujian. Pelafalan doa-doa tersebut bertujuan agar dijauhkan dari hal-hal buruk bagi biksu-biksu maupun makhluk sekitar saat Pindapata berlangsung. Setelah sederet persiapan rampung, para biksu memulai berjalan kaki sambil menerima derma dari umat.

Dahulu kala, Buddha Gautama menggunakan patta dari buah sejenis labu. Nah, labu tersebut dipotong bagian atasnya kemudian bagian tengahnya dikerok habis sehingga menyerupai mangkuk besar. Patta tersebut digunakan oleh para biksu untuk menerima derma dari umat Buddha.

Baca Juga: Tampil Muda! 7 Inspirasi Potongan Rambut Wanita Populer dan Kekinian 2024: Wajah Makin Fresh

“Namun karena patta tersebut mudah pecah dan rapuh, kemudian patta diganti dengan bahan yang lebih kuat seperti logam dari berbagai bahan dasar, seperti logam tembaga, alumunium, kuningan, dan lain-lain dalam beragam ukuran,” tambah Bhante Nyana.

Saat melakukan Pindapata, sambung Bhante Nyana, pihaknya tidak menentukan seberapa jauh jarak yang ditempuh. Hanya saja, beberapa titik difokuskan dengan alasan masih banyak penganut ajaran Buddha.

“Kami juga tidak menentukan derma apa yang wajib diberikan. Bahkan, umat dari agama lain juga kami persilakan bila ingin berderma,” jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

Writer: Hanif Nanda Zakaria

Editor: Dwi Lindawati

Tags: Berita Kota Mojokerto hari iniKota Mojokerto hari iniPeringatan Waisak 2568Pindapata adalahTradisi Pindapata
Dwi Linda

Dwi Linda

Related Stories

Pameran Seni Surabaya.

Catat Tanggalnya! Ini Deretan Pameran Seni Surabaya yang Digelar Sepanjang Juni 2026

by Dwi Linda
04/06/2026 11:07 AM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Memasuki bulan Juni 2026, acara-acara yang diselenggarakan di Surabaya banyak macamnya, salah satunya pameran seni. Mau tahu...

Jawa Timur.

Kabut dan Udara Kabur Mendominasi, Waspadai Jarak Pandang di Jawa Timur 4 Juni 2026

by Dwi Linda
04/06/2026 8:23 AM
0

Tugujatim.id - Prakiraan cuaca Jawa Timur untuk Kamis (04/06/2026) menunjukkan dominasi kabut, udara kabur, dan kondisi berawan di banyak wilayah,...

BGN

Eks Kepala BGN Jadi Tersangka Korupsi MBG, Dugaan Modus hingga Harta Kekayaan Dadan Hindayana Terkuak

by Mochamad Abdurrochim
03/06/2026 10:41 PM
0

Tugujatim.id - Mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, resmi ditahan Kejaksaan Agung (Kejagung) setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus...

Bawang Merah

Harga Bawang Merah di Probolinggo Tembus Rp65 Ribu, Dipicu Permintaan Iduladha

by Mochamad Abdurrochim
03/06/2026 8:13 PM
0

PROBOLINGGO, Tugujatim.id - Harga bawang merah di Kabupaten Probolinggo masih bertahan tinggi usai Hari Raya Iduladha 2026. Di sejumlah pasar...

Next Post
Panen jagung.

2 Bulan Tak Hujan, Petani Tuban Terpaksa Panen Jagung Lebih Dini Ketar-ketir Kerugian Makin Besar

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID